NEWS Neverland Concert (Wakayama Day 1)

Udah lumayan lama juga gak nulis fanreport, terakhir nulis itu tentang L’ArCASINO 2015. Padahal gue nonton konser ARASHI & Kanjani8 awal tahun ini, tapi reportnya gak ditulis XD Okelah, sekarang mari buat memori ini abadi…

Prolog

Akhir-akhir ini gue selalu apes kalo berkaitan dengan konser. Setelah Januari kemarin gue ke Fukuoka & Osaka, duit belum pulih, lalu tiba-tiba keluar pengumuman konser L’Arc-en-Ciel 25th Anniversary dan NEWS Neverland Tour 2017 di waktu yang berdekatan. Konser Laruku cuma 2 hari di April, sedangkan konser NEWS berupa tur Jepang dari Maret sampai Juni. Setelah gagal dapet tiket fanclub Laruku, gue banting haluan, milih konser NEWS *sungkem om Hyde*.

Dengan bantuan Rii-chan, teman yang lagi tinggal di Jepang, gue ikutan ballot tiket via fanclub. Setelah mempertimbangkan waktu yang pas, gue milih untuk ballot konser di Wakayama, 27 & 28 Mei. Perkiraan gue, tanggal segitu kerjaan lagi stabil & ga ada jadwal ke lapangan. Berhubung cuma akan berangkat sendiri dari Jakarta, gue nawarin slot ballot ke teman lain, Mochie, yang juga mau nonton tapi berangkatnya ga bareng. Mochie akhirnya pilih nebeng ballot di temannya yang orang Jepang.

Tanpa disangka, ballot gue tembus untuk hari Minggu, 28 Mei! Huwaa alhamdulillah, berarti cuma keluar duit 7800 yen untuk selembar tiket. Kemarin pas konser ARASHI & Kanjani8, karena teman yang dititipi ga tembus ballotnya, terpaksa gue ngeluarin uang lebih mahal untuk beli tiket dari tangan kedua. Untuk konser ini, gue cuma harus mencari satu tiket untuk hari Sabtu, karena sayang banget kalo cuma nonton sehari :p

Namun, tentu saja bukan gue namanya kalo hidupnya ga drama. Berhubung Rii-chan pindah alamat, tiket konsernya ga terkirim & dibalikin ke jimusho (kantor JE). Tiket bisa diambil di venue dengan menunjukkan identitas, kartu member fanclub, bukti transfer & kartu pos pemberitahuan (yeah, they’re that old skool). Yang agak ribet, gue juga ga terima kartu member XD Rii-chan bantu telepon jimusho & nulisin surat. Gue pasrah, kuatir ga bisa ambil tiketnya karena kuatir ditanyain bukti alamat seperti pas gue ke bank ambil refund duit tiket yang ga tembus ballot.

Oke, skip ke tanggal 27.

Concert day 1, Sabtu 27 Mei 2017

Lagi-lagi dengan bantuan teman, kali ini Yuri-chan (teman Jepang), gue berhasil mendapatkan tiket hari pertama dari tangan kedua. Harganya lumayan murah untuk ukuran konser Johnny’s, 20 ribuan yen. Gue berdoa supaya ga dicek IDnya karena nama si empunya tiket tercetak di tiketnya.

Jam 12 siang, gue janjian ketemu Mochie di stasiun Namba, lalu kami naik kereta ke Stasiun Wakayama-shi karena Kansai Pass-nya Mochie ga bisa dipake untuk naik JR ke Stasiun Wakayama. Di Stasiun Wakayama-shi, kami harus transfer ke Stasiun Wakayama untuk kemudian ke Stasiun Miyamae dan lanjut jalan kaki ke venue, Wakayama Big Whale.

Tiba di Stasiun Wakayama-shi sekitar jam 2, kami harus menunggu kereta jam 3 ke Wakayama. Ditunggu-tunggu kok ga datang-datang, ternyata….kami salah peron ūüėģ Jadi, di Wakayama-shi lagi ada perbaikan, dan untuk ke peron 2 (peron ke Wakayama) harus lewat jalan kecil. Kami ga liat jalan kecil tsb, malah nyelonong ke peron 4. Gebleekk… Cek jadwal kereta selanjutnya, baru ada lagi jam 4, padahal konsernya jam 5. Ga ada pilihan lagi, kami naik taksi. Hahaha. Di dalam taksi, si bapak supir ngajak ngobrol dengan logat Kansai yang kental. Dia bilang di Big Whale ada konser penyanyi terkenal & dia liat banyak cewek jalan ke arah sana. Gue bilang kami juga mau nonton. Terus si bapak nyaranin pulangnya jalan kaki aja ke stasiun Wakayama. Oke deh pak…

Sampai lokasi, kami langsung excited liat 2 decorated truck (iya istilahnya ini XD). Soalnya di 2 konser yang gue datangi sebelumnya ga ada dekorasi apapun. Berhubung harus beli goods dulu, kami pun antre goods, barulah foto-foto di venue. Wakayama hari itu panas banget! Untung bawa sunglasses & pake baju yang santai. Bodo amat ga stylish juga. Lagian gue nyiapin kostum cosplay buat dipake di dalem venue XD Beres foto-foto, kami ke supermarket dekat venue karena gue butuh beli batere light stick, yang ternyata mahal banget! Masa batere sebutir harganya 500 yen, sementara itu light stick gue butuh 3 batere T_T

20170527_162446_HDR

Konser di Jepang itu efisien banget. Jam setengah 5 kami baru masuk venue, santai banget. Alhamdulillah aman, ga dicek identitas.. Gue dapat di Arena (festival) section F4, yang ternyata deket catwalk! Kursi gue juga bagus, baris keempat dari catwalk. Waduh gimana iniii pasti keliatan jelas nanti muka-muka anak NEWS. Aku belum siap XD Biasanya nonton dapet di Stand (tribun), baru kali ini dapet di Arena… Mochie dapet di Stand, tapi karena tempatnya kecil, kayaknya tetap akan keliatan. Malahan enak, bisa dilewatin cart.

