Cara Menonton Konser Johnny’s di Jepang

Berhubung sejak dulu cukup banyak yang nanyain gimana caranya saya nonton konser Johnny’s (yang kayaknya susah banget), sekarang saya coba share ya..

Konser grup Johnny’s Entertainment (JE) seperti Kinki Kids, V6, TOKIO, ARASHI, NEWS, KAT-TUN, Kanjani8, Hey! Say! JUMP, Kis-my-ft2, Sexy Zone dsb emang sistemnya beda dengan konser boyband pada umumnya, tapi kurang lebih sama dengan konser-konser di Jepang yang metode ticketing utamanya adalah dengan ballot alias undian.

Hah, undian? Masa mau beli tiket aja kudu diundi?

Iya, kamu ga salah baca. Terus, ada yang lebih nyebelin lagi, yaitu ballot pertama akan dibuka untuk anggota fanclub, yang mana masing-masing grup punya fanclub sendiri. Maka tak mengherankan kalau fangirl JE di Jepang bisa punya multiple membership untuk grup-grup yang berbeda, demi ballot ini lah. Setelah ballot untuk fanclub selesai, barulah dibuka ballot untuk umum. Lagi-lagi grup JE agak unik dalam hal ini. Kalo untuk grup selain JE, misalnya L’Arc-en-Ciel (saya hanya ambil contoh konser artis yang pernah saya datangi), sepertinya jatah untuk ballot umum masih cukup banyak deh, sehingga setelah gagal dapat ballot fanclub, saya masih bisa ikut ballot umum di 6 website yang berbeda :)) Nah kalau JE, biasanya tiket sudah habis saat ballot fanclub, sehingga tiket yang dijual di ballot umum sangat sedikit. Bahkan teman Jepang saya yang sudah ikut fanclub ARASHI selama bertahun-tahun, bilang kalau ballot umum itu semacam formalitas aja, supaya JE tidak ditegur pemerintah karena jual tiket hanya untuk anggota fanclub.

Jadi…. Jelas bahwa gabung fanclub sangat diperlukan untuk bisa ikutan ballot. Ini agak ribet sih, karena…membership fanclub grup JE sampai saat ini hanya dibuka untuk domisili Jepang, alias ga bisa apply dari luar Jepang 😦 Di sinilah koneksi itu diperlukan.. Kita bisa pinjam alamat teman yang tinggal di Jepang, atau pakai agen yang bisa mengurus membership kita (tentu dengan biaya lebih mahal). Mari kita bahas satu per satu.

1. Pinjam nama & alamat teman di Jepang

Pakai opsi ini dijamin pendaftarannya akan mulus, kartu member akan diantar ke alamat, newsletter per tiga bulan juga lancar, pengiriman tiket kalau menang ballot juga lancar. TAPI karena pakai nama teman, kalau tiba-tiba ada pengecekan ID sebelum masuk venue bisa gawat, apalagi kalau namanya nama orang Jepang, sementara muka kita ga ada jepang-jepangnya. Well, selama ini saya ga pernah mengalami ID check sih, tapi baca-baca katanya ada yang pernah kena random check. Cara mengatasi masalah ini: minta teman (yang namanya kita pinjam) untuk tulis surat, menyatakan kalau kita beneran temannya & dikasih tiket untuk nonton konser. Minta teman untuk tanda tangan & kasih stempel, sekalian minta copy-an resident card-nya untuk jaga-jaga kalau-kalau ditanyain. Tapi saya gak jamin ini berhasil ya..

2. Pakai nama sendiri & pinjam alamat teman di Jepang

Saya & beberapa teman pakai cara ini untuk daftar fanclub NEWS. Teman-teman saya lancar-lancar aja prosesnya, tapi saya agak apes. Rupanya postman di daerah rumah teman yang alamatnya saya pinjam, hapal nama-nama foreigner yang tinggal di daerah situ, sehingga surat berisi kartu member & newsletter atas nama saya tidak bisa diantar ke alamat teman saya (karena nama saya tidak dikenal). Sementara itu, ada teman lain yang pakai cara ini, surat-suratnya lancar-lancar aja dikirim ke alamat temannya, walau pakai nama orang yang berbeda dengan yang terdaftar tinggal di situ. Jepang memang ketat sekali dalam hal kependudukan. Seorang teman yang mengalami masalah ini bisa mengatasinya dengan menelepon pihak JFC (Johnny’s Family Club) & menjelaskan kalau namanya memang nama dia, tetapi alamatnya adalah alamat guardian. Tapi saya nggak jamin cara ini selalu berhasil ya.

Btw, gara-gara pakai cara ini, tiket NEWS NEVERLAND concert saya juga nggak diantar ke rumah teman, tapi harus diambil di venue dengan membawa identitas (paspor), bukti transfer, kartu member, dan kartu pos pemberitahuan bahwa tiket saya belum diantar. Lumayan panas dingin juga pas ngambil tiketnya di venue, apalagi mbak petugasnya gak bisa bahasa Inggris. Untung gak dimintain resident card alias KTP Jepang yang membuktikan alamat saya bener di Jepang T_T

3. Pakai jasa agen

Saya pernah juga pakai jasa agen. Nama yang dipakai untuk daftar adalah nama kita, dan alamatnya pakai alamat si agen. Entah kenapa lancar-lancar aja & nggak mengalami masalah “nama tak dikenal” kayak di opsi nomor 2. Agen ini biasanya minta fee 20-30% dari biaya pendaftaran. Nanti kalau ballot sudah dibuka, kita harus kontak agen ini lagi untuk bantu ballot, karena mereka harus isi form & transfer uang. Untuk ballot tiket, mereka biasanya charge 20-30% juga, di luar biaya lain seperti transfer paypal (dari kita ke agen), postal charge (biaya kirim form ballot lewat kantor pos),  dan bank charge (dari si agen ke bank untuk bayar ballot). Untuk beberapa grup, memang masih ada yang pakai ballot form & dikirim lewat kantor pos, tapi sekarang kebanyakan ballot-nya lewat internet. Kalau ada yang minat pakai jasa agen, nanti saya kasih info agen yang pernah saya pakai  jasanya.

4. Beli tiket re-sale

Nggak mau ribet ikutan fanclub? Kita masih bisa nunggu tiket re-sale, alias tiket yang dijual oleh orang-orang yang menang ballot tapi ga mau atau ga bisa datang. Tiket re-sale biasanya dijual di web-web kayak ticket dot co dot jp, Yahoo Auction, dan ticketcamp. Saya 2x beli tiket lewat ticketcamp (tentu dengan bantuan teman yang tinggal di Jepang karena transfer banknya cuma bisa antarbank Jepang & alamat pengirimannya alamat Jepang). Sayangnya, ticketcamp beberapa waktu lalu ditutup karena dianggap ilegal. Tiket re-sale ini juga ada nama pemegang tiket, yang berarti kita pakai tiket dengan nama orang lain dan berisiko diusir dari venue kalau tiba-tiba kena random check ID. Harganya juga biasanya dinaikin, kadang wajar, kadang gila-gilaan. Saya pernah beli tiket konser ARASHI Are You Happy? seharga 40.000 yen, padahal harga aslinya hanya 8.000an yen.

Jual-beli lewat twitter atau medsos tidak saya anjurkan karena rawan penipuan. Tapi ada teman saya yang lebih percaya beli lewat twitter dibanding web re-sale. Yaa bisa dicek dulu sih background penjualnya. Kalo akunnya baru dan isinya jualan tiket doang, patut dicurigai.

Nah, sekian sekilas info cara-cara beli tiket konser JE groups. Are you ready?

