Japan Trip 5: Tour 5 Kota tanpa Itinerary (part 2)

Cerita sebelumnya (part 1) baca di sini

Jumat 6 Januari 2017

Bangun pagi ku terus mandi, abis itu laper..Berhubung semalem ga bisa nyalain kompor, gue & Wieny turun ke lantai 1, ke tempat obaasan (nenek) caretaker apartemen. Gue sekalian ambil router wifi sewaan dari CD Japan yang dikirim ke si pemilik apartemen. Udah 2x nih pake router dari CD Japan, oke banget harganya & kualitas barangnya. Router sewaan ini bisa dikirim ke kantor pos bandara, hotel, atau apartemen. Kalo minta dikirim ke apartemen airbnb, jangan lupa tulis nama si pemilik apartemen ya! Soalnya kalo tulis nama kita (pemesan), bisa jadi routernya ga akan terkirim alias dibalikin lagi ama tukang pos karena nama kita ga ada di daftar nama penduduk. Jangan lupa infoin juga ke pemilik apartemennya kalo kita mau kirim barang. Oh ya, harga sewa router di CD Japan sekitar 3000an yen (Rp 390.000an) per minggu, cukup murah kan?

Obaasan yang ramah tsb kemudian menjelaskan cara pake kompor (oalah ternyata semalem belum buka keran gasnya!), mesin cuci, dan water heater. Juga menjelaskan kalo air keran bisa diminum. Tentu semuanya dijelaskan dalam bahasa Jepang, yang untungnya lumayan gue ngerti. Kelar kunjungan dari Obaasan, kami langsung…bikin PopMie XD

Berhubung gue & Wieny orangnya nyantai, jam 11-an kami baru cabut dari apartemen. Karena ga ada itinerary, akhirnya kami ke Tenjin, pusat kota Fukuoka untuk…ke mall. Hahaha, udah jauh-jauh ke Fukuoka malah ke mall. Ya abisnya gimana, gue baca-baca, Fukuoka itu bagusnya pas spring & summer, tempat-tempat recommendednya banyakan pantai & taman. Yakali winter dingin menggigil ke taman?

Tiba di Tenjin, kami masuk ke Fukuoka Parco Mall. Tujuannya tentu saja beli tas yang lagi ngehits, Anello. Harga tas Anello yang original ternyata ga mahal-mahal amat kok. Gue beli ransel ukuran sedang, bahan kulit, harganya cuma 4900 yen atau sekitar Rp 650.000. Tas Anello ternyata banyak ragamnya. Tadinya pengen beli ransel 1 & sling bag 1, tapi karena ga nemu warna yang dimau, akhirnya cuma beli ransel aja.

20170106_210518

Di mall ini juga ada toko Cath Kidston. Gue langsung norak, karena yang di Jakarta koleksinya dikit banget. Gue nyari passport case & travel pouch, sayangnya toko itu ga jual travel pouch, dan motif passport case-nya cuma ada 1 dan gue kurang suka. Di sebelah toko Cath Kidston, ada toko Disney yang koleksinya ga kalah lucu. Untungnya gue ga tergoda beli. Perjalanan masih panjang, ga lucu kalo kehabisan uang di hari pertama.

Kelar beli tas, kami masuk toko stationery. Gue beli laundry net buat nyuci nanti. Keluar toko agak bingung, terus naik turun eskalator & lift malah nemu tempat ini.

20170106_140929

Kirain hari itu ada event HKT48. Tapi kok sepi…Lalu kami turun lagi & foto di depan toko yang jual merchandise HKT48. Pas lagi foto ama banner Sashi, ada 2 cewek imut lewat dan cekikikan tapi gue cuek. Jangan-jangan itu member??? Karena penasaran, gue googling dan ternyata itu emang teater sementara HKT48. Hahaha…

Abis shopping, kami makan siang di restoran apa gitu, random aja milihnya. Kami makan set ikan makarel. Enaaakkk!!

20170106_143251

Kelar makan, kami balik ke mall lagi untuk cari beberapa titipan, abis itu ke Fukuoka Dome (tempat konser ARASHI) untuk ketemu Ucik, teman sesama fangirl yang kami titipin beli tiket Kanjani8. Fukuoka Dome udah rame banget karena udah dekat jam konser. Konsernya jam 6 sore, tapi gate baru dibuka jam 4 sore. Asyik ya, santai ga kayak di Indonesia XD Setelah ketemu Ucik, kami antre beli goods konser titipan para fangirls di Indonesia. Lumayan banyak juga yang dibeli, dan Fukuoka Dome itu lumayan jauh dari stasiun (sekitar 1 km). Tapi kami ga mau naik taksi karena harus hemat. Sampe stasiun Nakasu Kawabata, kami mampir di Lawson untuk beli bento (makanan kotak) untuk makan malam, dan juga onigiri (nasi kepal) untuk sarapan besok. Sampe apartemen, mandi, makan, terus sibuk pasang koyo & oles Counterpain..Renta!

