Cara Menonton Konser Johnny’s di Jepang

Berhubung sejak dulu cukup banyak yang nanyain gimana caranya saya nonton konser Johnny’s (yang kayaknya susah banget), sekarang saya coba share ya..

Konser grup Johnny’s Entertainment (JE) seperti Kinki Kids, V6, TOKIO, ARASHI, NEWS, KAT-TUN, Kanjani8, Hey! Say! JUMP, Kis-my-ft2, Sexy Zone dsb emang sistemnya beda dengan konser boyband pada umumnya, tapi kurang lebih sama dengan konser-konser di Jepang yang metode ticketing utamanya adalah dengan ballot alias undian.

Hah, undian? Masa mau beli tiket aja kudu diundi?

Iya, kamu ga salah baca. Terus, ada yang lebih nyebelin lagi, yaitu ballot pertama akan dibuka untuk anggota fanclub, yang mana masing-masing grup punya fanclub sendiri. Maka tak mengherankan kalau fangirl JE di Jepang bisa punya multiple membership untuk grup-grup yang berbeda, demi ballot ini lah. Setelah ballot untuk fanclub selesai, barulah dibuka ballot untuk umum. Lagi-lagi grup JE agak unik dalam hal ini. Kalo untuk grup selain JE, misalnya L’Arc-en-Ciel (saya hanya ambil contoh konser artis yang pernah saya datangi), sepertinya jatah untuk ballot umum masih cukup banyak deh, sehingga setelah gagal dapat ballot fanclub, saya masih bisa ikut ballot umum di 6 website yang berbeda :)) Nah kalau JE, biasanya tiket sudah habis saat ballot fanclub, sehingga tiket yang dijual di ballot umum sangat sedikit. Bahkan teman Jepang saya yang sudah ikut fanclub ARASHI selama bertahun-tahun, bilang kalau ballot umum itu semacam formalitas aja, supaya JE tidak ditegur pemerintah karena jual tiket hanya untuk anggota fanclub.

Jadi…. Jelas bahwa gabung fanclub sangat diperlukan untuk bisa ikutan ballot. Ini agak ribet sih, karena…membership fanclub grup JE sampai saat ini hanya dibuka untuk domisili Jepang, alias ga bisa apply dari luar Jepang 😦 Di sinilah koneksi itu diperlukan.. Kita bisa pinjam alamat teman yang tinggal di Jepang, atau pakai agen yang bisa mengurus membership kita (tentu dengan biaya lebih mahal). Mari kita bahas satu per satu.

1. Pinjam nama & alamat teman di Jepang

Pakai opsi ini dijamin pendaftarannya akan mulus, kartu member akan diantar ke alamat, newsletter per tiga bulan juga lancar, pengiriman tiket kalau menang ballot juga lancar. TAPI karena pakai nama teman, kalau tiba-tiba ada pengecekan ID sebelum masuk venue bisa gawat, apalagi kalau namanya nama orang Jepang, sementara muka kita ga ada jepang-jepangnya. Well, selama ini saya ga pernah mengalami ID check sih, tapi baca-baca katanya ada yang pernah kena random check. Cara mengatasi masalah ini: minta teman (yang namanya kita pinjam) untuk tulis surat, menyatakan kalau kita beneran temannya & dikasih tiket untuk nonton konser. Minta teman untuk tanda tangan & kasih stempel, sekalian minta copy-an resident card-nya untuk jaga-jaga kalau-kalau ditanyain. Tapi saya gak jamin ini berhasil ya..

2. Pakai nama sendiri & pinjam alamat teman di Jepang

Saya & beberapa teman pakai cara ini untuk daftar fanclub NEWS. Teman-teman saya lancar-lancar aja prosesnya, tapi saya agak apes. Rupanya postman di daerah rumah teman yang alamatnya saya pinjam, hapal nama-nama foreigner yang tinggal di daerah situ, sehingga surat berisi kartu member & newsletter atas nama saya tidak bisa diantar ke alamat teman saya (karena nama saya tidak dikenal). Sementara itu, ada teman lain yang pakai cara ini, surat-suratnya lancar-lancar aja dikirim ke alamat temannya, walau pakai nama orang yang berbeda dengan yang terdaftar tinggal di situ. Jepang memang ketat sekali dalam hal kependudukan. Seorang teman yang mengalami masalah ini bisa mengatasinya dengan menelepon pihak JFC (Johnny’s Family Club) & menjelaskan kalau namanya memang nama dia, tetapi alamatnya adalah alamat guardian. Tapi saya nggak jamin cara ini selalu berhasil ya.