Jam 5 lewat 10 menit, konser dimulai! Deg-degan parah hahaha… Panggungnya keren, ada tulisan NEVERLAND warna-warni, bola-bola besar transparan bergantung di langit-langit, komponen menara jam, dan kunci raksasa. Begitu overture selesai, ada LOKOMOTIF masuk ke panggung. Tentu bukan lokomotif beneran, tapi props yang dibawa para junior. Kelihatan cukup real… Lokomotif berhenti di panggung tengah, lalu transform jadi semacam tameng ngelilingin panggung tengah. Intro NEVERLAND mengalun, lalu panggung tengah yang bulat kecil itu naik. Ternyata member NEWS muncul dari situ. Tampangnya fierce semua, & Tegoshi bawa obor. Keren lah…Kostumnya juga bagus, ala jenderal zaman medieval gitu.

Dari segi setlist, tumben mereka ga banyak bawain lagu jadul macem NEWS Nippon, Kibou Yell atau Cherish, tapi malah bawain lagu yang ga umum kayak DTF, Bambina, & Sirius. Lagu-lagu selain album NEVERLAND dipilih yang upbeat macem Koi Matsuri, 4 + FAN, & weeeek.

Ada satu hal yang membekas di sesi MC. Setelah semua member selesai nge-MC, Tegoshi stay di panggung & minta waktu untuk ngomong. Jadi ceritanya, beberapa hari sebelum konser, ada 2 kabar buruk tentang Tegoshi, yaitu akun LINE-nya bocor & muncul foto lama dia dari FB, dengan pria yang sekarang jadi tersangka penipuan. Gue waktu itu sempat khawatir, jangan-jangan tiba-tiba dia ga bisa ikut konser.. Ternyata tetap nongol (ya iyalah). Dengan ekspresi awkward, di tengah suasana yang juga awkward, Tego jelasin kalau yang di LINE itu benar, bahwa member dapat gratisan tiket 40 lembar. Tapi Tego bilang, bahkan keluarganya pun ikut ballot & bayar tiket, dan nyokapnya pun ikut fanclub supaya bisa ballot tiket. Dia minta maaf kalau nyakitin perasaan fans yang ga bisa dapat tiket. Hmm mungkin tiket gratisannya dikasih ke rekan bisnis kali ya? Lanjut ke isu foto, Tego jelasin kalau itu kejadian 7 tahun yang lalu, di mana dia ga sengaja ketemu pria tsb & foto bareng. Dia tegaskan kalo dia ga terlibat dengan pria itu & bahkan ga tau namanya. Dia juga bilang sebenarnya takut banget berdiri di depan fans dari jarak sedekat ini, tapi dia lega udah ngomong. Cewek di sebelah gue sampe nangis tersedu-sedu lho dengernya, padahal Tego minta maafnya tenang banget O__o Gue bersyukur dia jelasin, ga kayak pas abis kena rumor ama si itu tuh…

Btw, nonton di Arena tuh puas banget liat mereka dari jarak dekat, tapi surprisingly jarang dapet eye contact dari mereka. Gue rasa yang duduk di Stand lebih sering dapet eye contact & bahkan salaman.

Hmm berhubung tulisannya udah panjang banget, review per lagunya lanjut di post selanjutnya aja ya ^^ (penulis tidak bertanggung jawab)

20170527_200627_HDR
Hayo tebak ini kostum yang mana?

20170527_195545_HDR
Big Whale, arsitekturnya unik banget

20170527_210122_HDR
Rapi banget antrean di stasiun. Ini masih banyak fans yang makan dulu di restoran-restoran sekitar venue.

Bersambung ke konser hari kedua!

Japan Trip 4: Osaka lagi, konser lagi (part 4a: Osaka sightseeing)

Previous posts:

Part 1: cerita tentang sebelum keberangkatan & sedikit deg-degan ketika tiba di Jepang
Part 2: konser L’ArCasino hari pertama
Part 3:¬†konser L’ArCasino hari¬†kedua

Here goes part 4: the sightseeing, alias jalan-jalan! Ini masih dibagi jadi 3 part saking panjangnya XD

Minggu (20 September 2015): Going Around Osaka

Terima kasih kepada router wi-fi sewaan dari CDJapan, kami ga perlu nyasar cari lokasi guesthouse yang akan jadi tempat stay satu malam. Wait, kok satu malam? Yes, setelah sebelumnya gue book Sakura Guesthouse untuk 6 malam, gue mikir ulang setelah baca review orang-orang (yee harusnya baca review dulu, keleuss!). Walau harganya lumayan mahal untuk ukuran dormitory bed guesthouse (3800 yen/malam), reviewnya jauh dari menyenangkan. Jadilah gue ganti booking kamar cuma untuk 1 malam, sisanya nginep di J-hoppers. Kenapa ga langsung di J-hoppers? Jawabannya: penuh, cuy..

Tiba di Sakura Guesthouse, gue langsung bete gara-gara di resepsionis ga ada orang. Gue & Nina langsung nelepon owner guesthouse lewat pesawat telepon di meja resepsionis, tapi ga diangkat-angkat teleponnya.. Mba Tini, Achan, dan Heya beserta koper-koper masih di luar karena ga muat masuk ke lobi yang sempit banget. Sekitar 10 menit kemudian, akhirnya ada bapak-bapak tua keluar dari kamarnya & menghampiri kami. Kayaknya habis tidur siang. Dengan bahasa Inggris minim, si Bapak (gue lupa namanya) meminta paspor kami untuk dicopy, lalu nyuruh gue & Nina nyari nama kami di guest list. Buseeett…

Kelar check-in, masing-masing dari kami dikasih uang 100 yen untuk beli minuman di vending machine yang ada di lobi guesthouse. Lumayan… Setelah itu kami mengangkat-angkat koper lagi ke kamar yang berada di lantai 4, yang rupanya sedang dibersihkan. Ya sudah, kami nunggu sambil ngaso karena capek banget dari pagi ngangkat-ngangkat koper. Apalagi pintu keluar stasiun Nipponbashi menuju daerah Sennichimae (tempat guesthouse berada) itu tidak dilengkapi lift, alias kami harus ngangkat-ngangkat koper untuk keluar dari stasiun bawah tanah tsb.

Kamar yang ditempati gue, Nina, Heya, dan Mba Tini benar-benar mirip barak. Ruangan penuh diisi 6 bed bertingkat (total 12 bed), mentok sampe langit-langit. Hampir ga ada space untuk naruh koper dan guesthousenya fully booked. Kebayang deh ntar pasti ribet ama urusan mandi dan ke toilet… Achan dapet kamar di lantai 5, terpisah karena dia pesan belakangan.

