Over The L’Arc-en-Ciel: Will you get over them?

Many fans and media have written their thoughts and reviews about this documentary movie of L’Arc-en-Ciel’s World Tour 2012. Most of them have voiced out my opinions, but I’ll still write mine here to make it memorable, at least for me.

Well, during L’Arc’s live in National Stadium (Kokuritsu Kyogijou) in March 2014, it has been mentioned that there will be a new single in November 2014 and a documentary movie in December 2014. So it wasn’t a surprise anymore. At first, we fans thought that the movie might only be screened in Japan. On early December 2014, the roadshow in Japan started, and as expected, international fans couldn’t stay calm (LOL). We started requesting for overseas screening in our countries.

Indonesian fanbase L’Arc-en-Ciel Indonesia (@Cielers_ID) made a quick move and organized a project to make the screening happen in Indonesia. Titled Over The L’Arc-en-Ciel Placard Project, we managed to collect around 300 photos of fans holding placards asking for the movie to be brought to Indonesia. The photos were collated into a well-designed book and e-book, published online and sent to L’Arc’s management. The book received a good response from the management.

At the same time, Moxienotion, a movie distributor who often brings Japanese movies to Indonesia contacted us and talked about the possibility to bring OTL movie to Indonesia. We were so happy and of course convinced them that
many people wanted to watch it and they would watch it.

IMG-20150120-WA0006

December passed and January came. Fans were waiting for the screening info. Some were patient, some were not. They were anxious that the schedule might not fit or too sudden. Some said they need to book flight tickets, so they
wanted to know the schedule as soon as possible. The schedule came out as 23-25 January 2015, but then postponed to 13-15 February 2015. Pre-sale tickets sold started from 29 January, exactly on Hyde’s birthday. Indonesia was the first overseas country that has the schedule fixed. What’s more awesome? We got screenings for THREE DAYS, at SEVEN theatres. Later on, schedules for other countries announced. They only got one day screening in each country, except Singapore that had 2 day schedule.

I was grateful to have given a chance to watch the premiere. It was such an emotional documentary which I needed to watch it more than once to absorb all the contents. The documentary was very rich, it captured the pre-production
involving various staff, anticipation of fans including crazy welcomes at airports (sadly Indonesian fans didn’t get the arrival time informed), the band’s feelings, and the after-concert impressions. We could see that the band had matured and members don’t require word-conversation to connect with each other. On the other hand, we saw that a world-class band like L’Arc-en-Ciel could also get nervous performing at the “holy” venue, Madison Square Garden. We saw them being very serious and perfectionist in preparing the concert to the point of scolding staff members, while later on they would have fun such as riding an open-roof bus at night or even having a fortune-telling (LOL).

The premiere ticket

The premiere ticket

Our movie tickets

Our movie tickets

Idealistically, the movie tried to capture the preparation, the live cut, the members’ thoughts, and fans’ impressions in each venue. But I think it would be difficult featuring all of those in one documentary covering 14 cities (Hongkong, Bangkok, Shanghai, Taipei, New York, London, Paris, Singapore, Jakarta, Seoul, Yokohama, Osaka, Tokyo, and Honolulu), so they chose which aspects were more interesting in one venue than the others. I wonder if there will be an extended version (LOL). I really want to see more of it.

As a fan of L’Arc-en-Ciel since 2002, it was a pity that I wasn’t in my own country when they held the World Tour. But Thanks God, I still could watch it in Seoul where I lived at that time. The atmosphere was different as Korea had been visited before, unlike Indonesia. But as Hyde said, though the races are different, the fans have the same smile. One of the fans interviewed said, “When we really like something, language is no longer a barrier. We didn’t know other fans before, but we quickly became close because we like the same thing.” Another fan said, “The band helps me many times when I need them. I can get through difficult times because of them.”

Conclusion: Over The L’Arc-en-Ciel documentary movie is awesome, but surely I won’t be able to get over them. Ever.

With friends, fellow fans who love them for more than 10 years

With friends, fellow fans who love them for more than 10 years

Advertisements

Ima Ai ni Yukimasu & Marathon SP

Konbanwa!!