20170528_164824_HDR

Btw, ini list perkonseran saya di Jepang & cara beli tiketnya:

2011: L’Arc-en-Ciel 20th Anniversary (beli tiket re-sale lewat agen)
2013: NEWS 2013 Live Tour (beli tiket re-sale lewat agen)
2015: NEWS WHITE Concert (menang ballot fanclub)
2015: L’Arc-en-Ciel L’ArCASINO (menang ballot overseas yang tumben-tumbenan diadain)
2017: ARASHI Are You Happy? (beli tiket re-sale lewat teman)
2017: Kanjani8 Eightertainment (beli tiket re-sale lewat teman)
2017: NEWS NEVERLAND (menang ballot fanclub & beli tiket re-sale lewat teman)

Advertisements

Japanese Film Festival 2017 di Jakarta

Tahun 2017 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan Japanese Film Festival (JFF) di Indonesia. Sebagai peminat Jepang & kebudayaannya, tentu saja saya tidak pernah absen. Seingat saya, tahun 2015 JFF diadakan dengan sederhana. Tidak ada gimmick pengumpulan stempel, pemilihan ambassador, atau mendatangkan artis/sutradara dari Jepang. Tahun 2016, JFF diadakan dengan lebih meriah. Saya beruntung bisa hadir di konferensi pers dan bertemu Nomura Shuhei, aktor Jepang yang menjadi ambassador JFF 2016, lalu bertemu dia lagi ketika filmnya, Chihayafuru diputar. JFF 2016 juga mengadakan stamp rally, di mana setiap selesai pemutaran film, penonton bisa mendapatkan 1 stempel & 1 tote bag, kemudian bisa mendapat kaos setelah mengumpulkan 10 stempel. Tahun lalu saya berhasil mendapatkan kaos. Tahun ini pun saya bertekad mendapatkannya lagi 🙂

JFF 2017 memilih Kora Kengo sebagai ambassador. Karena kesibukan di kantor yang tak bisa ditinggal, saya hanya bisa melihat Kengo secara langsung saat pemutaran film A Story of Yonosuke. Saya & teman-teman agak kecewa karena penonton di studio sama sekali tidak diperbolehkan mengambil foto & video saat Kengo memberi sambutan. Beda sekali dengan JFF 2016. Tapi ya sudahlah, toh fotonya bisa dilihat di medsos Japan Foundation..

Kamis, 2 November itu lah saya mulai movie marathon di JFF 2017. Ada 20 film yang dibawa, tetapi saya hanya sanggup & sempat nonton 12. Itu pun Sabtu-Minggu full masing-masing 4 film, hahaha.. Saya coba mini review untuk masing-masing film yang saya tonton, ya ^^

1. A Story of Yonosuke / Yokomichi Yonosuke (2013)
Bercerita tentang pemuda bernama Yokomichi Yonosuke yang datang ke Tokyo pada tahun 1987 untuk kuliah. Di Tokyo, ia bertemu dengan berbagai tipe orang yang akhirnya menjadi kenalan, sahabat, bahkan pacar. Masing-masing orang ini menceritakan pengalaman mereka tentang Yonosuke. Sudut pandang yang berubah di akhir masing-masing cerita memberikan kesan bittersweet. Yang saya suka dari film ini adalah humornya, setting Jepang tahun 1980-an, dan akting Kora Kengo & Yoshitaka Yuriko. Kemunculan Ayano Go sebagai karakter yang tidak saya sangka juga menyenangkan!

2. Drowning Love / Oboreru Knife (2016)
Semangat nonton ini karena Suda Masaki kelihatan cakep banget! Tapi yang saya kira film teenage love biasa, ternyata cukup dark, angsty & membingungkan. Beberapa adegan bikin bertanya-tanya karena tidak ada pondasi cerita sebelumnya. Pengambilan gambarnya terkesan artsy sih, tapi ya udah, gitu doang. Scene favorit: adegan Shigeoka Daiki menghisap sari bunga! Ternyata scene itu termasuk ikonik juga di manganya.

3. Her Love Boils Bathwater / Yu wo Wakasu Hodo no Atsui Ai (2016)
Film keluarga yang awalnya menceritakan kehidupan seorang ibu & anak perempuannya yang ditinggal sang ayah. Mereka tadinya punya usaha pemandian umum, yang terpaksa ditutup setelah sang ayah kabur. Cerita menjadi seru setelah sang ibu menemukan sang ayah & menyeretnya pulang, dengan tambahan seorang anak perempuan lagi yang merupakan anak sang ayah & mantan pacarnya yang kini kabur. Film ini heartwarming sekaligus sedih, satu studio nangis deh kayaknya. Saya juga kedistrak Odagiri Joe yang jadi tokoh ayah yang cakep tapi selalu santai-santai XD

4. Good Stripes (2015)
Awalnya agak malas nonton ini karena tidak ada aktor/aktris yang saya kenal. Tapi kata Wieny, teman maraton JFF yang juga ngaturin jadwal nonton, kayaknya film ini bakal bikin penasaran. Ternyata film ini oke juga, tentang sepasang kekasih yang kelihatannya sih nggak saling cinta-cinta amat, tapi terpaksa menikah karena si cewek hamil. Menjelang pernikahan, mereka pun berusaha mendalami sifat & keluarga masing-masing.

5. Memoirs of A Murderer / 22 nenme no Kokuhaku: Watashi ga Satsujinhan desu (2017)
Akhirnya ketemu film suspense! Film ini merupakan remake dari film Korea Confession of Murder (2012), tapi saya belum nonton film Koreanya sih.. Suka film ini karena plot twists-nya & tentu saja akting Fujiwara Tatsuya yang cocok banget jadi penjahat XD Kemunculan Nomura Shuhei dengan dandanan 1980-an juga lumayan bikin heboh.

6. Mumon: The Land of Stealth / Shinobi no Kuni (2017)
Film ninja berdasarkan kisah nyata “The Great War of Iga”, di mana klan ninja Iga harus bertempur melawan samurai di bawah komando anak Oda Nobunaga & jenderal-jenderalnya. Nonton ini karena yang main Ohno Satoshi, haha.. Filmnya lumayan seru walau beberapa adegan terasa janggal bagi saya.

7. ReLIFE (2017)
Bercerita tentang Kaizaki Arata, cowok 27 tahun yang desperate karena belum punya pekerjaan tetap & tidak tahu apa passion-nya. Kaizaki kemudian bertemu peneliti proyek ReLIFE, yang memberi kesempatan kedua untuk menjalankan hidup di SMA. Film ini ringan, heartwarming, & bikin nostalgia masa-masa SMA, saat yang dikhawatirkan dalam hidup hanyalah nilai ujian dan teman. Btw, Chiba Yudai di sini imut banget! Umur udah mau 28 tapi masih cocok pake seragam SMA & kelihatan seumur dengan Nakagawa Taishi. Taira Yuna juga lucu banget. (review macam apa ini) XD

8. Chibi Maruko-chan: A Boy from Italy (2015)
Rada ngantuk nonton ini. Ceritanya tentang sekolah Maruko yang kedatangan murid-murid homestay dari berbagai negara. Keluarga Maruko kebagian menampung Andrea, cowok dari Italia yang almarhum kakeknya pernah tinggal di Jepang semasa perang & pascaperang. Sepanjang film ini Andrea ribet nyari kenalan kakeknya. Pas nonton ini, kami agak telat masuk gara-gara makan dulu, jadinya nggak tahu siapa dubber Andrea. Tapi suaranya kok familiar.. Di akhir film, baru ketahuan kalau dubbernya itu Nakagawa Taishi! Berasa nonton 2 film Taishi deh…

9. My Uncle / Boku no Ojisan (2016)
Kocak banget film ini! Sepanjang film, satu studio ngakak-ngakak terus.. Ceritanya tentang Yukio, anak SD yang keluarganya ditebengin sang paman, adik sang ayah, yang kerjanya malas-malasan, padahal dia dosen. Paman nyentrik ini dijodohkan dengan wanita Jepang generasi keempat Japanese-American yang tinggal di Hawaii. Si paman pemalas ini kemudian menjadi bersemangat mengejar sampai ke Hawaii.

10. Daytime Shooting Star / Hirunaka no Ryusei (2017)
Film teen romance, bukan cuma antarmurid, tapi ada juga pak guru ganteng yang suka ama muridnya. Adegan-adegannya manis, setting tempatnya bagus, dan Miura Shohei yang jadi pak guru bikin baper, hahaha… Manis banget kelakuannya (walau di beberapa bagian malah jadi flirty sih).