Kelar beres-beres & ganti baju, kami segera keluar menuju stasiun. Ternyata guesthousenya dekat tempat judi pacuan kuda, jadi rame banget gangnya, penuh bapak-bapak yang memandang dengan tatapan curious. Tiba di ujung gang, Nina & Achan tertarik beli taiyaki, semacam kue panggang berisi kacang merah. Gue, Heya, dan mba Tini memilih ngobrol di dekat pintu masuk stasiun. Tiba-tiba Heya nyeletuk, “Kok mas-mas taiyakinya mirip Taka sih itu?”. Gue dan mba Tini langsung menoleh dan, beneran ada satu karyawan kedai taiyaki yang emang mirip Taka, vokalis One Ok Rock. Dasar fangirl, kami langsung heboh mau moto candid, tapi ga ada yang berhasil, haha..

DSC_1695

Waktu sudah menunjukkan lewat tengah hari. Daripada nanti kelaparan di jalan, kami memutuskan untuk makan siang dulu. Secara random, pilihan jatuh ke Ebiya, restoran yang berada di deretan toko di bawah tanah stasiun Nipponbashi. Untung gue udah pernah ke restoran macam ini, jadi ga norak lagi XD. Kami memilih menu di mesin vending, masukin uang, lalu kuponnya keluar deh. Kupon bertuliskan menu yang dipesan itu kami serahkan ke pelayan di belakang meja-meja yang diatur seperti bar. Gue mesen tempura don dengan telur mentah & sup miso merah. Ternyata rasanya enaaakk!! Manis sih karena bumbunya, udah dikasih bubuk cabe banyak-banyak tetap aja manis XD Next time beneran kudu bawa BonCabe kayaknya.

DSC_1698

Our first destination: Osaka-jo (Osaka Castle)! Buset dah.. Udah 3x gue ke Osaka, tetep aja ke sini lagi ke sini lagi.. Cuacanya lagi lumayan oke, panas tapi berangin. Sampe di Osaka-jo Park, bukannya langsung ke kastilnya, kami malah leyeh-leyeh di bawah pohon sambil minum kopi kalengan. Nikmat banget… Banyak orang pacaran, keluarga kecil & pasangan setengah baya jalan-jalan atau piknik di taman. Beberapa bawa anjing atau naik sepeda.. Tiap liat kayak gitu iri deh ama Jepang..

Di jalan akses menuju Osaka-jo, ada komunitas pemelihara burung hantu (you read it right!) lagi ngajak jalan-jalan peliharannya. Kyaaa!! Kami langsung nyamperin burung hantu yang keren-keren itu. Anak-anak kecil antusias ngeliatin & ngelus makhluk-makhluk imut itu. Gue? Ga berani XD

Sampai di Osaka-jo, lagi-lagi gue ga masuk ke dalamnya karena takut ga keburu ke Tempozan Ferris Wheel & Osaka Aquarium. Akhirnya cuma foto-foto, mampir ke Osaka-jo Hall & beli es krim, hehe.. Kami lanjut jalan ke stasiun Morinomiya yang ternyata JAUH! XD Emang bener deh kalo ke Jepang itu kudu siapin stamina.

 

DSC_1709

Turun di stasiun Osakako, kami masih harus berjalan sekitar 10 menit untuk sampai ke Tempozan Ferris Wheel. Tapi jalan kaki segitu jauh ternyata worth it! Lokasinya oke banget, di pinggir Osaka Bay & berseberangan dengan Osaka Aquarium. The ride was fun (walau gue tetap takut ketinggian XD). Di satu titik, gue bisa melihat Universal Studios Japan dari atas. Sayangnya kami ga ada waktu untuk ke sana (dan budget XD).

DSC_1719

Selesai main di ferris wheel, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, huhu..mumpung di Osaka, sekalian aja ke Aquarium (Kaiyukan). Tiketnya lumayan mahal (lupa berapa, kayanya sekitar 2000 yen). Aquarium yang merupakan salah satu aquarium terbesar di dunia ini ternyata….biasa aja menurut gue XD Masih bagusan Busan Aquarium sih kalo menurut gue. Kelebihan Osaka Aquarium adalah tour pathnya yang nyampe 1 km, dimana rutenya dibuat agar pengunjung bisa lewat di hampir semua area. Kayanya emang enakan jalan santai deh kalo mau nikmatin.. Gue sendiri suka banget area penguin & tangki raksasa berisi hiu macan yang gedeeee banget. Penguin karena mereka lucu banget, pas tidur kepalanya terkulai 180 derajat ke belakang/depan aja gitu XD. Hiu macan karena ukurannya yang gede banget. Serem juga sih bayangin kalo ketemu beneran di laut.

DSC_1721

IMG_2321

Balik dari ferris wheel & aquarium, ke mana lagi kalo bukan ke Shinsaibashi, nongkrong seberang billboard Glico Man. Area Shinsaibashi rame banget dan sayangnya agak kotor, beberapa sampah berserakan (dan gue curiga pelakunya turis). Ada kejadian agak aneh di mana ada om-om Jepang nawarin diri untuk motoin kita di depan billboard Glico Man, abis itu dia heboh-heboh ke temen-temennya. Mungkin prestasi kali ya, berhasil ngomong ama turis (padahal ngomongnya pake bahasa Jepang), fotonya kepotong pula XD

IMG_6798

Bonus foto burung hantu yang keren banget di Osaka-jo Park, buat Yoichikoala 9dari kamera Nina) ^^

IMG_6636-small

Demikian cerita jalan-jalan ke Osaka di hari pertama. Hari kedua & ketiga didedikasikan penuh untuk nonton konser. Hari keempat, mari ke Kobe!

Japan Trip 4: Osaka lagi, konser lagi (part 1: Pre and Arrival)

Wow..Ternyata terakhir kali gue ngeblog di sini bulan April, which is..setengah tahun yang lalu *sigh*..Terakhir ngeblog ngomongin HYDE, sekarang…mari ngomongin hyde (dan 3 om-om kesayangan lainnya).