Btw, gara-gara pakai cara ini, tiket NEWS NEVERLAND concert saya juga nggak diantar ke rumah teman, tapi harus diambil di venue dengan membawa identitas (paspor), bukti transfer, kartu member, dan kartu pos pemberitahuan bahwa tiket saya belum diantar. Lumayan panas dingin juga pas ngambil tiketnya di venue, apalagi mbak petugasnya gak bisa bahasa Inggris. Untung gak dimintain resident card alias KTP Jepang yang membuktikan alamat saya bener di Jepang T_T

3. Pakai jasa agen

Saya pernah juga pakai jasa agen. Nama yang dipakai untuk daftar adalah nama kita, dan alamatnya pakai alamat si agen. Entah kenapa lancar-lancar aja & nggak mengalami masalah “nama tak dikenal” kayak di opsi nomor 2. Agen ini biasanya minta fee 20-30% dari biaya pendaftaran. Nanti kalau ballot sudah dibuka, kita harus kontak agen ini lagi untuk bantu ballot, karena mereka harus isi form & transfer uang. Untuk ballot tiket, mereka biasanya charge 20-30% juga, di luar biaya lain seperti transfer paypal (dari kita ke agen), postal charge (biaya kirim form ballot lewat kantor pos),  dan bank charge (dari si agen ke bank untuk bayar ballot). Untuk beberapa grup, memang masih ada yang pakai ballot form & dikirim lewat kantor pos, tapi sekarang kebanyakan ballot-nya lewat internet. Kalau ada yang minat pakai jasa agen, nanti saya kasih info agen yang pernah saya pakai  jasanya.

4. Beli tiket re-sale

Nggak mau ribet ikutan fanclub? Kita masih bisa nunggu tiket re-sale, alias tiket yang dijual oleh orang-orang yang menang ballot tapi ga mau atau ga bisa datang. Tiket re-sale biasanya dijual di web-web kayak ticket dot co dot jp, Yahoo Auction, dan ticketcamp. Saya 2x beli tiket lewat ticketcamp (tentu dengan bantuan teman yang tinggal di Jepang karena transfer banknya cuma bisa antarbank Jepang & alamat pengirimannya alamat Jepang). Sayangnya, ticketcamp beberapa waktu lalu ditutup karena dianggap ilegal. Tiket re-sale ini juga ada nama pemegang tiket, yang berarti kita pakai tiket dengan nama orang lain dan berisiko diusir dari venue kalau tiba-tiba kena random check ID. Harganya juga biasanya dinaikin, kadang wajar, kadang gila-gilaan. Saya pernah beli tiket konser ARASHI Are You Happy? seharga 40.000 yen, padahal harga aslinya hanya 8.000an yen.

Jual-beli lewat twitter atau medsos tidak saya anjurkan karena rawan penipuan. Tapi ada teman saya yang lebih percaya beli lewat twitter dibanding web re-sale. Yaa bisa dicek dulu sih background penjualnya. Kalo akunnya baru dan isinya jualan tiket doang, patut dicurigai.

Nah, sekian sekilas info cara-cara beli tiket konser JE groups. Are you ready?

20170528_164824_HDR

Btw, ini list perkonseran saya di Jepang & cara beli tiketnya:

2011: L’Arc-en-Ciel 20th Anniversary (beli tiket re-sale lewat agen)
2013: NEWS 2013 Live Tour (beli tiket re-sale lewat agen)
2015: NEWS WHITE Concert (menang ballot fanclub)
2015: L’Arc-en-Ciel L’ArCASINO (menang ballot overseas yang tumben-tumbenan diadain)
2017: ARASHI Are You Happy? (beli tiket re-sale lewat teman)
2017: Kanjani8 Eightertainment (beli tiket re-sale lewat teman)
2017: NEWS NEVERLAND (menang ballot fanclub & beli tiket re-sale lewat teman)

Advertisements

Japan Trip 5: Tour 5 Kota tanpa Itinerary (part 5 -end-)