11. Harmonium / Fuchi ni Tatsu (2016)
Sungguhlah saya gak ngerti film ini…Tadinya kirain film keluarga yang hangat, ternyata beda.. Di akhir film, tanpa disangka sutradaranya datang & bikin Q&A! Sayangnya karena penerjemahan yang kurang oke, pesannya jadi kurang tersampaikan.. Udah gitu ada penanya yang nanya pakai bahasa Indonesia, lalu diterjemahkan sendiri ke bahasa Jepang informal (yang tentu nuansanya kurang sopan). Yaelah mas…kenapa nggak nunggu diterjemahkan oleh interpreter aja sih? Sutradaranya sendiri bilang, film ini bisa diinterpretasikan bermacam-macam, seperti halnya pembuat vas bunga yang tidak semuanya bertujuan agar vasnya diisi bunga (gile nih penjelasannya butuh pemahaman tingkat tinggi).

12. Honnouji Hotel (2017)
Film bertema time slip dari Kyoto zaman modern ke tahun 1582, sehari sebelum Honnouji Incident yang menewaskan Oda Nobunaga. Mayuko (Ayase Haruka), wanita yang bingung dengan jalan hidupnya, jadi berubah sejak bertemu Oda & bawahannya di Honnouji Temple, yang secara misterius tersambung dengan lift hotel yang ditempatinya. Filmnya lucu & ringan dengan pesan moral yang tak berkesan menggurui.

Demikian mini review keduabelas film yang saya tonton. Kalau harus pilih top 3, maka favorit saya adalah ReLIFE, A Story of Yonosuke, & Memoirs of a Murderer.

Oh iya, tahun ini ada stamp rally lagi, tapi skemanya agak beda dari tahun lalu. Di JFF 2017 ini, satu stempel bisa ditukar satu bolpen, lima stempel dapat tote bag, dan sepuluh stempel dapat kaos.

dog8469vwaa4-ob-large.jpg

Terima kasih kepada Japan Foundation yang telah menyelenggarakan JFF 2017. Semoga tahun depan event ini ada lagi!

Japan Trip 6: Terlalu Pendek (part 4 -end-)

Cerita sebelumnya: part 1 / part 2 / part 3

Ini apaan sih, judulnya “Terlalu Pendek” tapi kok sampe 4 part? XD Ya karena walau jalan-jalannya sedikit dan terasa pendek waktunya, ternyata banyak juga yang mau diceritain… Here goes, the last part of this trip.

Minggu, 28 Mei 2017 -post concert-

Konser NEVERLAND di Wakayama resmi berakhir. Saking mellownya, gue ga napsu liat-liat papapics (paparazzi pics) yang dijual di luar venue (lalu menyesal, hahaha). Selesai konser sekitar pukul 19.30, gue & Mochie memutuskan sekalian makan malam di Ootoya seberang Wakayama Big Whale. Kami diminta menunggu sekitar 15 menit karena restonya penuh. Banyak juga fans yang makan di situ ^^. Ootoya di Jepang emang enak banget!

20170528_205300_HDR
Tuna sashimi & soba

20170528_221129_HDR
Kereta unik Nanko Ume Umeboshi Densha. Kalo ke Wakayama lagi, gue mau naik ini!

Kelar makan, kami balik ke stasiun Wakayama JR, naik kereta ke Wakayama-shi, lalu menunggu kereta ke arah Namba. Cek hyperdia supaya ga salah naik kereta, hyperdia menyarankan untuk ganti kereta di Shin Imamiya. Turun di Shin Imamiya, jam menunjukkan pukul 12 malam. Buset, ini kalo salah naik kereta bisa gawat dah XD Untungnya, tak lama kemudian kereta datang, kami pun naik sampai Namba. Jam segitu masih berkeliaran di luar rumah, hal yang ga berani gue lakukan di Jakarta, hehehe. Btw, area Namba jam 1 malam masih rame banget!

20170528_235405_HDR
Minuman cafe au lait yang dibeli saat menunggu kereta ke Namba. PIKNIK banget nih?

Balik ke apartemen, gue langsung nyicil packing karena rencananya besok malam mau nginap di airport, karena kereta pertama mepet banget jam tibanya dengan jam check in. Daripada kenapa-kenapa, mending gue nginap di airport aja.

Senin, 29 Mei 2017

Janjian ama Mochie jam 10 untuk ke Fushimi Inari di Kyoto, tapi karena gue kesiangan & masih lanjut packing, jadinya kami berangkat sendiri-sendiri & janjian ketemu di Fushimi Inari langsung. Huhu maaf ya Mochie… Akhirnya jam 12 gue baru keluar apartemen dengan nyeret koper. Bye bye airbnb…Nanti kalau ada kesempatan ke Osaka, gue mau nginep di situ lagi!

Sampai di stasiun Namba, gue menyimpan koper dulu di coin locker, lalu bergegas ke Kyoto. Aaaah Kyoto, kota yang selalu bikin perasaan damai. Nyampe Fushimi Inari ternyata rame banget kayak pasar. Karena susah ketemuan, jadinya gue baru ketemu Mochie setelah selesai mendaki gerbang-gerbang kuil, hahaha. Ini mah namanya jalan-jalan sendiri XD Well, gue memang niat ke Fushimi Inari karena pas 2015 ga sempat berlama-lama di situ karena udah gelap (serem euy…). Kali ini, misi mendaki gunung bisa terlaksana setengah, karena ketika gue mau naik ke puncak, lhooo kok sepi yaaa… akhirnya ga jadi deh XD Ada satu misi lagi, yaitu nyari gerbang bertuliskan nama Tegoshi Yuya, sayangnya ga ketemu T_T ya susah sih, literally there are thousands of gates with names there.

Oh ya, gue juga ketemu cewek-cewek SMP yang lagi ada tugas Bahasa Inggris. Sepertinya mereka disuruh gurunya komunikasi dengan foreigner. Eh mereka malah bawa kertas bertuliskan, “Do you think there are really 1.000?”. Pas gue tanya balik, “1.000 of what?”, eh mereka ga bisa jawab ^^; Gue tanya lagi, “You mean 1.000 people?”, mereka angguk-angguk. Gue jawab, “Yes, I think there are really 1.000 people here.” Mereka langsung, “SANKYUUU” & kabur 😀 Gue balas, “Ganbatte ne~” sambil dadah-dadah, eh mereka jejeritan, “Kawaii!”. LAH????

Beberapa menit kemudian, gue baru nyadar. Kudunya 1.000 gerbang (toori), bukan 1.000 orang!!! Ah, sudahlah =))

20170529_143920_HDR
Stasiun Fushimi Inari

DSCF7506DSCF7509DSCF7511
Banyak jajanan tapi ku tak berani coba

20170529_144738_HDR
Mulai masuk area kuil

DSCF7520
Gagah yaaa

DSCF7529
Ngeliatin orang-orang berdoa

DSCF7531
Masuk area seribu gerbang

DSCF7536
Jangan salah masuk

DSCF7540
Gates

20170529_154126_HDR
Moar gatessss

20170529_152038_HDR
30 menit menuju puncak tapi ku menyerah karena sepi…

20170529_152207_HDR
dan ada peringatan kalo ada babi hutan

DSCF7555
Anak sekolah balapan naik tangga

20170529_145624
Bonus: my selfie xD

Selesai jalan-jalan di Fushimi Inari & bertemu Mochie yang juga gagal nemuin gerbang bertuliskan nama Tego, kami jalan balik. Gue liat es krim Cremia, es krim paling enak yang pernah gue makan. Tapi gue pikir ntar aja ah, di sekitar Kyoto Station pasti ada (TERNYATA GA ADA). Next destination kami adalah restoran ramen halal AYAM-YA, yang berlokasi dekat Kyoto Station. Pas nyampe sana, ternyata jam 4 tutup dong…baru buka lagi jam 6 =_= Kami terpaksa batal ke sana karena kelamaan kalo nunggu sampe jam 6. Akhirnya kami cuma mengganjal perut dengan makan parfait uji matcha di cafe seberang stasiun, yang ternyata ENAK BANGET. Habis itu, lanjut belanja snack khas Kyoto, lalu balik deh ke Osaka. Santay banget yha…

20170529_172629_HDR
Matcha au lait with azuki beans & yuzu jelly. Super delicious!!!