Tahun ini sebenarnya rencana gue ke luar negeri hanya sekali, yaitu ke Korea bulan April. Tiket sudah dibeli dari November 2014. Apa daya, bulan Januari NEWS ngumumin Japan Tour di bulan Maret sampai Juni. Jebol deh tabungan untuk nonton mereka di bulan Mei (lagi-lagi Mei dan lagi-lagi Osaka XD). Kemudian, ga ada angin ga ada hujan, bulan Juni giliran L’Arc-en-Ciel yang ngumumin mau ada live spesial di bulan September..(di Osaka LAGI, hahaha). Awalnya gue pesimis bisa pergi, tapi setelah berdiskusi (dan “disetanin” sana-sini), akhirnya gue memutuskan pergi bareng 4 teman dari fandom Laruku yang sama nekatnya. Ya intinya, gue bakal miskin sampai akhir tahun gara-gara bela-belain datang ke konser ini XD.

Langkah pertama, jelas cari tiket konser. Metode undian yang menyebalkan pun harus kami ikuti. Padahal tadinya gue kira fans overseas bakal beda cara pembelian tiketnya. Harap-harap cemas, akhirnya kami berlima dapat tiket! “Rezeki fangirl sholeha” nih, haha.. Next, tiket pesawat. Lagi-lagi rezeki, bisa dapet tiket Garuda Indonesia PP seharga 6,5 juta. Lumayan menghemat waktu dan tenaga karena ga usah transit. Next, penginapan. Tanggal trip kami (19-25 September) ternyata bentrok dengan Silver Week, libur 3 hari berturut-turut di Jepang. Jadinya, semua penginapan low-cost penuh. Pilihan jatuh pada Sakura Guesthouse di daerah Sennichimae, Namba. Tapi setelah baca-baca reviewnya, perasaan gue ga enak…Akhirnya gue menyarankan¬†untuk stay semalam saja di Sakura Guesthouse, sisa 4 malamnya nginep di J-hoppers yang memang gue udah pengalaman stay di sana. Masalah penginapan ini agak ribet karena di tanggal kedatangan (20 Sept), J-hoppers dan afiliasinya (Hana Hostel) fully booked. Ya sudah, jadinya di-split gitu deh, daripada ntar nyesel, And later I knew I made a correct decision :))

Soal urus visa, skip aja ya. Nothing special, ikutin prosedurnya aja. Eh tapi ada yang perlu diperhatikan¬†nih… Mungkin udah pada baca soal turis Indonesia yang dicekal masuk di bandara Jepang? Penyebabnya dia kena random check, lalu pas dicek itinerarynya aneh dan uang yang dibawa terlalu sedikit.. Tips dari gue: buatlah itinerary serealistis mungkin. Misalnya pergi pas summer, jangan bikin itinerary “melihat bunga sakura”. Kalau duit pas-pasan, mending ga usah nulis kalau akan pergi ke beberapa kota. Bawa uang juga jangan ngepas banget lah..masa pergi 7 hari cuma bawa 40.000 yen? Saran gue sih minimal siapin¬†uang 10-15.000 yen dikali jumlah hari kunjungan.

Sebelum berangkat, sempat ada kekhawatiran soal cuaca. Bayangin aja, H-7, tiba-tiba daerah Ibaraki (dekat Tokyo) kena angin topan & banjir besar, lalu di daerah Kyushu ada gunung meletus.. Kata teman yang tinggal di Osaka, beberapa hari itu hujan petir terus menerus.. Alhamdulillah mulai mereda sampai akhirnya tiba waktu berangkat.

Tanggal 19 September. Gue, Heya, Nina, Achan & mba Tini ketemuan di bandara, tentu sambil bengong-bengong masih ga percaya akan pergi ke Jepang CUMA UNTUK NONTON LARUKU. Whew! Kemudian Panji datang mengantar, sempet foto-fotoin & videoin juga. Berasa jadi artis… :)) Situasi terasa too good to be true sampai akhirnya ada masalah kecil. Paspor Heya ditulisin “tidak identik” oleh petugas imigrasi, ga tau kenapa.. Dugaannya sih karena di foto terlihat beda. Kata Heya, pas difoto itu matanya bengkak karena lagi sakit mata. Lanjut mau masuk boarding lounge, giliran tas Nina disuruh dibuka karena ada sampo yang melebihi 100 ml. Mba Tini mulai waswas takut nanti kenapa-napa di Jepang. Di pesawat, gue ga nyaman karena spacenya sempit dan ga bisa tidur gara-gara sakit punggung dan perut. Turbulensi melulu pula.

Fotonya blur hahaha

Fotonya blur hahaha

Tiba di Kansai International Airport Minggu pagi, badan terasa kurang enak.. Perasaan gue juga ga enak, takut kena random check lagi. Believe it or not, tiga¬†kali gue ke Jepang, dua¬†kali gue kena random check! Alhamdulillah di imigrasi lancar-lancar aja. Tapi setelah kami mengambil koper dan berjalan menuju area Bea Cukai…jreeengggg!! GUE KENA RANDOM CHECK LAGI *nangis kejer dalam hati*. “Untung”nya, kali ini gue bareng banyak teman, jadi ga parno¬†kena random check dibanding pas solo traveling. Gue & Heya ditanyain bawa barang yang di list atau nggak (narkoba, senjata api, materi p0rnografi dsb (ya kaleeee)). Kami menggeleng mantap, lalu si bapak cukai nanya mau ngapain ke Jepang. Dengan jujur kami jawab mau nonton konser. Kami juga udah nyiapin print itinerary kalau-kalau ditanya. Si bapak lalu meminta izin untuk buka koper gue & Heya, diaduk-aduk deh tuh koper kayak pas gue ke sana bulan Mei lalu… Sebenernya gue parno juga, takut kalau ada yang masukin sesuatu ke kantong belakang koper yang memang ga ketutup. Alhamdulillah pengecekan koper ga nemu yang aneh-aneh. Fiuh… Pagi-pagi udah bikin stres.

Keluar dari gate arrival, baru deh rasanya legaaaa banget. Kami ke toilet untuk ganti baju, cuci muka & gosok gigi, lalu ngambil router wi-fi sewaan dari CD Japan. Recommended lho ini, murah dan sinyalnya bagus! Kemudian kami beli kartu ICOCA (kartu perjalanan untuk naik kereta & bus) di stasiun Kansai international Airport, lalu menaiki kereta menuju guesthouse. The trip has just begun! (bersambung ke part 2).