Cerita sebelumnya: Part 1 / Part 2 / Part 3 / Part 4

Hahaha, lama amat ya nyelesaiin blognya… Semangat nulis agak on-off soalnya *alesan*. Baiklah, mari kita lanjut ke part 5 alias part terakhir dari perjalanan gue ke Jepang bulan Januari yang lalu. *drum rolls*

Kamis 12 Januari 2017

Jadwal hari ini adalah nonton konser Kanjani8 alias Eito! Setelah cek jam konsernya demi menghindari lari-lari di menit-menit menjelang gate tutup, gue & Wieny nyicil packing sambil sarapan santai di kamar. Tentunya sarapannya beli di konbini (convenience store) semalam karena kami nggak pilih opsi sarapan di hotel. *kere* Sarapan salmon salad & onigiri beli di konbini aja udah enak banget kok.

Fangirls renta nan santai ini pun baru keluar dari hotel jam 3-an, terus makan siang di Sukiya. Gue pilih nabe (hotpot) isi sayuran, daging & ceplokan telur mentah. Endeusss!

20170112_160854

Beres makan, kami ke Dotonbori lagi. Gue ke Tsutaya nyari titipan komik adik gue, si Wieny beli takoyaki. Waktu udah agak mepet tapi kami sempat-sempatnya mampir beli gantungan tas berbentuk bola bulu-bulu. Di kereta, banyak banget mbak-mbak, adik-adik, dan tante-tante Jepang yang juga mau nonton Eito. Gue kebelet pipis, dan ternyata toilet stasiun antreannya udah panjaaangg, haha..Padahal masih harus beli goods (makanya jangan mepet!).

Kelar urusan toilet, kami langsung ngibrit ke Osaka Kyocera Dome, dan pucet liat antrean goodsnya. Ada petugas yang mengamati antrean & nutup line kalo pembeli di area goods keliatan crowded. Untungnya kami berhasil masuk area goods tepat sebelum mas petugas nutup line antrean karena konser hampir dimulai. Masuk ke dome, kami masih sempat beli air mineral. Seat kami di lantai 3, dan gue rada pusing lihat ke bawah. Seatingnya juga sempit banget, jadi agak ngeri pas harus ngelewatin seat-seat yang udah terisi.

Konser Eito kali ini beda dengan konser-konser sebelumnya yang gue tonton di donlotan. Tapi suka sih, karena banyak sesi band-nya. Ada skit Eito Rangers dan sulap juga, hahaha..sesuai nama konsernya, Eightertainment. Salut juga ama mereka yang bisa nyiapin trik sulap yang kece. Lagu-lagunya hanya 50-60%  yang gue tahu, karena memang on-off ngikutin Eito. Senang banget pas mereka bawain It’s My Soul karena zaman itu gue lagi suka-sukanya ama Eito. Ryo-chan ternyata aslinya cakep banget! Lucu menggemaskan gitu deh walau kumisan. Yasu imut, Subaru untung rambutnya lagi bener (jadinya cakep), Yoko putih banget sampe kayak transparan, Maru fansnya ternyata BANYAK BANGET, Hina nge-lead MCnya oke banget, dan bias gue Tacchon…just being Tacchon. “My pace”, rewel, tapi gemesin. *eaaaa*

20170112_185417
Panggungnya cetar membahana, bisa muter 360 derajat, ada extensionnya, dan ada balon udara, jadinya member bisa dadah-dadah ke penonton di lantai 2 & 3.

Pulang konser ketemu Peku dan temennya (Dessy), lalu kami foto-foto..

20170112_215335_HDR
Kyocera Dome, CHECK! (feat light stick bentuk takoyaki. Lucu yaa)

Pulang konser, kami beli bento di konbini, sekalian beli sarapan untuk besok. Gue makan ebi dorrito, enaakk! Malam itu kami lanjut packing sampe tinggal sisa waktu 3 jam untuk tidur.

Jumat 13 Januari 2017

Bangun jam 3 pagi, mandi, final check barang-barang, terus sarapan. Jam 5 kami check out dari hotel dan bergegas ke stasiun karena flightnya jam 7.30 dan di Osaka Airport di Itami (OSA), bukan di KIX, alias belum pernah ke sana. Ga ada celah untuk nyasar! Alhamdulillah berhasil sampai di Itami walau sempet salah naik kereta sekali. Hahaha. Sempet ribet check in gara-gara gue masukin power bank di koper dan ternyata itu gak boleh. Buka lagi deh kopernya..padahal semalem nutupnya aja sekuat tenaga sampe harus didudukin dulu. Beres check in, gue lanjut sarapan di boarding lounge.