Balik ke Osaka, kami ga ada agenda khusus, akhirnya random aja makan malam di Hanamaru Udon (eh ternyata enak!), jalan-jalan menyusuri shopping street Nipponbashi-Dotonbori, belanja baju murah di GU (I love this store!), beli majalah & kosmetik di gedung Tsutaya, lalu kami berpisah di Namba Station karena gue harus ke airport & Mochie balik ke hotel. See you again, Mochie!

20170529_205142_HDR
Penampilan berantakan tapi rasanya ENAK BANGET

Naik kereta nyaris terakhir, ternyata masih rame aja orang yang ke airport. Sampai airport, gue nyimpan koper di coin locker lagi, kemudian cari spot nyaman untuk tidur (yang ternyata dilematis karena: 1) kalo lokasinya sepi/gelap kok gue takut; 2) kalo lampunya terang banget gue ga bisa tidur. Akhirnya terpaksa pilih opsi 2. Pas lagi baca-baca novel sambil nunggu kantuk, gue disamperin sekuriti airport yang mengecek paspor. Lewat tengah malam barulah gue bisa paksain tidur, walau lampunya terang banget.

20170530_053031_HDR
Coin locker. Perhatikan harga sewa & waktunya ya!

Paginya, gue terbangun karena rombongan turis Indonesia berisik yang udah baris di luar counter ANA, padahal ada tulisan “Check in starts at 05:45” dan saat itu baru jam 05:00 buset dah… Kalem aja napa sih… Gue pun pilih beranjak ke toilet, cuci muka gosok gigi, beli sarapan di sevel, balikin router wifi di kotak pos, lalu ngambil koper & ikut antre. Pas antre ada kejadian lucu. Gue antre bareng mas-mas bule Kanada. Di depan kami ada 2 troli berisi koper gede tapi ga ada orangnya. Ketika antrean maju, mas-mas Kanada ngajakin gue maju ngelewatin troli tak jelas pemiliknya itu. Orang-orang yang baru datang pun antre di depan troli-troli itu. Eeeh tiba-tiba ada ibu-ibu Indonesia lari-lari nyamperin, ternyata itu troli dia, dan dia kaget karena “diselak” banyak orang. Hahaha, siapa suruh nandain antrean pake troli?

Well, bukan itu doang kelakuan turis negara kita yang bikin tepok jidat. Di dalam shuttle bus dari Haneda domestic ke international terminal, ada ibu-ibu ngomeeeel mulu. “Payah banget ANA kok ga ada garbarata, katanya top airlines Jepang?”, “Kok ini bus jalannya lama banget ya?”, “Kok muter-muter sih, perasaan tadi dah mau sampe international terminal deh?”, “Kok antar terminal ga pake kereta sih, kalah ama Singapur”. HELLOOOWW YA UDAH LO KE SINGAPUR AJA GIMANA BU? Dalam hati gue ikut ngomel, tapi gue senyum-senyum aja 🙂 Ibu-ibu Filipino yang dari tadi ngobrol ama gue juga cuma senyum-senyum.

20170530_115143_HDR
Untuk kesekian kalinya gue harus bilang, “Makanan ANA emang TOP BGT!”

Yah, sekian laporan perjalanan kali ini. Semoga masih ada kesempatan mengunjungi Jepang (dan NEWS) di lain waktu. See you again, my second home!

Japan Trip 6: Terlalu Pendek (part 3)

Cerita sebelumnya: part 1 / part 2

Jumat, 26 Mei 2017

Pagi-pagi gue sudah berkemas untuk ke bandara lagi, karena gue harus melanjutkan perjalanan ke Osaka. Dari enam kali travel ke Jepang, lima kalinya gue mengunjungi Osaka XD Bukan berarti lebih cinta kota itu sih…cuma kebetulan konser yang gue datangi selalu di Osaka atau dekat Osaka. Di Osaka gue udah pernah nonton NEWS dua kali, L’Arc-en-Ciel dan Kanjani8 satu kali. Weekend ini, gue nonton NEWS lagi di Wakayama, kota dekat Osaka juga XD

Untuk menghemat waktu & tenaga, gue naik Peach Air dari Tokyo ke Osaka. Di lounge, gue diajak ngobrol ama mbak-mbak Jepang yang DENGAN PEDENYA membuka percakapan pake Bahasa Jepang. Pas dia tau gue bisa jawab dalam Bahasa Jepang, langsung nyerocos deh doi… XD Si mbak ini (namanya sebut saja Shiho) tinggal di Kobe tapi asalnya dari Wakayama (waaahh kebetulan!), dan dia abis jalan-jalan di Tokyo ama temennya. Shiho lalu nunjukin folder foto di hapenya. Gue mulai merasa aneh. Trus dia bilang kalo dia hobi motret cahaya. Dia nunjukin ke gue foto-foto yang dia ambil di berbagai tempat (kayaknya orang ini suka hiking/trekking), di mana kebanyakan foto itu fokusnya ke cahaya. Di beberapa foto, cahaya mataharinya emang bagus sih, ada yang keunguan, kehijauan dsb. Tapi gue ga nemu apa menariknya motoin cahaya, pake hape pula… Ehm oke deh, namanya juga hobi, ya…

20170526_123135_HDR

Mendarat di Osaka, kami berpisah. Gue menuju stasiun, sementara Shiho nyari bus ke Kobe. Sampai ketemu lagi ya, mbak Jepang yang suka cahaya… Btw kami ga saling nanya akun sosmed. Ntar dia syok liat gue fangirlingan Johnny’s. XD. Karena lapar, gue makan dulu di Burger King, habis itu baru lanjut ke stasiun. Osaka mah gue udah hapal, hahaha *sombong*

Di jalan, gue mulai kontak dengan Mochie, temen Indonesia yang akan nonton NEWS bareng. Karena kesibukan masing-masing, kami book penginapan sendiri-sendiri & bikin itinerary sendiri-sendiri. Jadi barengannya cuma pas konser & H+1 konser. Tadinya gue mau nyusul Mochie ke Osaka Bay, tapi sepertinya ga keburu karena gue harus naruh barang dulu di apartemen AirBnb.

Nyampe di stasiun Namba, gue bingung dengan arah ke apartemen. Baru nyadar kalo apartemennya deket stasiun Namba JR, sementara kereta yang gue naikin adalah Namba Nankai. Berbekal Google Maps & peta print-an, akhirnya gue sampai juga di apartemen yang ternyata BAGUS! Macem di drama! Asyik juga ya kalau tinggal di Jepang & nyewa apartemen kayak gini.. Recommended! Hostnya pun super helpful.

20170526_184737_HDR

Berhubung sudah malam dan gue mager (elaaahh), akhirnya malam itu gue ga kemana-mana. Cuma mandi, beli makan malam di konbini yang letaknya di sebelah apartemen persis, lalu…nyalain TV dan nonton drama, hahaha! Muter-muter channel, nemu drama Ie Uru Onna special episode. Malam itu juga gue kontakan ama Yuri-chan yang secara kebetulan akan jalan-jalan di Osaka bareng teman-teman sesama fans JKT48 yang kadang gue temui di Jakarta. Bisa kebetulan gitu ya…ckckck.

20170526_220818_HDR
Makan malem pake chicken curry rice & Lipton peach tea sambil liatin Chiba Yudai.

Sabtu pagi Yuri-chan, Yujiro-san, Yahha-san, dan Dachi-san (yang baru banget balik dari Jakarta untuk nonton graduation concert-nya Veranda) datang ke apartemen. Risa-chan (yang emang tinggal di Osaka) nyusul. Gila  dah, pada berisik banget XDD Kami ngobrolin macam-macam (mostly soal JKT48) sebelum akhirnya jam 10 mereka cabut dari apartemen & nyari hotel untuk nginep. Malam itu Yuri-chan nginep di apartemen gue & Minggu malam dia balik ke Tokyo.