Osaka cerah dan panaasss

Osaka cerah dan panaasss

Osaka Trip (23-26 Agustus 2013) ‚Äď Feels Like Home

Gile, nulis ini ketunda sebulan lebih gara-gara sakit (dan dua kali mati listrik padahal baru nulis 1 kalimat)… Oke lah, lanjut~~

Minggu (25 Agustus 2013)

Perjalanan kali ini emang gak kayak perjalanan wisata pada umumnya… I mean, gue & Aya nggak ngoyo bangun pagi dan mendatangi tempat-tempat wisata yang biasanya dikunjungi para turis. Mungkin karena udah familiar ama Jepang (melalui drama, band dan boybandnya), kami santai banget, udah kayak di rumah sendiri. Bangun jam 9 pagi, nyetel TV liat kali-kali ada wajah idol cowok yang familiar, terus gantian mandi. Jam 11an baru keluar dari hotel, nyantai bener kan :))

Tujuan pertama kami hari itu…Beli kartu Kansai Pass, lalu ke Kansai International Airport (KIX) untuk ambil simcard HP yang udah dipesen. Sedih ya, cuma bisa pake dua hari lantaran nyangkut dulu di KL dan Tokyo (baca postingan sebelumnya). Di KIX lagi rame ada pameran pariwisata daerah, lumayan dapet beberapa merchandise.

DSC02918

Kartu Kansai Pass ini berguna banget lho, cuma 2000 yen bisa dipake keliling area Kansai untuk 2 hari. Dibanding beli tiket kereta + bus secara ngeteng, jelas pake Kansai Pass lebih hemat ūüėÄ Kami beli Kansai Pass di stasiun Namba, di bagian Tourist Office.

Beres urusan simcard dan Kansai Pass, kami meluncur ke daerah Tennouji untuk nyari warung takoyaki Yama-chan yang sering dikunjungi personel flumpool, band kesayangan Aya. Oke, ini jadi napak tilas idola deh… Takoyaki Yama-chan terletak sekitar 1 km dari north exit stasiun Tennouji. Jauh yaaa :)) Tapi di Jepang sih jalan segitu jangan ngeluh, soalnya ga ada ojek atau angkot yang bisa sembarangan distop untuk nganter ke tempat tujuan :p

Takoyaki Yama-chan, enaaakk

Takoyaki Yama-chan yang letaknya di shoutengai (shopping street) Tennouji station

Berhubung di Yama-chan cuma ada 1 meja & 2 kursi, kami bungkus lah itu takoyaki dan makan di taman di seberang shoutengai itu. Seru juga, makan di kursi beton, banyak burung merpati (walau rada nakutin), liat orang-orang Jepang berseliweran pake sepeda, orang-orang tua ngobrol di taman… Ah, life is good here.

The real takoyaki. Gendut tapi kempes, ga kebanyakan tepung

The real takoyaki. Gendut tapi kempes, gak kebanyakan tepung

Selesai makan siang, kami ke Tennouji Mio (mall) dan Q Mall. Gila yak, jauh-jauh ke Jepang ujung-ujungnya ke mall, hahaha… Gapapa lah, pengen tau juga mall di sana kayak apa. Dan ternyata lucu-lucu aja gituh baju-baju yang dijual di sana. Kami ke toko earth music & ecology, karena si Aya pengen beli dress yang direkomendasiin member-member NEWS. Ternyata dressnya sold out di hari pertama penjualan! Gilaaaa the power of Johnny’s boys (and consumptive fangirls). Nggak dapet yang dimau, kami pun cabut ke tujuan selanjutnya.. Osaka Jou (Osaka Castle).

Konser NEWS yang kami hadiri kemarin lokasinya juga di kompleks Osaka Jou, tapi kemarin udah terlalu capek untuk main ke sana. Jalan ke Osaka Jou dari stasiun cukup jauh, jauh BANGET malah..kayaknya ga nyampe-nyampe, tamannya gede banget, dan cuaca panas! Tapi semua kelelahan (siapa suruh pake wedges!) itu terbayar ketika melihat Osaka Jou yang gagah di depan mata :’)

Osaka Jou (Osaka Castle). Magnificent!!!

Osaka Jou (Osaka Castle). Magnificent!!!

Osaka Jou from afar

Osaka Jou from below, while thinking that I am a ninja trying to climb it

SAMSUNG

Atap kastelnya kepotong T_T

Karena kebanyakan jalan (dan masih akan jalan lagi sampe malam), kami memutuskan untuk tidak masuk ke Osaka Jou… Beneran jadi cuma foto-foto & duduk-duduk di depan kastelnya lho… Turis yang aneh. The next destination, giliran gue yang wisata napak tilas idola… Let’s go to L’Arc-en-Ciel Cafe.

Berbekal petunjuk dari blognya Ando-kun, kami turun di stasiun subway Umeda, lalu ke pusat perbelanjaan bawah tanah Umeda YANG SUPER LUAS, mencari papan petunjuk ke shopping area Sanban Gai. Setelah ketemu, celingak-celinguk kiri kanan, alhamdulillah nemu directory, jadi langsung tau how to go to L’Arc Cafe tanpa muterin shopping area¬†tersebut. Cafenya mungil lucu, jualannya juga cuma makanan ringan macem omelet, waffle…dan tentu saja kopi, teh, dan parfait. Nggak tau kenapa, wanita-wanita Jepang suka banget makan parfait (es krim campur buah dan biasanya porsinya gede banget). Kami memesan kopi, masih kenyang sih jadi nggak makan.. Aduh, merinding deh bayangin dulunya personel-personel L’Arc sering nongkrong di tempat ini waktu masih berbentuk kissaten (kedai).

Motretnya buru-buru soalnya diliatin orang lewat T___T

Motretnya buru-buru soalnya diliatin orang lewat T___T

Too bad they don't sell this mug or anything to be collected.

Too bad they don’t sell this mug or anything to be collected.

We didn’t stay long because it’s getting late and we still had some places to visit. The next was…HOP FIVE! Mall yang satu ini gila banget karena….di atapnya ada ferris wheel (bianglala). Tapi kami ga keburu untuk naik bianglala karena mau ke Sky Building, akhirnya foto doang deh… Lagian ngeri juga ah :p Di sini sempet belanja di earth music & ecology yang lagi diskon menjelang ganti season… Lumayan banget dress lucu-lucu didiskon sampe 90%!

Look at that intimidating red Ferris wheel on top of Hop Five

Look at that intimidating red Ferris wheel on top of Hop Five

Our next destination was…. Umeda Sky Building! Kami naik ke observatory yang tingginya 173meter, lebih tinggi dibanding first observatory Tokyo Tower yang pernah gue naikin (150m). Excited banget pas ke luar dan liat pemandangan lampu kota dari ketinggian 173m… Banyak orang pacaran (oke, ini ga nyambung).