20170113_072232
Kenyang banget makan ini. Nasi kepal pake wijen, telur dadar & ayam goreng.

Di pesawat menuju Tokyo, saking ngantuknya, gue langsung tidur sampe landing. Setelah landing, kami ngaso dulu di Starbucks sambil recharge stamina dengan ngopi, sekalian gue beliin titipan tumbler. Nyalain hape, ternyata ada WA urgen dari kantor. Yaelah, lagian HRD bisa-bisanya ngasih deadline penilaian performance cuma seminggu dan pas di tanggal gue cuti =_= Setelah sejam-an ngurusin penilaian, kami bergegas cabut ke Chiba, mau ngunjungin restoran keluarga Aiba Masaki.

20170113_122047_HDR

20170113_124904
Kapan Indonesia punya parkiran sepeda seluas ini ya?

Tiba di stasiun Makuhari Hongo, kami langsung ke Keikarou, restoran China punya keluarga Aiba yang udah turun-temurun. Directionnya..gue lupa, hahaha. Tapi gampang ditemukan kok walau bukan di pinggir jalan besar. Sampai di sana, ternyata kami antrean kedua, di belakang fans China. Restorannya isinya fangirl semua deh kayaknya, haha..Masih ada yang bawa koper pascanonton konser pula. Beruntungnya, siang itu mama Aiba bertugas di kasir. Cantik banget dan mirip Aiba! Si tante ngambil menu dan nyamperin gue & Wieny, lalu dengan English terbata-bata beliau bilang sorry gak ada menu bahasa Inggris, jadi beliau mau jelaskan xD. Gue bilang bahasa Jepang juga gapapa kok, tapi si tante keukeuh pake bahasa Inggris. Ekspresinya pas bingung itu lucu bangeeettt mirip Aiba-chan XDDD Akhirnya kami pilih recommended menu of today, setelah meyakinkan kalo itu ga ada babinya (menunya salad, wakame miso soup, seafood dumpling, shrimp & lobster cream soup, ama puding wijen). Ternyata pas menunya dateng, saladnya campur sliced ham T^T Jadinya rempong deh nyingkirin ham-nya dulu baru bisa makan. Duh, lain kali kayaknya kudu jelasin sejelas-jelasnya kalo kami ga makan babi termasuk bacon & ham ^^;

20170113_140735
Restoran China House Keikarou dari luar. Tadinya di parkiran ada mobil fancy warna biru. Curiga mobilnya Aiba deh, hehe..

Selesai makan di Keikarou, kami memutuskan langsung balik ke Narita Airport. Tadinya mau ke Book Off dulu nyari CD second, tapi takut gak keburu. Kami pulang naik ANA, yang ternyata makanannya emang gak pernah mengecewakan. See you again, Japan…

20170113_141302

[picspam] TOKIO Dream Challenge : Yuya & Sho recruitment

Yeah, becoz I’m extremely bored, gw picspam caps rekrutmen tim futsal JE bikinannya Kokubun Taichi-senpai ah~ Baru aja DL dari ohmiya_sg ^^

Mari kita skip proses rekrutmen Nagase-senpai & Morita Go-senpai XD

Hahaha gw cukup kaget pas Taichi-senpai nyariin Sho-chan ke studio NEWS ZERO. Sho baru mau siaran gitu *atau entah lagi break*

Huwoooo suasana studionya emang agak "beda" ama biasanya..Sho pun terlihat serius & berwibawa *apa sih*. And dia agak panik gitu pas liat Taichi-senpai masuk XDD

*takut senpai berbuat aneh2 yaa Sho-kun?*



Tampak shock… XDDD



Tampannya newscaster berjas hitam!!

Lanjut ke rekrutmen Tegoshi…Taichi-senpai "nyegat" Yuya pas turun dari mobil jemputan…Langsung ngoper bola ke bocah satu itu



Seperti biasa ni anak rada lemot nyadarnya…



Dikasih nomor kehormatan, 10!!