Btw ada kejadian bodoh yang bikin gue rada takut pagi itu. Jadi gini…AirBnb itu di Jepang masih kontroversial, karena perizinannya belum jelas, memicu persaingan tidak sehat dengan bisnis hotel & penginapan, serta potensi bikin gangguan di residential area. Makanya sejak awal, host gue wanti-wanti agar jangan bikin ribut, merokok & hal-hal yang bisa bikin tetangga terganggu. Dia ngasih kuncinya juga diem-diem, dan gue diajarin untuk pake kuncinya untuk masuk ke gedung apartemen. Naah ada satu hal tak terduga, yaitu kedatangan Yuri-chan yang manggil gue lewat interphone! Gue udah jawab di LINE kalo gue akan nyamperin dia ke bawah, tapi dia bilang pencet aja tombol di interphone, nanti pintu apartemen akan terbuka. LALU DENGAN SOTOYNYA GUE PENCET TOMBOL PALING GEDE YANG TERNYATA TOMBOL FIRE ALARM. BEGOOOO!!! Pas udah mencet, baru ngeh kalo ada kanji “api” di samping tombol itu. Sekitar 10 menit setelah Yuri masuk, kamar gue didatengin petugas dari kantor pemadam O__O. Gue ga berani keluar, jadinya Yuri yang ngadepin & dia bilang maaf tadi salah pencet, soalnya penghuninya orang asing (iya bener sih host gue WN Jepang asal Eropa). Untungnya petugasnya ga nanya macem-macem lagi. Abis itu gue langsung lapor ke host & nyaranin dia tempel terjemahan di samping tombol-tombol interphone. Mungkin dia ga nyangka akan ada customer yang pake interphone, kali ya XD

Lah ini postingan kagak ada cerita jalan-jalannya???

Nyambung ke hari Sabtu (concert day 1) & Minggu (concert day 2).

Japan Trip 6: Terlalu Pendek (part 2)

Cerita sebelumnya: Part 1

Kamis, 25 Mei 2017

Bangun lumayan pagi (jam 8), mandi di shared bathroom yang ternyata ga ada antrean, lalu sarapan onigiri tuna dan corn potage yang dibeli semalam di konbini. Hari ini gue ada janji dengan Rii-chan, teman Indonesia yang gue repotin ballot tiket konser NEWS. Jadi gini ceritanya: gue minjem alamat Rii-chan di Jepang untuk bikin membership fanclub NEWS, supaya bisa ballot tiket konser. Gue dulu pernah bikin membership fanclub dengan cara ini, jadinya nanti kartu member FC akan pake nama sendiri, tapi alamatnya pake alamat teman. Kalo pas nonton kebetulan IDnya dicek kan aman tuh karena tiketnya pake nama sendiri (kalo pake nama orang, risikonya kita bisa ditolak masuk venue karena dianggap beli dari reseller). Dulu gue berhasil bikin FC NEWS pake alamat temen LJ, orang Rusia yang tinggal di Osaka. Tapi karena hilang kontak, membership gue putus, lalu gue bikin baru pake alamat Rii-chan di Tokyo. Ternyata peminjaman alamat kali ini bermasalah, karena kadang pak pos ga mau mengantar surat kalau namanya ga dikenal. Jadilah kartu member FC gue, newsletter, dan tiket konser ga diantar ke alamat Rii, melainkan balik ke JFC. Rii udah nelepon ke JFC & katanya tiket bisa diambil dengan membawa ID card/paspor, kartu member FC, bukti transfer pembayaran tiket, dan kartu pos pemberitahuan. Jadilah hari itu gue janjian ama Rii di tengah-tengah jam kerjanya yang sibuk. Tadinya doi cuti, tapi akhirnya ga bisa karena disuruh gantiin temennya. Huhu padahal mau nongkrong-nongkrong cantik dulu…

20170525_084437_HDR
Corn potage & onigiri tuna

Udah lama ga ketemu Rii-chan, pas ketemu malah lupa foto =_=

Beres ketemu Rii-chan, gue ga ada agenda sampe jam 12.30, jadi gue putuskan jalan-jalan ke Tokyo Station. Dari dulu pengen banget ke situ, mengagumi arsitektur bangunannya… Sampe di Tokyo Station ga taunya masih direnovasi besar-besaran, jadinya agak susah ambil foto bagus 😦 Terus, berhubung hari hujan, gue ga bisa jalan-jalan ke Imperial Garden. Kenapa tiap gue ke Jepang pasti hujan?? Ya sudah, gue pun menyusuri jalan di bawah tanah menuju stasiun…apa ya? Tanpa sadar gue udah jalan satu stasiun dari Tokyo Station XD Next stop, Shibuya!

20170525_111801_HDR
The marvelous Tokyo Station

Sampai di Shibuya, gue langsung menuju tempat janjian, di mana lagi kalo bukan patung Hachiko! Sambil nunggu Yuri-chan, teman Jepang sesama fans JKT48 yang bersedia nemenin gue jalan-jalan hari ini, gue jalan-jalan sedikit sambil menikmati suasana Shibuya. Hujan sudah berhenti, jadinya daerah situ ramai orang janjian atau nongkrong.

20170525_121215_HDR

Ga lama kemudian, Yuri-chan dateng. Dia bela-belain cuti setengah hari demi nemenin gue jalan-jalan! Baik banget ya… Sebelumnya, di LINE, gue bilang mau ke Shibuya, Harajuku, Sky Tree. Ternyata Yuri-chan ngajak temen kerjanya, 2 cowok, untuk ikutan ke Sky Tree. Biar ramean dikit dan ada cowoknya, gitu kata dia XD. Berhubung udah jam makan siang, kami masuk ke 109 (Marukyuu) & cari makan di sana. Gue bingung makan apa, akhirnya milih Italian food yang untungnya enak! Kelar makan, kami muter-muter di 109 sambil nyari tas Anello titipan temen. Eh gilak ya itu shopping mall, bajunya lucu-lucu banget & harganya masih terjangkau! Gue beli atasan cropped shoulder(?) & belt lucu. Kelar liat-liat baju, kami masuk ke Tower Records (salah satu tempat yang wajib dikunjungi!). Gue beli single NEWS yang EMMA & album NEVERLAND. Pas mau bayar di kasir, Yuri-chan ngasih tau mbak kasirnya kalo gue jauh-jauh dari Indonesia dateng ke Jepang hanya untuk nonton konser NEWS. Si mbak kasir nanya, “Aaah Wakayama, ya? Saya ga bisa dateng padahal pengen..”. Laah mbaknya fans NEWS juga ternyata XD Dia nanya, “Favoritnya siapa di NEWS?”. Gue jawab Tegoshi. Trus mbaknya, “Aaah…Yappari ne.” (memang, ya). Hadeeeh memang kenapa mbak? XDD Btw si mbaknya suka Massu.

DSCF7450
Promo album The Yellow Monkey ini serem banget penampakannya XD

DSCF7452
Promo GOT7 di 0101 (Marui)

DSCF7456
No Music, No Life (indeed)

20170105_074212

Berkeliling di section khusus Johnny’s

Selesai makan & belanja di Shibuya, kami mampir dulu ke JP Post Bank untuk ngambil refund ballot tiket gue yang gagal (gue ballot tiket konser 2 hari, cuma lolos 1 hari, jadi dapet refund karena sistemnya bayar di awal…iya ribet emang). Agak panas dingin pas ibu petugas bank nanyain resident card, karena nama & alamatnya harus cocok (OMG! Another name & address problem…). Yuri-chan bantu jelasin kalau gue minjem alamat teman. Si ibu petugas bank menggumam, “Kok bisa ya..” tapi akhirnya dia bisa ngerefund uang tiket gue karena gue bawa surat refund dari JFC.

Beres urusan di bank, kami langsung bergegas ke Harajuku. Ternyata hari itu rameeee banget! Takeshita Doori mengingatkan gue pada alley di Myeongdong atau Ewha Street tempat gue sering belanja di Korea dulu. Sepanjang jalan banyak toko lucu. Kami menuju ke Johnny’s Shop, tapi gue ga beli foto NEWS karena yang gue cari ga ada. Keluar dari Johnny’s Shop, ternyata di sebelahnya ada PABLO! Gue langsung minta ke Yuri-chan untuk mampir ke situ, karena gue belum pernah makan cheesecake-nya yang terkenal itu, haha.. Kami pun nongkrong sambil makan cheesecake dan minum kopi. Ah, nikmat banget hidup ini rasanya…

DSCF7461
Super crowded Takeshita-doori

20170525_154357_HDR
Toko kostum pesta yang agak..hmm..