20170106_204751

Sabtu 7 Januari 2017

Gue & Wieny emang tipe yang banyak maunya tapi stamina kurang XD Padahal bangunnya cukup siang, tapi tetep kepengen ke Kumamoto & Nagasaki. Sebelum berangkat gue udah ngecek di hape, kalo kami nekat mau ke 2 kota itu, waktunya bakal kejar-kejaran banget. Tapi dasar nekat, dijabanin deh. Jam 10 kami berangkat dari Nakasu Kawabata, transit di stasiun Hakata, terus beli tiket kereta JR ke Kumamoto. Apesnya, gue kira ke Kumamoto bisa pake kartu SUICA yang udah gue isi 10.000 yen, ternyata ga bisa. Tiket kereta JR Kumamoto lumayan mahal pulak, 2130 yen. Ada kejadian lucu pas gue nanya ke mas petugas stasiun Hakata. Pas gue tanya, “Ke Kumamoto gimana caranya ya?”, si mas jawab, “Oh mau liat Kumamon ya?”. TIDAAAKKK… Kok ketauan? XD Mas petugas nyaranin pake Shinkansen, tapi berhubung kami kere, that’s not an option. Tiket Shinkansen sekali jalan sekitar 15.000 yen alias 1,8 juta rupiah. Gile aje.

20170107_102041
Kostum jalan-jalan ke Kumamoto..Hoodie kuma (beruang)

20170107_110833
Tiket Hakata-Kumamoto yang mahal bingits

Perjalanan dari Hakata ke Kumamoto cukup jauh, 2 jam aja lho..hahaha. Turun di stasiun apa gitu, kami harus lanjut naik kereta lokal yang cuma 2 gerbong. Gue rada ngikik saat melewati tempat bernama Konoha alias desanya Naruto.

20170107_125105
Ku ingin turun dan mampir ke rumahnya Naruto

Sampai di Kumamoto, kami langsung lanjut naik trem untuk ke Kumamoto Castle. Wihiii seru yaa naik trem XD Sayangnya, Kumamoto Castle ternyata sedang ditutup untuk renovasi karena gempa beberapa waktu lalu. Yaah… Kami pun berbalik ke shoutengai (distrik perbelanjaan) yang diinfokan Tyas, beli beberapa stuff Kumamon, makan siang di Sukiya, lalu balik ke stasiun Kumamoto. Tujuan selanjutnya ga kalah jauh: Nagasaki! Bahkan ongkos kereta dari Kumamoto ke Nagasaki lebih mahal dibanding ongkos dari Hakata ke Kumamoto. Baca-baca Hyperdia, agak pesimis karena diperkirakan kami akan sampai di Nagasaki jam 19:30, sementara kereta terakhir dari Huis Ten Bosch (taman bermain yang akan kami datangi untuk lihat Winter Illumination) adanya jam 21:33. Berarti kami cuma punya waktu 2 jam untuk main di Huis Ten Bosch, sudah termasuk jalan kaki dari dan ke stasiun. Tapi namanya juga nekat dan tanggung, kami jabanin ke Nagasaki dengan jadwal semepet itu XD Gilak emang!

20170107_132306
Stasiun Kumamoto

20170107_140307_hdr
Kumamoto Castle yang lagi direnovasi besar-besaran

20170107_142833
Belanja pernak-pernik Kumamon

20170107_145311
Makan siang gyudon & cheese di Sukiya

20170107_160949
Tiket kereta Kumamoto-Huis Ten Bosch (Nagasaki). Mahal gilak!

Singkat cerita, kami sampai juga di stasiun HTB yang desainnya kayak di Belanda sana. HTB memang merupakan taman bermain dengan konsep Belanda. Bahkan ada rumah-rumah penduduk (yang beneran berpenghuni) bertema Belanda. Jalan kaki cepat-cepat selama 5 menitan, akhirnya sampai juga di HTB! Huwaaa bagus banget! Selesai beli tiket (tiket biasa, tanpa tiket masuk wahana -yaiyalah ga ada waktu-), kami langsung menelusuri taman bermain yang kelihatan cantik banget dalam iluminasi warna-warni LED. Ga usah banyak cerita ye, liat foto-fotonya aja nih..

20170107_200105
20170107_20075220170107_20230620170107_20251520170107_20382720170107_205236_pano20170107_213013

(bersambung ke part 3)

Advertisements

4 thoughts on “Japan Trip 5: Tour 5 Kota tanpa Itinerary (part 2)

  1. HTB emang keren. Kayaknya emang theme park winter illumination yang paling bagus yg pernah gw kunjungi.

    Dekat tempat tinggal gw ada Nabana no Sato, luas juga dan keren winter illumination nya, tapi bagusnya masih ada di bawah HTB dikit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s