I wish I had better camera......

I wish I had a better camera……

Kaki pegel dan waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Kami pun bergegas¬†ke stasiun Umeda untuk balik ke hotel. Tapi di tengah perjalanan (yang cuma 3 stasiun kalo ga salah), kami malah melipir ke stasiun Namba dengan tujuan nongkrong di Dotonbori, red district di Osaka. Dari Dotonbori ke Shinsaibashi (lokasi hotel) sih tinggal jalan…jauh.

Jalan-jalan di Dotonbori nyaris tengah malam, oh mai gaaaatt di pinggir jalan banyak host & hostess menawarkan diri! Hostnya cakep-cakep pulak, rambutnya lancip-lancip kayak tokoh anime hahaha… Gue malah lebih fokus ama restoran yang majang replika kepiting SUPER GEDE, lalu teringat episode di komik Harlem Beat dimana si Naruse nyasar di daerah ini dan selalu ketemunya si resto kepiting ini (forgive my manga-otaku side).

Tiba di jembatan Ebisubashi, lagi-lagi gue tercengang liat billboard segede gaban…bergambar ayangkuh cintakuh bebeb Ninomiya Kazunari. Langsung kalap foto-foto deh.. Di seberangnya ternyata si billboard aneh yang¬†super terkenal, salah satu landmark di Osaka… Glico Man. Gue diketawain orang gara-gara foto ngikutin pose Glico Man, eh abis itu malah pada ikutan pose. Cih…

Resto kepiting tempat Naruse nyasar dan merasa dikutuk dewa kepiting

Resto kepiting tempat Naruse nyasar dan merasa dikutuk dewa kepiting (tuh, di depannya ada kakak host lagi “jualan”)

Mampus gak lo liat billboard idola segede gituh (walau iklannya Salonpas)

Mampus gak lo liat billboard idola segede gituh (walau iklannya Salonpas)

Mumpung di negara orang, ga usah malu-malu

Mumpung di negara orang, ga usah malu-malu

Selesai sudah petualangan hari ini… Tau nggak, tadinya kami berencana ke Universal Studios Japan, lalu lanjut ke Kyoto. Tapi karena hujan dari pagi, bikin males, akhirnya rencana berubah total… But it was still fun ūüėÄ

Lewat tengah malam, kami menyeret langkah kembali ke hotel…ya, sekitar 1 km lah dari Dotonbori. Jepang memang negara yang cocok untuk latihan gedein betis.

Osaka Trip (23-26 Agustus 2013) – Another Dream Came True

Sabtu, 24 Agustus 2013

Setelah mendaki gunung lewati lembah melewati berbagai tantangan, gue bersyukur akhirnya bisa menginjakkan kaki di Osaka-jo Hall, tempat konser NEWS. Pas ngelihat bentuk atap dan tulisan Osaka-jo Hall, sebenernya gue malah inget Dir en grey, band J-rock yang pernah gue kagumi, yang konsernya di Osaka-jo Hall tahun 1999 menjadi salah satu konser favorit gue. Tapi nyatanya gue malah nonton boyband di situ tahun 2013, hahaha..

15

Nyampe di venue, gilak udah rame banget! Cewek-cewek yang mau nonton konser NEWS dandanannya cihuy semua.. Ada yang dandan kasual, ada yang pake yukata, bahkan beberapa ada¬†yang pake baju kayak peri, gaun pendek putih plus mahkota bunga. Ajegile niat abis… Banyak juga anak kecil, rata-rata bawa uchiwa bergambar Massu. Bener-bener deh si Massu,¬†bocah-bocah banyak banget yang ngefans dia, padahal orangnya seksi gitu *ehem*

21

Tadinya gue & Aya antri beli goodies. Saat itu udah pukul 11.45, antrian masih puanjaaang..sementara konsernya akan dimulai pukul 12.30. Setelah nanya ke staf dan memastikan kami bisa beli goodies after the concert ends, kami langsung ngibrit ke gate. Walau sempat baca & dengar beberapa kasus mengerikan dimana penonton asing ga bisa masuk karena beli tiket dari tangan kedua, alhamdulillah gue & Aya bisa masuk venue tanpa ditanya-tanya. Fiuuhhh….Duduk di dalam hall, baru sadar belom makan. Gue bercanda ama Aya, “Kampret nih Tego… gara-gara dia, kita jadi telat, sampe ga makan pula!”. (btw, #semuasalahtego emang sempat jadi bahan lucu-lucuan di antara fans NEWS, sih :p). Gue ngeluarin kue yang dikasih di pesawat, eh ditegur ama mbak-mbak staf. Ternyata ga boleh makan di dalam venue XD Gue udah jantungan takut disuruh keluar karena orang asing…hahaha sial.

Seat gue & Aya bagus banget! Walau ga berhasil dapetin tiket arena (festival), kami dapet seat di tribun lantai 1, baris kelima..Lumayan banget, mengingat Osaka-jo Hall tribunnya 2 lantai dan tiketnya DIUNDI. Panggungnya sendiri keren banget, 360 derajat, jadi member NEWS bisa lari-lari keliling. Main stagenya di tengah juga agak kecil. Sambil nunggu konser mulai, gue masih bengong… Masa sih, akhirnya impian gue sejak tahun 2006 bakal terwujud? Gue suka mereka dari sejak berdelapan, terus hiatus, balik lagi berenam, lalu sekarang berempat. Tahun 2010 sebenarnya ada kesempatan nonton saat mereka masih berenam, tapi jadwal kuliah & riset tidak mengizinkan.. Saat¬†lampu padam dan lighting panggung mulai nyala, overture ~compass~ mulai mengalun, baru deh gue sadar…bahwa another dream of mine has come true. Setelah overture abis, gue bakal bisa nonton orang-orang yang selama ini cuma bisa dilihat di DVD dan donlotan. Orang-orang yang selalu bikin gue ketawa karena kedudulannya di variety show, tapi juga orang-orang yang bikin gue percaya bahwa¬†jalan akan selalu terbuka jika kita pantang menyerah. Empat orang yang gue sayang.