Terima kasih atas kepercayaannya, Taichi-senpai…*tundukin pala Tego*



Seperti biasa, awalnya sok2 nolak gitu…*kemplang*



Kenapa dia semanis iniiiii…



Terakhirnya tetep narsis!! XD

Last, Taichi-senpai ngerekrut Hina by phone, secara Hina lagi ga di Tokyo^^

Akhirnya lengkap sudah teamnyaaa…



Oiyah kalo ga salah tangkep, TOKIO Dream Challenge dibuat utk menantang atlet2 profesional, secara di JE banyak member yg jago olahraga…Futsal ini project pertama, well who knows bakal ada project selanjutnya?

*berharap ada Baseball Dream Team & menantikan Nino & Kame di sana*

Buat yg minat nonton pertandingan futsal JE Team yg akan melawan Nadeshiko Team Japan (timnas sepakbola cewek Jepang XD), tonton di NTV (Nippon Terebi) tanggal 1 Januari 2009 jam 4 sore (WIB) atau jam 6 sore (JST). Ganbareeee!!!

Ribetnya online community.. T__T

Baru 3 hari ngga ngunjungin
EDEN, tau2 ada "kerusuhan" pasca mundurnya Debbie-chan, sang mods T___T

Awalnya karena Debbie membuat postingan resignnya itu nggak bisa di-reply, trus dia nunjuk seseorang (yang pada nggak kenal atau nggak tau siapa usernamenya) sebagai mods pengganti. Rupanya ada yang nggak suka, trus orang ini bikin posting yang isinya agak harsh menurut gw, walopun ada juga pertanyaan dia yang wajar (misalnya kenapa Debbie ngga ngebolehin member ngereply postingan terakhirnya dia, trus kenapa Debbie ngga ngasih link ke LJnya mods yang baru). Hal itu bikin dia bertanya2 dan tercetuslah komen yang harsh tentang mods yang baru… "Who the hell is Tomo-chan, we don’t even know her… I think we need the members to choose the mods within members who is active in here". Si pemrotes juga ngomel di LJnya (yang awalnya anonymous) tentang betapa nepotismenya pemilihan mods di EDEN.

Waahh….

Kaget juga baca postingannya. Dia ngerti "common rules" di online community nggak sih?

Setau gw nih…*hasil berforum dan bermilis selama kurang lebih 6 tahun*

1. Owner (admin) berhak menunjuk siapapun jadi mods, soalnya kan dia yang bikin community itu. Admin udah pasti punya penilaian sendiri terhadap mods yg dipilih, unsur KKN juga sah2 aja dipake asalkan yang dipilih nanti tetap menjalankan tugas dengan baik.

2. Member berhak mengajukan diri jadi mods, tapi keputusan akhir tetap di tangan admin. Nggak semua admin mau melempar polling, karena kadang polling nggak menyelesaikan masalah.

3. Mods nggak harus aktif posting info and stuffs, yang penting dia bisa menjaga agar komunitas dan isinya berjalan dengan baik, misalnya negur atau memfilter postingan yang dianggap melanggar rules. Ini gw ngalamin sendiri di Forum JPopMusic. Mods jarang banget posting, tapi dia segera tau kalo ada masalah. Mods harus memantau forumnya secara konsisten.

4. Tiap komunitas punya rules sendiri. Rules di forum A mungkin beda jauh dengan forum B. Admin forum A mungkin bolehin one liner, belom tentu admin forum B bolehin hal yang sama. Dan orang yang berminat join komunitas harus bersedia mengikuti rules yang berlaku. Kalo kata anak2 LJ, "If you don’t like the rules, just leave!" *memang terdengar kejam tapi begitulah dunia online fandom, kawan*. Nggak heran kalo lebih banyak yang milih stay individual dibanding ikutan komunitas. The choice is yours

Sebenernya masih banyak lagi, tapi gw rasa 4 point di atas udah cukup mewakili general rules yang berlaku *bilang aja males ngetik XD*. Masalah detail lain seperti hotlinking, credit, bashing dll gw rasa udah lebih banyak yang tau daripada gw *yaiyalaahh*

Ijou, now let’s continue fangirling


Gw nggak sabar liat Yasu di Yasuko to Kenji beradu akting (lagi) dengan suamiku di Eito yang selalu terlihat mabushii… I love you Tacchon my sweetheart…

*Yuya ngambek di pojokan*

Image Hosted by ImageShack.us

Oh iya, si Debbie resign gara2 banyak member yang insulting, nyebelin & maunya selalu diturutin…Ya ampun, semoga dia nggak jadi sebel ama Eito gara2 kelakuan fans2 aneh kayak gini…