DSCF7463
Modus fotoin PABLO, padahal mah… (iya kita DILARANG foto Johnny’s Shop)

20170525_163121_HDR
Akhirnya kesampaian makan PABLO *nangis terharu*

1495724981635

Lanjut jalan-jalan di Omotesando, Yuri-chan tadinya mau ngajak ke toko sepatu yang bagus tapi murah, tapi dia ga nemu tokonya walau udah pake Google Maps.. XD Gue malah sibuk fangirling napak tilas NEWS 2013 Concert Documentary di mana mereka jalan-jalan di Harajuku (termasuk lihat-lihat foto di Johnny’s Shop). Gue nemu toko crepes tempat Kei-chan beliin buat member NEWS, tapi berhubung kurang suka crepes, jadinya gue ga beli. Gue senyum-senyum sendiri bayangin Kei-chan & Tego jalan-jalan di situ.

DSCF7470
Omotesando po–po–po—

Karena hari semakin sore, gue & Yuri-chan mengakhiri jalan-jalan di Harajuku (ga sempat lihat Meiji Shrine T_T). Tujuan selanjutnya adalah Asakusa! Kami naik kereta dari stasiun Harajuku yang unik itu, masya Allah keretanya penuuuhh banget. Gue udah khawatir ga bisa masuk, eh si Yuri bilang, “Udah masuk aja. Bisa kok.” And believe it or not, kami yang tadinya berdiri dekat pintu, tau-tau udah di dalam gerbong bagian tengah. Jangan-jangan ada yang dorong dari luar XD

Sampai di Asakusa, kami janjian di luar stasiun, lalu menuju restoran okonomiyaki yang terkenal. Tentu foto dulu dong di depan Kaminari-mon.. Ya ampun, terakhir gue foto di situ tahun 2011 pas nonton L’Arc-en-Ciel sendirian. Gue dikenalin ke Matsumoto-san, senior Yuri-chan di tempat kerja, lalu ke Kato-san, junior Yuri-chan. PLEASE YA NAMA KALIAN KOK BIKIN BAPER!!! Kato bahasa Inggrisnya lumayan, dan gue terkejut karena dia belajar bahasa Indonesia demi bisa ngobrol ama gue. Katanya sejak Yuri ngajak dia ketemu gue, dia buka-buka web belajar bahasa Indonesia.. Ya ampun niat amat.. Terus dia lega pas tau gue bisa bahasa Inggris (hadeehh ya keleus..)

20170525_184538_HDR
Bapak yang belakang rada gengges deh

20170525_193837_HDR
Karena resto okonomiyaki-nya penuh, kami pindah ke seberangnya yang ternyata enak!

Keasyikan ngobrol, kami ga sempat jalan kaki ke Sky Tree karena last entrance jam 8. Akhirnya naik taksi, hahaha…Untung masih keburu. Matsumoto & Kato ternyata belum pernah main ke Sky Tree (sama kayak gue belum pernah naik ke puncak Monas kali yha). Kato sebenarnya takut ketinggian, tapi dia pengen nyoba. Kami pun beli tiket hanya sampai deck 1 (350 meter), karena untuk ke deck 2 (450 meter) harga tiketnya beda lagi. Gue sebenarnya pengen ke deck 2 karena lagi ada pameran Attack on Titan. Tapi gue ga enak kalo ngajak mereka & harus bayar sendiri. Akhirnya ya udah, cuma keliling di deck 1 & ngobrol sambil minum di bar yang ada di situ. Ternyata emang ngunjungin tower gitu lebih enak di malam hari, suasananya beda..apalagi kalo ama pasangan. Kami ngobrolin banyak hal. Pas si Kato nanya, “Artis Indonesia yang pernah ke Jepang siapa aja ya?”. Gue jawab “Wah ga tau. Kayaknya sih Agnez Mo, Peterpan, JKT48..”. Pas gue ngomong JKT48, gue disikut Yuri-chan XDD Dia ga mau temennya tau kalo dia fans berat Jeketi. Terus Matsumoto nyahut ke Yuri, “Lo daftar Jeketi juga bisa tuh, sering kan lo ke Jakarta?”. Hahaha.

DSCF7473
Tokyo’s night view

DSCF7476
Lihat Tokyo Tower di kejauhan? :’)

20170525_203023_HDR
Mukanya disensor, wkwkwk

20170525_203652_HDR
Keren lho ini touch screen-nya, bisa di-zoom & keliatan nama gedungnya

20170525_210319_HDR
Dinding barnya pun dihiasi stiker ShingeKyo.. (feat Tokyo Tower di kanan bawah)

DSCF7492
Of course, Look Down Window! Pengen ngajak Massu ke sini… XD

Hari yang sangat padat, tapi membahagiakan~~ Terima kasih, Rii-chan, Yuri-chan, Matsumoto-san & Kato-san! Besok, gue sudah harus terbang ke Osaka…

Japan Trip 6: Terlalu Pendek (part 1)

Hola!

Mudah-mudahan belum pada bosen baca blog gue yang isinya jalan-jalan ke Jepang dan ke kota yang itu-itu aja. Well, itu karena 6x gue ke Jepang, 6x itu pula tujuannya untuk nonton konser, hahaha. Jadinya, jalan-jalan hanya sebagai side event aja. Kali ini, musim panas sounds good 2017, gue ke Jepang lagi untuk nonton konser NEWS di Wakayama. Berhubung ambil cuti 4 hari + 1 hari tanggal merah + 2 hari weekend, gue memutuskan untuk stay 3 hari di Tokyo dan 4 hari di Osaka. Btw untuk tiket pesawat kali ini masih pake tiket murah dari travel fair :p Thanks untuk mbak Sandy yang udah bantuin beli.

Rabu, 24 Mei 2017

Berangkat sendirian dari Jakarta. Ini kedua kalinya naik ANA, dan makanannya emang top! Di perjalanan gue nonton film barunya Ikuta Toma, Close Knit. Di film ini dia jadi transgender! Sumpah deh aktingnya keren banget, sama sekali ga keliatan gesture cowoknya. Btw, ada kejadian yang cukup memorable ketika pesawat hampir mendarat. Mbak pramugari nanya ke gue sambil menunjuk kaos yang gue pakai. “Sorry.. Are you wearing 24hr terebi T-shirt?”. Gue jawab, “Yes. I like it.” Trus dia bilang “Arigatou” & ekspresinya sumringah banget. FYI, 24hr Television itu acara charity tahunan yang digelar Nihon TV di Jepang, dan kaos itu dijual untuk charity. Mungkin karena itu mbaknya seneng liat foreigner beli kaos itu. Padahal gue beli karena murah dan desainnya bagus XD

20170524_072423_HDR

20170524_065745_HDR

Mendarat di Narita Airport, gue langsung nyari kantor pos untuk ngambil router wi-fi sewaan dari CD Japan yang langsung gue aktifkan. Karena udah agak sore, gue ga sempat makan. Gue pikir nanti bisa lah makan di sekitar hotel. Pokoknya prioritas gue adalah nyampe di hotel sebelum gelap.

Dari kantor pos, gue berjalan ke stasiun bandara dan mengisi kartu SUICA. Kemudian dengan sotoynya gue masuk ke peron 1 yang ternyata untuk kereta NEX (Narita Express). Wew… Gue ga berencana naik ekspres karena memang ga buru-buru dan kudu hemat. Dengan sedikit malu, gue balik ke gate & ngomong ke mbak petugas loket kalau gue salah masuk. Dia nge-tap SUICA gue (sepertinya dinormalin), lalu menunjukkan arah yang benar. Maap ya mbak, hehe…Gue tiap ke stasiun Narita Airport kok salah peron mulu sih.