Kelar ~compass~ langsung deh intro WORLD QUEST mengalun, lalu panggung hidraulik muncul dari bawah…beserta sosok empat orang menyilaukan (iya, literally menyilaukan…pake kostum penuh payet soalnya XD). Verse pertama, suara Tego… bias gue, ichiban gue, member favorit gue… Dada langsung sesak mau nangis T__T Untung bisa ngendaliin diri, ga nangis gerung-gerung kayak pas nonton L’Arc-en-Ciel pertama kali di Saitama¬†dulu :p

Konsernya…ya jelas SPEKTAKULER sangat. Lengkapnya pernah gue tulis di entry Livejournal ini. Yang kocak tuh pas MC, Tego nanya, “Udah makan belom?”. Gue ama Aya langsung teriak, “Belooommmm..Gara-gara elo tuh!” XD Terus, mereka bahas suatu momen pas mau berangkat konser dan Tego hampir telat. Keiichan, Massu & Shige bahkan pernah harus nyamper nih anak ke rumahnya karena ditunggu ga dateng dan ditelpon ga ngangkat. Ternyata Tego baru bangun karena alarmnya silent =_=. Untung ga telat nyampe di venue. Akhirnya dia disuruh minta maaf sambil berlutut, tapi sambil masuk intro lagu World Quest. HAHAHAHA… Gue & Aya langsung ngakak, lalu¬†#semuasalahtego akhirnya dimaafkan.

Selfie in the venue, checked!

Selfie in the venue, checked!

Konsernya menyenangkan banget, sedih ga bisa beli tiket 2nd show…Tapi ya udahlah, duitnya pun ga ada :p. Kelar konser, kami kalap beli goodies yang lucu-lucu…Beberapa titipan temen sih. Selesai beli goodies, kami balik ke hotel. Udah sore menjelang malam, jadi males jalan-jalan. Apalagi bawa goodies segambreng.

ini dan masih banyaaakkk lagi

ini dan masih banyaaakkk lagi

Balik ke hotel, mandi, lalu fangirlingan bahas¬†kejadian-kejadian di konser tadi *ingat ya, belom makan pagi dan makan siang!*, pukul 5.30an akhirnya gue & Aya cari makan ke luar.. Begitu keluar hotel, jalan ke kiri, kami heran kok ada segerombolan cewek bawa tas NEWS berkumpul di depan sebuah toko…. Ternyata itu JOHNNY’S SHOP sodara-sodara… Toko laknat yang cuma jualan photo pack boyband-boyband Johnny’s tapi lakunya minta ampun. It feels like fate. Padahal pas nyari hotel dulu, gue ga tau kalo lokasinya deket banget ama Johnny’s Shop. LOL.

Udah jauh-jauh ke Osaka, makannya di Ootoya, restoran franchise yang di Jakarta pun ada :)) Abisnya males jalan jauh-jauh. Gue makan menu favorit, tuna sashimi, minumnya matcha latte yang uenaaaakk banget. Kelar makan, Aya ngambil belanjaan online dari Amazon di Family Mart… Temen gue yang ini emang keren, jago banget beli online trus minta dikirim ke convenience store deket hotel.. Balik dari Family Mart, kami jalan-jalan menyusuri deretan toko di Shinsaibashi…nonton anak muda maen skateboard *jadi inget Taman Segitiga di Sinchon deket dorm¬†di Korea dulu*, keluar masuk fancy shop dan beli barang-barang nggak penting lucu.

Because food's picture is a must

Because food’s picture is a must

Malamnya gue kedatangan tamu spesial. Cewek Jepang yang gue kenal di Seoul, namanya Naoko. Di Seoul dulu ketemu di cafenya Yesung, Handel & Gretel, waktu itu Naoko ketinggalan dompet dan bingung jelasin ke staf cafe. Terus gue bantuin ngomong deh… Lalu kita jalan bareng ke KBS radio nonton siaran Super Junior Kiss The Radio (Sukira).. Seneng banget ketemu lagi di kampung halaman dia di Jepang. Naoko ga bisa bahasa Inggris, jadi gue jungkir balik berusaha ngomong bahasa Jepang. Gue terharu karena malem-malem gitu dia masih bela-belain dateng :’)

We love Super Junior, hehehe

We love Super Junior, hehehe

Malam itu juga ada yang spesial. Acara charity tahunan 24 Hours Television (24hr terebi). Pas banget malam itu puncaknya, jadi ada penayangan drama spesial yang dibintangi Ohno Satoshi (member Arashi), terus lanjut variety show Arashi ni Shiyagare yang bintang tamunya Kanjani8. Gak tidur deh gue malam itu, sibuk ngakak nonton ulah member-member boyband dua itu yang lebih mirip grup lawak :)) Hari Sabtu yang bahagia pun berakhir. Lanjut ke part 3~

Osaka Trip (23-26 Agustus 2013) – The Messed Up Flight

Berhubung udah mau setahun, baiknya gue tulis aja cerita jalan-jalan + nonton konser di Osaka tahun 2013 lalu. Sebenarnya masih sakit hati tiap kali inget disaster di trip ini, tapi sayang juga kalo pengalaman jalan-jalan ini ga ditulis :p Okay, start from Day 0, the flight yang bikin senewen..

Kamis, 22 Agustus 2013.

Gue minta izin pulang cepet dari kantor demi ngejar flight. Setelah sempet deg-degan takut kena macet, ternyata malah kecepetan nyampe di bandara. Nunggu Aya sebentar (ternyata Aya dianter bokap nyokap & adiknya XD), habis itu kami check in. Untuk trip ini kami ambil tiket promo airline berinisial AA (tau lah yaa), CGK-KIX PP cuma 3,5 jutaan. Agak khawatir pas pesawatnya delay gara-gara air traffic, dan SUPER¬†khawatir pas nyampe Kuala Lumpur 10 menit sebelum gate closed untuk flight KL-Osaka. Ada 7 orang Indonesia yang sama-sama mau naik pesawat ini, jadi kami lari-lari.. Sayangnya pas nyampe gate boarding, GATENYA UDAH TUTUP!!! Stres ga sih…