Udah lama gw ga cerita tentang film/dorama/album, padahal dulu demen bgt ^^

Baru2 ini gw donlot 2 movie yang emang pengen bgt gw tonton dari dulu, and here’s a little opinion (& synopsis). Spoiler has been minimalized *I hope XD*

Ima Ai ni Yukimasu (Be With You, 2004, fiction)



Gw tau film ini gara2 nonton PVnya Orange Range yang berjudul HANA, ternyata lagu itu jadi OST film ini. Udah lama gw nyari film ini, akhirnya dapet di Jdramas ^o^

Walaupun ceritanya berbau fantasy, tapi tetep aja film ini menyentuh… Tema romantis menurut gw lebih menonjol dibanding tema keluarga, walopun film ini mengandung keduanya. Gw nangis justru pas bukan adegan tentang keluarga, tapi adegan flashback yang penuh romantisme ala remaja *cieh bahasa gw XD*. Dan dari film ini gw belajar bahwa
"Cinta dan kebahagiaan bisa diraih jika ada usaha dari kedua belah pihak untuk meraihnya". Sweet deshou?

Hal lain yg jadi point utama film ini menurut gw adalah settingnya. Danau luas, hutan berkabut, ladang bunga matahari, sampe rumah tua di tengah hutan, those all made this movie even more beautiful…

A little synopsis from me:

Aio Takumi (Shidou Nakamura) dan Aio Yuji (Yuta Hiraoka -dewasa-, Takei Akashi -kecil-) adalah bapak & anak yang tinggal di sebuah rumah kecil di pinggir hutan. Ibu Yuji, Aio Mio (Yuko Takeuchi) meninggal ketika Yuji berumur 5 tahun. Mio pernah membuatkan cerita untuk Yuji bahwa ketika seseorang meninggal, ia dapat kembali di musim hujan, dan kembali lagi ke Akaibu Star setelah musim hujan berlalu. Ketika Yuji dan Takumi bermain di rumah tua di dalam hutan, tiba2 mereka melihat Mio kembali, dengan keadaan hilang ingatan. Mereka pun menyambut gembira kembalinya Mio, walaupun sulit dipercaya. Mio yang hilang ingatan sedikit demi sedikit mengerti bahwa ia punya suami & anak yang mencintainya, ia pun sering meminta Takumi bercerita tentang masa lalu mereka, which was soooo sweeeet… Gw suka liat Yosuke Asari berperan jadi Takumi jaman SMA, chooo kawaii… *padahal di Code Blue dia nyebelin XDD*

Lanjut, mereka bertiga pun kembali menjadi keluarga bahagia, walaupun ketika musim hujan berlalu Mio harus kembali… Tapi cerita nggak berakhir di situ, karena selanjutnya diceritakan masa lalu Takumi & Mio dari sudut pandang Mio…yang bikin gw nangis seketika T___T

Selain itu, di bagian akhir film ini terungkap jawaban atas pertanyaan yg melintas ketika gw nonton film ini, apakah Mio benar2 kembali dari akhirat? Apakah semua itu cuma mimpi Takumi atau Yuji? Atau ada kemungkinan lain? Dan gw suka jawabannya, coz it’s one of my favorite theme ^o^

Film ini rencananya mau dibuat remake Hollywood berjudul Be With You tahun 2009 nanti, diperankan oleh Jennifer Gardner *cast lainnya gw blom tau XD*

A little trivia : Shidou Nakamura & Yuko Takeuchi menikah setelah syuting film ini

*cinta lokasi kah?*

Buat yang mau liat gambarannya, mungkin PV Orange Range ini bisa dijadiin referensi *soalnya gw tertarik gara2 nonton PV ini ^^*

credit to PNikoJPN

MARATHON (SP, 2007, based on true story)



Tahun 2007 ketika gw nonton 24Hr TV, ada liputan tentang film ini, tapi gw baru dapet donlotannya sekarang ^^ *maklum dulu Speedy blom ada gratisan*

Gw suka film2 SP yang ada di 24Hr TV, soalnya dari kisah nyata & inspiratif banget…Gw masih nyari movie 2008 nih, judulnya Miyuu no Anyo, Papa wo Ageru (Miyuu will give her legs to papa) yang diperankan Matsu Jun. Ada yang dah dapet?