20170524_170430_HDR.jpg
Bukan kereta untuk jelata

20170524_171411_HDR
Balik lagi menuju peron yang benar (peron 2 atau 3)

Setelah masuk peron yang benar (peron Keisei Line), gue langsung naik kereta menuju Nippori untuk transit di situ. Kemudian gue menyesal naik kereta biasa karena…JAM SEGITU MASIH RUSH HOUR alias keluarnya susah banget. Untungnya pengguna kereta di Jepang ga kayak di Indonesia yang ogah geser kalo udah di dalem. Mereka ke luar dulu untuk ngasih kesempatan penumpang yang mau turun. Transit di Nippori, gue nyari kereta menuju Minamisenju. Keretanya penuh lagiiii 😦 Duh ga enak banget bawa koper naik kereta yang penuh orang pulang kerja. Pas turun pun gue harus ngomong, “Sumimasen..orimasu” (Permisi..mau turun) berkali-kali supaya orang-orang ngeh dan ngasih jalan. Next time mending naik kereta ekspres aja deh…

Sampe di Minamisenju udah gelap 😦 Gue berdoa supaya ga nyasar. Berbekal peta yang sudah diprint & Google Maps, gue mencari jalan menuju hotel Juyoh. Jalanan menuju ke sana dari stasiun agak tricky, karena ternyata harus naik lift ke jembatan penyeberangan, nyebrang, lalu turun lagi pake lift. Hampir aja gue nyasar, padahal rute di peta cuma lurus doang. Untungnya gue berjalan ke arah yang benar. Di ujung jalan kelihatan Sky Tree! Huwaaaa! *langsung excited*. Sambil menyeret koper, gue sempatkan foto dulu.

20170524_191111_HDR
Tokyo Sky Tree di kejauhan

Pas udah dekat hotel, gue bingung karena ga ngeliat plangnya. Daripada nyasar, gue nanya anak SMA cowok yang kebetulan lewat *bukan modus*. Eh ama dia malah dianterin! Ternyata gue kelewat, hahaha… jadi malu ama si dedek.

Hotel Juyoh ini merupakan hotel yang direkomendasikan teman-teman gue di Twitter karena murah, bersih, dan lokasinya cukup strategis. Kamar mandi dan toiletnya shared, tapi gue ga pernah antre karena sepertinya jumlah kamar mandi & toilet sebanding dengan jumlah kamar, ga kayak hostel khusus wanita yang pernah gue tempati di Osaka.

Kelar beres-beres, gue ganti baju dan jalan-jalan di sekitar hotel, sambil nyobain kamera pinjaman, hehe. Berhubung belum familiar dengan lokasinya, gue memutuskan beli cup noodle di konbini untuk makan malam.

20170524_220527_HDR
Mie favorit: Kitsune Udon & minuman favorit: Kirin Lemon Tea.

DSCF7425
Percobaan foto pake kamera Fuji

DSCF7424
Sebenarnya di depan hotel ada bus stop, tapi gue belum berani naik bus karena kalo nyasar bisa jauh banget.

Besok gue mau explore Tokyo dan ketemu teman Jepang yang biasanya ketemu di Jakarta kalau ada event JKT48. Can’t wait!

NEWS NEVERLAND Concert (Wakayama Day 2)

Postingan sebelumnya (Concert day 1) bisa dilihat di sini.

Yak, beres konser hari pertama dan nyampe Osaka lagi nyaris tengah malam (Wakayama jauh gilak), lanjut yakiniku ama teman-teman Jepang, gue tiba dengan tepar di penginapan…Besoknya (Minggu 28 Mei) bangun jam 9, abis itu masih males-malesan di kamar. Yuri ngajak makan siang bareng teman-teman Jepang, tapi gue ga bisa ikut karena janjian ketemu Mochie jam 1 untuk makan di Stasiun Namba sebelum berangkat ke Wakayama. Mochie paginya ke JE Shop Umeda nyariin titipan temennya, trus pas nyampe Stasiun Namba waktunya udah mepet, gue pun nyampenya ngepas. Akhirnya kami bungkus McD burger buat dimakan di jalan. Sedih…wkwkwk

Concert day 2, Minggu 28 Mei 2017

Seperti yang gue ceritain sebelumnya, tiket hari kedua gue belum ada di tangan, karena harus diambil di venue langsung. Berbekal paspor, kartu pos pemberitahuan, dan doa, gue menuju counter tiket. Ada beberapa antrean, terus gue salah masuk ke antrean tiket OTS dong, hahaha maluuu.. Nanya sekuriti, ditunjukin loket yang benar. Gue deg-degan pas ngomong ke mbak petugasnya pake bahasa Jepang pas-pasan, “Saya belum terima tiketnya.” Terus gue sodorin paspor & kartu pos. Mbaknya nanya, “Kartu membernya mana?”. Gue jawab, “Kartu membernya juga saya ga terima.” Si mbak memroses identitas gue, lalu ngeluarin amplop berisi tiket bertuliskan nama gue! Dia bilang, “Oke silakan diisi nama, alamat, no telp, & tulis, (Saya telah menerima tiketnya).” Gue seketika panik karena ga bisa nulis kanji alamat pinjeman dari Rii-chan! Lebih parah lagi, gue ga tau romajinya. Lagi panik gitu, mbaknya nanya, “Itu bukan alamat kamu?”. Gue jawab, “Ini alamat saya kok.” Kemudian Mochie mengambil pulpen dari tangan gue DAN TERNYATA DOI BISA NULIS KANJI. *standing applause*. Tiket pun berhasil didapat walau agak drama. Terima kasih Mochie… 😀 Oh ya, hari ini gue dapet di Arena Blok A!! MAMPUS!! Blok paling depan! Nyesel ga dandan lucu! (salah sendiri).

20170528_164824_HDR

20170528_165725_HDR

Setelah beli light stick baru (yang kemarin gue baru tau kalo synchronized), kami masuk venue, lagi-lagi misah. Gue di Blok A kiri, Mochie C kanan. Lumayan, beda view ama kemarin. Gue syok pas tau kalo kursi gue kedua dari kiri catwalk. Yang artinya hanya ada satu orang antara gue dan catwalk. Maaaakk!! Deket banget, tapi berhubung sekuritinya banyak, gue ga berani ambil foto, bahkan panggungnya doang. Sebelah kanan gue cewek fans Massu, anteng banget. Tiba-tiba dia nyolek gue, ngomong pake bahasa Jepang, “Maaf, saya baru pertama nonton konser NEWS. Kalau nanti saya aneh-aneh, maafin ya..”. Gue jawab, “Gapapa. Wah asik banget baru pertama nonton langsung dapet seat bagus.”. Dalam hati gue, “Yaelah paling juga nanti gue yang lebih rusuh daripada elo.” XD

NEVERLAND
Kampret emang nih lagu. Intronya keren banget, berasa masuk ke dunia khayal (ya emang kan). Venue gelap, panggung naik perlahan dengan siluet 4 orang. Pas masuk bait pertama tuh langsung WOW banget! Saking deketnya gue ke panggung, pas apinya nyala sampe kedengeran bunyi “Bwoosh” & nerpa muka lumayan panas. Baru ngeh kalo selain Tegoshi yang bawa obor, Massu bawa pedang, Kei-chan bawa tongkat komando, & Shige bawa bendera. Kereeenn!

IMG_20170629_101033
(pic: screencaptured from the news on TV)

Un Deux Trois (An Du Torowa)
One of my favorite tracks from NEVERLAND. Lagunya ceria & idol-ish banget. Di lagu ini mereka jalan dari panggung tengah ke panggung utama, yang artinya adalah MEREKA LEWATIN CATWALK. Gilaaakk ganteng semuaaa!! *kalap*. Saking deketnya bahkan keringat mereka netes-netes pun keliatan dari kursi gue. Detail kostumnya juga kelihatan lebih jelas. Btw, cewek sebelah gue yang fans Massu nangis kejer pas lagu pertama, sampe bikin gue kuatir doi pingsan. Gue rangkul aja sambil ngusap-usap bahunya. Aduh lucunya kamu, dek…

EMMA
NEWS udah ganti kostum EMMA, yang biasanya gue cela-cela tapi kali itu kok keliatan cakep XD Ya emang ng3h3k banget lah lagu ini dengan jacket dance-nya, untung Tego udah sering ngebitchy lebih dari itu, jadi gue ga sesak napas banget lah XD

IMG_20170620_192306
Let me remind you of the costumes

KAGUYA, Koi Matsuri
NEWS naik crane sendiri-sendiri, terus diputerin 360 derajat, 2x puteran rendah & tinggi supaya penonton di Stand lantai 1 & 2 kebagian semua. Kemarin gue kebagian Massu & Kei-chan, hari ini kebagian Tego & Shige. Seru banget liat mereka lewat di atas kepala. Sayangnya mereka ga nunduk untuk dadahin penonton yang di Arena. Gapapa lah, yang penting kelihatan dari deket. Pas Koi Matsuri seru banget putar-putar handuk, tapi gue ga beli handuk, hahaha, jadinya muterin light stick aja. *fans kere*

D.T.F., 4+FAN
NEWS udah balik ke panggung utama, trus jalan ke panggung tengah. Yeaaayy liat mereka lagi dari dekat~ Btw, gue ga tau kenapa nih lagu DTF dipilih buat dibawain, padahal biasa aja. Mungkin karena chant-nya seru & nyambung ama 4+FAN.

