Japan Trip 6: Terlalu Pendek (part 1)

Hola!

Mudah-mudahan belum pada bosen baca blog gue yang isinya jalan-jalan ke Jepang dan ke kota yang itu-itu aja. Well, itu karena 6x gue ke Jepang, 6x itu pula tujuannya untuk nonton konser, hahaha. Jadinya, jalan-jalan hanya sebagai side event aja. Kali ini, musim panas sounds good 2017, gue ke Jepang lagi untuk nonton konser NEWS di Wakayama. Berhubung ambil cuti 4 hari + 1 hari tanggal merah + 2 hari weekend, gue memutuskan untuk stay 3 hari di Tokyo dan 4 hari di Osaka. Btw untuk tiket pesawat kali ini masih pake tiket murah dari travel fair :p Thanks untuk mbak Sandy yang udah bantuin beli.

Rabu, 24 Mei 2017

Berangkat sendirian dari Jakarta. Ini kedua kalinya naik ANA, dan makanannya emang top! Di perjalanan gue nonton film barunya Ikuta Toma, Close Knit. Di film ini dia jadi transgender! Sumpah deh aktingnya keren banget, sama sekali ga keliatan gesture cowoknya. Btw, ada kejadian yang cukup memorable ketika pesawat hampir mendarat. Mbak pramugari nanya ke gue sambil menunjuk kaos yang gue pakai. “Sorry.. Are you wearing 24hr terebi T-shirt?”. Gue jawab, “Yes. I like it.” Trus dia bilang “Arigatou” & ekspresinya sumringah banget. FYI, 24hr Television itu acara charity tahunan yang digelar Nihon TV di Jepang, dan kaos itu dijual untuk charity. Mungkin karena itu mbaknya seneng liat foreigner beli kaos itu. Padahal gue beli karena murah dan desainnya bagus XD

20170524_072423_HDR

20170524_065745_HDR

Mendarat di Narita Airport, gue langsung nyari kantor pos untuk ngambil router wi-fi sewaan dari CD Japan yang langsung gue aktifkan. Karena udah agak sore, gue ga sempat makan. Gue pikir nanti bisa lah makan di sekitar hotel. Pokoknya prioritas gue adalah nyampe di hotel sebelum gelap.

Dari kantor pos, gue berjalan ke stasiun bandara dan mengisi kartu SUICA. Kemudian dengan sotoynya gue masuk ke peron 1 yang ternyata untuk kereta NEX (Narita Express). Wew… Gue ga berencana naik ekspres karena memang ga buru-buru dan kudu hemat. Dengan sedikit malu, gue balik ke gate & ngomong ke mbak petugas loket kalau gue salah masuk. Dia nge-tap SUICA gue (sepertinya dinormalin), lalu menunjukkan arah yang benar. Maap ya mbak, hehe…Gue tiap ke stasiun Narita Airport kok salah peron mulu sih.

20170524_170430_HDR.jpg
Bukan kereta untuk jelata

20170524_171411_HDR
Balik lagi menuju peron yang benar (peron 2 atau 3)

Setelah masuk peron yang benar (peron Keisei Line), gue langsung naik kereta menuju Nippori untuk transit di situ. Kemudian gue menyesal naik kereta biasa karena…JAM SEGITU MASIH RUSH HOUR alias keluarnya susah banget. Untungnya pengguna kereta di Jepang ga kayak di Indonesia yang ogah geser kalo udah di dalem. Mereka ke luar dulu untuk ngasih kesempatan penumpang yang mau turun. Transit di Nippori, gue nyari kereta menuju Minamisenju. Keretanya penuh lagiiii 😦 Duh ga enak banget bawa koper naik kereta yang penuh orang pulang kerja. Pas turun pun gue harus ngomong, “Sumimasen..orimasu” (Permisi..mau turun) berkali-kali supaya orang-orang ngeh dan ngasih jalan. Next time mending naik kereta ekspres aja deh…

Sampe di Minamisenju udah gelap 😦 Gue berdoa supaya ga nyasar. Berbekal peta yang sudah diprint & Google Maps, gue mencari jalan menuju hotel Juyoh. Jalanan menuju ke sana dari stasiun agak tricky, karena ternyata harus naik lift ke jembatan penyeberangan, nyebrang, lalu turun lagi pake lift. Hampir aja gue nyasar, padahal rute di peta cuma lurus doang. Untungnya gue berjalan ke arah yang benar. Di ujung jalan kelihatan Sky Tree! Huwaaaa! *langsung excited*. Sambil menyeret koper, gue sempatkan foto dulu.

20170524_191111_HDR
Tokyo Sky Tree di kejauhan

Pas udah dekat hotel, gue bingung karena ga ngeliat plangnya. Daripada nyasar, gue nanya anak SMA cowok yang kebetulan lewat *bukan modus*. Eh ama dia malah dianterin! Ternyata gue kelewat, hahaha… jadi malu ama si dedek.

Hotel Juyoh ini merupakan hotel yang direkomendasikan teman-teman gue di Twitter karena murah, bersih, dan lokasinya cukup strategis. Kamar mandi dan toiletnya shared, tapi gue ga pernah antre karena sepertinya jumlah kamar mandi & toilet sebanding dengan jumlah kamar, ga kayak hostel khusus wanita yang pernah gue tempati di Osaka.

Kelar beres-beres, gue ganti baju dan jalan-jalan di sekitar hotel, sambil nyobain kamera pinjaman, hehe. Berhubung belum familiar dengan lokasinya, gue memutuskan beli cup noodle di konbini untuk makan malam.

20170524_220527_HDR
Mie favorit: Kitsune Udon & minuman favorit: Kirin Lemon Tea.

DSCF7425
Percobaan foto pake kamera Fuji

DSCF7424
Sebenarnya di depan hotel ada bus stop, tapi gue belum berani naik bus karena kalo nyasar bisa jauh banget.

Besok gue mau explore Tokyo dan ketemu teman Jepang yang biasanya ketemu di Jakarta kalau ada event JKT48. Can’t wait!

Advertisements

2 thoughts on “Japan Trip 6: Terlalu Pendek (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s