Back to MARATHON, film ini diangkat dari kisah nyata cowok Korea penderita autisme yang menjadi pelari marathon. Film ini pertama dibuat versi Korea tahun 2005 dengan judul MARATHON. Versi jepangnya diperankan oleh Ninomiya Kazunari (ARASHI). Akting Nino sebagai Shotaro Miyata di sini mantap banget!! Selama nonton film ini, gw sama sekali nggak menemukan celah dimana dia berubah jadi Nino, aktingnya stabil banget. Secara gw nggak ngikutin ARASHI, gw ngga tau apakah dia banyak survey sebelum memerankan penderita autisme. Peran lain yg menonjol adalah Misako Tanaka sebagai ibunya Shotaro *yaiyalah fokus ceritanya kan 2 orang ini doang XD*. Peran Masahiro Matsuoka (TOKIO) sebagai pelatih Shotaro juga lumayan. Untuk setting tempat nggak ada yg istimewa, tapi karakterisasi Shotaro & detail ceritanya keren banget (misalnya Shotaro suka banget ama kereta & pelangi) ^o^. Menurut temen gw yg anak psikologi, karakter autisnya Shotaro cukup lengkap (nggak mau liat orang kalo bicara, nggak suka disentuh, sangat taat pada jadwal, hapal detail, melakukan mentah2 apa yang disuruh *misalnya disuruh lari lurus, ya dia larinya lurus walaupun di depan ada penghalang*, dsb). Pelajaran dari film ini,
"Jangan pernah meremehkan kemampuan dan kemauan anak, walaupun anak itu beda dari anak biasanya".

Sinopsis :

Shotaro Miyata (20) sejak kecil menderita autisme. Walaupun ia punya pekerjaan, tapi autismenya kadang menjadi penghalang. Contohnya ketika melihat pelangi, ia langsung meninggalkan pekerjaannya dan mengejar pelangi itu. Ini disebabkan ibunya sejak kecil sering bercerita, "Kalau kita menemukan ujung pelangi, permohonan apapun akan dikabulkan." Shotaro sangat senang dengan kereta api, ia hapal semua jenis dan rute kereta api. Bahkan ketika pertama kali bertemu orang, hal yang ditanyakannya adalah, "Ke sini naik kereta apa?" *kawaiiii…-dies-* Dia juga suka berlari, dan ibunya menyalurkan hobi ini lewat marathon. Tiap hari Shotaro berlatih lari didampingi ibunya. Kemudian Sanae, seorang penulis menyarankan agar bakat Shotaro lebih dilatih, dan ia merekomendasikan Yoji (Masahiro Matsuoka) sebagai pelatih. Yoji menargetkan Shotaro ikut lomba sub-3 alias marathon 3 jam agar skill Shotaro diakui. Latihan yang berat diperparah autisme yang diderita Shotaro tidak membuat semuanya putus asa, malah makin semangat. Yoji juga belajar bahwa ia tidak boleh sembarangan bicara, seperti "Terserahlah, latihan 100 atau 200 putaran lagi juga tidak apa2". Dan hasilnya, Shotaro benar2 berlari 100 putaran! Ibu Shotaro kemudian menyadari bahwa mungkin saja Shotaro berlari bukan karena ia suka, tapi karena ingin melihat ibunya bahagia. Sang ibu kemudian menyuruh Shotaro berhenti latihan dan kembali bekerja, akan tetapi di hari H marathon itu Shotaro pergi diam2 mengikuti lomba…Perjuangan Shotaro mencapai garis finish bukan cuma diwarnai adegan2 mengharukan, tapi juga lucu, contohnya ketika para pelari melewati area minum, Shotaro malah membagikan minum ke para pelari, karena ia di pabrik bekerja sebagai tukang menyediakan minum bagi pegawai lain XDD

Film ini bisa didonlot di Jdramas ^_^

Aduh, gw sepanjang film susah banget untuk menahan hasrat berfangirling XD *jijay abis bahasanya*

Abisnya Nino kawaiiiiiiiii banget, kayak anak kecil *ups, kok gw kayak shotacon jadinya? XD*

Pas dia lomba lari, gw juga ga bisa berhenti fangirling coz KULITNYA MULUS BGT

*dies*

Ahhhh Ninoooo….Aku padamu!!!

Oiyah, sekarang gw lagi donlot film inceran gw dari tahun 2002, LOVE LETTER.

Film lama sih ini, buatan 1995. Gw baca reviewnya dimana gitu, ceritanya tentang cinta yang melewati batas waktu…Sebenernya film ini udah ga bisa didonlot di Jdramas coz udah dilisensi, tapi ada orang baik yg menguploadkan untukku…*pikapika eyes*

THANKS
crunchychu!!