Ayame (Shige solo)
Shigeaki Kato emang ya, tiap konser pasti solonya paling menarik (walau mungkin lagunya yang di album kurang menarik). Dari mulai jadi bell boy, Le Petite Prince, eh sekarang  jadi penari kontemporer pejuang equality(?). Aksi dia di lagu ini lumayan mendebarkan, yaitu manjat crane telanjang kaki. Takut kepeleset deh T_T

IMG_20170615_205133
(pic: weibo)

Brightest
Lagu yang biasa aja dari album NEVERLAND, tapi dibuat jadi luar biasa dengan bantuan lighting. Kereeenn!!

Sirius, Snow Dance
Dua lagu yang gue merasa biasa aja, tapi berhubung dibawain sambil naik cart keliling venue, tentu harus disambut dengan gegap gempita (dan caper). Ternyata emang bener kalo di Arena itu lo cuma puas nontonin artisnya, tapi jarang diwaro dibanding yang duduk di Stand barisan depan. Lumayan tuh banyak yang bisa salaman. Aku iriii~~~

Touch
Aaahh seneng banget liat lagu ini dibawain! Feeling happy-nya tersampaikan! Plus Massu di akhir lagu geje nyolek-nyolek siapa gitu (ga keliatan dari tempat gue) sambil bilang, “Touch.”

Nyanta (Koyama solo)
Kemarin gue nangis pas liat performance lagu tentang kucing kesayangan Kei-chan ini. Gimana ga nangis, di layar ditampilin slide show Nyanta dari masih bayi (dan Kei-chan keliatan masih SD), sampe the old Nyanta nemenin Kei-chan latihan. 20 tahun melihara kucing, udah kayak adik sendiri kali ya, makanya pas meninggal sedih banget. Hari ini gue ga nangis, tapi ada mbak-mbak deket gue yang nangis.

Koi wo Shiranai Kimi e, Full Swing
Dua lagu yang syahdu bikin baper. Pada cakep-cakep banget di sini (review tidak berguna). Ga ada nangis-nangis tapi tetap indah (apaan).

Koi no ABO, NYARO
Lupa, kayaknya mereka keliling lagi deh pake cart. Kali ini ke Stand lantai 3. Menang banyak deh fans yang di lantai 3, bisa liat dari jarak dekat banget soalnya hallnya kecil. Kalo nekat mau meluk bisa tuh kayanya (dengan risiko diseret sekuriti) XD

ORIHIME
Kalo ga salah inget, mereka nyanyi di atas crane, sendiri-sendiri. Majestic. Mau nangis liatnya.

FOREVER MINE (Massu solo)
Lagu di albumnya biasa aja, solonya pun biasa aja, ga pake visualisasi di layar ataupun pake penari. Lagi pengen yang simpel ya, Massu?

Silent Love, Mysteria
Bangkeeee!! Lagu Silent Love yang gue hujat karena dangdut banget, ternyata versi live-nya bagus! Dance-nya ala-ala hiphop swag(?) gitu. Mysteria malah ada gerakan yang mirip break dance. Top lah!

Sakura Girl
Always baper lah tiap denger & liat lagu ini, karena ini lagu kesukaan almarhum papanya Tego. Bawainnya juga anggun banget.

I’m Coming (Tegoshi solo)
Dari kemarin setiap lagu ini muncul gue langsung maki-maki, yang dilanjut istigfar, saking intense-nya ini lagu XDD Pas denger di album, emang image-nya yaa cowok haus cinta (diperhalus) yang teriak-teriak, “ikeeehh, nandomo ikeeehh” (iya mz iya mz), tapi gue ga nyangka aja kalo props di panggungnya akan nongol dalam bentuk…bed. Makhluknya pake sweater putih robek-robek plus daleman tanktop item, pundaknya diumbar ke mana-mana. Terus pas bagian solo gitar, bocahnya berakting kayak lagi make out ama cewe (eh apa cowo ya? XD) di atas kasur, pake efek “uh ah uh”. Beberapa bagian  kayak Hyde wannabe, melet-meletin lidah sambil ngedip manja. Gimana gue ga istigfar coba.

tego-1
(cr: FB group)

tego-2
(cr: FB group. Aduh bayangin siapa neh mz…)

BLACK FIRE, Bambina, Chankapaana
BLACK FIRE, lagu yang agak ngerock di NEVERLAND, keren pake efek-efek api. Shige on fire banget, sampe-sampe dia lupa ambil mic buat nyanyi Bambina XD. Tego sigap nyodorin mic buat Shige. Eh abis itu si Massu malah ngeledek pas bagian dia nyanyi, pake mic 3 biji XDD Bener-bener dah…

Chumu Chumu, weeeek
Keliling pake cart lagi. Asiiik banyak banget fanservice-nya. Lempar-lempar bola bertandatangan, sayangnya gue ga dapet.

Pokoponpekorya
Balik ke panggung tengah, pas mau masuk reff lagunya berhenti & mereka tiduran aja gitu di panggung, ceritanya kena sihir. Penonton diminta bantu bangunin dengan cara..menari seperti yang diinstruksikan di layar. Para Junior membimbing penonton untuk nari. Seruuu hahaha.Oh ya, di bagian ini Massu memperkenalkan para Junior. Terus kebetulan Kei-chan duduk santai di panggung tengah, menghadap ke arah gue. Berhubung di sekitar gue isinya fans Tego & Massu, kayaknya ga ada yang caper ke Kei-chan. Yaudah gue dadah-dadah centil pake 2 tangan. Eh dibales! KYAAAAA! Kalo ama Tego mah gue udah pasrah, tu anak kalo ngeliat jauh ke arah Stand, jarang ngewaro yang di Arena.

Nagareboshi
Lagu yang cocok untuk penutup. NEWS jalan dari panggung tengah ke panggung utama. Alhamdulillah dapet dadah dari Shige. Di akhir lagu diterbangin styrofoam tipis-tipis berbentuk hati & nyala fluorescent. Lumayan gue nangkep dapet 1, trus dikasih ama bule depan gue 1 lagi.

U R Not Alone
Ga ngerti ini lagu masuk encore apa bukan. Kalo encore kok cuma 1 lagu… Yang jelas, di lagu ini penonton bisa nyanyi bareng ama NEWS. Fix gagal move on dari konser NEVERLAND ya karena lagu ini yang emosional banget. Kelar lagu ini ga ada lagu lain lagi, padahal gue pikir ada encore. Toh konsernya “baru” 2,5 jam, huhu…

Side story
Dua hari ini gue mabok diwaro Juniors! Ada 16 Johnny’s Junior yang jadi backdancer NEWS, dan mereka komunikatif banget ama penonton. Kadang-kadang pas NEWS lagi naik cart menyapa penonton yang jauh, penonton di Arena malah sibuk dadah-dadah ama Juniors, nyemangatin mereka. Gue aja iseng dadah-dadah ditanggepin melulu, padahal ga tau namanya satu pun. Pas dikenalin Massu, baru ngeh kalo anak-anak MADE yang tadi ramah banget ke gue. Di hari sebelumnya, malah ada Junior yang ngenalin baju cosplay yang gue pake, dan dia tampak kaget tapi langsung ngasih jempol. Gue ngasih lambang hati pake tangan juga dibales ama Jr lainnya. Fanservice Jr mantap bangeet hahaha.

Penutup
Semoga tahun depan gue masih bisa nonton 15th anniversary NEWS. Thank you for your heartwarming & wonderful performance. I’ll keep on supporting you, my four knights!

20170528_201421_HDR
Pamer confetti..

20170528_201245_HDR
Light stick yang dibeli secara impulsif XD

Thanks NEWS, see you on 15th Anniversary!