Salah satu penumpang yang ditinggal, mas-mas (kalo ga salah namanya Tino) marah-marah ke ground staff. Harusnya kami masih keburu kalo tadi ga ditahan-tahan di gate. Tapi gue ngerti sih, pasti bakal ribet buat yang bawa bagasi. Gue, Aya & mas Tino sendiri ga bawa bagasi, tapi yang 4 orang bawa. Ada bapak-bapak mahasiswa S3 di Miyazaki yang anaknya lagi sakit di Jepang, ada mahasiswa S1 di Fukuoka yang baru balik liburan, dua lagi gue lupa, kayaknya ga urgent-urgent banget untuk cepat balik ke Jepang. Mas Tino sendiri harus nyampe di Osaka Jumat pagi untuk presentasi kerjaan. Kami nuntut ground staff AA (orang India, gue males nginget namanya) untuk mencarikan solusi. Dia bilang kami boleh cari flight pengganti terdekat, nanti uangnya diganti. Lalu kami pinjem internet di executive lounge untuk cari flight. Ternyata flight terdekat adanya Thai Air, yang harga tiketnya sekitar 7 juta, one way. Gila, mana ada duit segitu, limit CC juga ga cukup. Mas Tino & bapak yang anaknya sakit akhirnya ambil flight itu sih, entah akhirnya diganti atau nggak, karena di kasus gue dan Aya sih ga dapet ganti duit transport tambahan, tuh.

Duduk di McD KLIA, kami minta solusi untuk yang ga bisa beli tiket flight terdekat.. Si ground staff nawarin untuk ikut flight AA hari Jumat ke Haneda (Tokyo), atau hari Sabtu ke Osaka. Gue ama Aya langsung nanya, “Kalo ikut ke Haneda, transport dari Tokyo-Osaka diganti ga?”, si India bilang iya, bahkan biaya makan aja bisa di-reimburse. Gue baca-baca Terms & Conditions di tiket, tapi ga nemu klausul itu. Kami minta bukti tertulis, tapi si staf ngeles & ngeyakinin kalo kami bisa reimburse. Terus dia malah bilang, “Kalo ga yakin, kalian ikut aja flight Osaka Sabtu nanti, liburannya diperpanjang”. JELAS GUE SAMA AYA LANGSUNG NGAMUK. “Loe kira kita ga kerja?! Ini mau liburan aja susah banget minta izinnya!”. Si India langsung kicep :))

Dua penumpang yang ngga buru-buru memutuskan ikut flight ke Osaka hari Sabtu, sementara gue, Aya dan si mahasiswa (kalo ga salah namanya Reza) ikut yang ke Tokyo hari Jumat. Kami bertiga minta ditempatin di hotel transit yang memadai sebagai kompensasi. Setelah mastiin besoknya bisa terbang, kami diantar taksi ke Hotel Aston. Saat itu udah mau jam 3 pagi.

Di hotel, gue & Aya belom bisa tenang. Gimana kalo seat ke Haneda besok penuh? Padahal tujuan kami ke Osaka untuk nonton konser NEWS Sabtu siang, which means kami HARUS ikut flight ke Tokyo yang bakal arrive di Haneda Jumat tengah malam, lalu Sabtu paginya naik Shinkansen paling pertama ke Osaka. Bakal mepet banget dan nggak boleh ada yang meleset.

01

Jumat 23 Agustus 2013

Harusnya gue & Aya¬†udah di Osaka dan santai-santai, tapi apa boleh buat, masih nyangkut di KL.. Setelah mandi dan sarapan (makanannya enak-enak, tapi selera nol), kami bertiga balik ke bandara KLIA. Alhamdulillah, masih ada seat di penerbangan KL-Tokyo. Pukul 12an siang harusnya udah take off. Udah duduk cantik di pesawat, tiba-tiba DISURUH TURUN LAGI gara-gara ada masalah mesin T___T. Masya Allaaaahh… Udah mau nangis rasanya. Setelah tahun 2012 gue gagal ke Jepang karena visa student udah mau abis (applynya dari Korea), masa tahun 2013 gagal lagi..?? Setelah akhirnya pesawat take off pukul 2 siang, gue bisa sedikit bernapas lega, walau masih kuatir takut tiba-tiba pesawatnya balik lagi ke KL karena cuaca buruk. Entah napa setiap kali ke Korea & Jepang, cuaca buruk melulu..

Sabtu 24 Agustus 2013

Sabtu dini hari, alhamdulillah pesawat landing di Haneda, Tokyo. Banyak orang tidur di kursi, jadi gue & Aya ikutan cari tempat buat istirahat juga. Setelah cuci muka, gosok gigi dan sholat, kami jalan-jalan di sekitar airport yang lengang. Ada sedikit yang menghibur, pameran real size figure Dragon Ball!! Kayaknya dalam rangka promosi pariwisata Jepang gitu.. Yaudah, foto-foto deh.. Seinget gue, kami ga tidur karena takut kelewatan monorail pertama dari Haneda Airport ke Hamamatsu-cho. Pukul 4 pagi, kami pindah ke depan pintu masuk menuju stasiun, soalnya monorail paling pagi itu pukul 5.

04

Alhamdulillah berhasil naik monorail terpagi menuju Hamamatsu-cho, lanjut ke Tokyo Station. Sampe di Tokyo Station, kami bergegas lagi untuk beli tiket Shinkansen Nozomi ke Osaka. Muahaaalll…gilak. Ada kali harganya 15.000 yen (Rp 1.500.000an). Tapi demi ngejar konser, mau ga mau harus naik itu.

DSC02889

Di Shinkansen, boro-boro nikmatin pemandangan, gue & Aya capek lahir batin..jadinya tidur aja deh XD Tapi lumayan sih awal-awal bisa nikmatin pemandangan Tokyo. Si Aya sendiri udah beberapa kali ke Jepang untuk nonton konser flumpool, tapi belum pernah ke Tokyo.

Singkat kata, pukul 9-an kami sampai di Shin Osaka. Lanjut naik kereta ke Shinsaibashi, tempat dimana hotel kami berada. Sempet nyasar nyari hotelnya (panik!), nanya ama cowok unyu karyawan pachinko yang lagi nyapu halaman, akhirnya ketemu juga hotel New Osaka..yang ternyata tepat di belakang Hotel Nikko, dekat exit 3 stasiun. Ngapain juga kami muter2…Fail!

09

Karena konsernya jam 12.30, kami harus buru-buru mandi dan berangkat ke venue di Osaka-jo Hall untuk antri beli goodies. Agak pasrah dengan goodies sih, soalnya pukul 10.00 baru nyampe hotel.. Tapi udah nyampe situ aja udah syukur. Lanjut ke part 2 ya~