Japan Trip 5: Tour 5 Kota tanpa Itinerary (part 4)

Cerita sebelumnya:
Part 1
Part 2
Part 3

Selasa 10 Januari 2017

Tadinya jadwal hari ini adalah ke Universal Studios Japan (USJ). Terus, karena renta, gue & Wieny baru jalan dari hotel jam 10, padahal USJ buka jam 9 (dan tutup jam 6 sore). Dari hotel udah jalan ke stasiun Sakaisuji Hommachi, mendadak gue bilang ke Wieny, “Eh kayanya ke USJ-nya mending besok aja deh..Jam segini sayang, kesiangan.. Hari ini ke Kyoto aja.”

Wieny diam sejenak, lalu.. “OK deh.”

Ya, semudah itu kami ngubah itinerary XD

Kami pun langsung naik kereta menuju Kyoto Station. Tujuan jalan-jalan hari ini adalah ke Kiyomizu-dera, lalu mampir ke Arashiyama untuk beli payung Waterfront & furikake (semacam bumbu tabur) wijen. Sampai di Kyoto Station, kami melanjutkan perjalanan dengan bus. Tak lama, kami tiba di halte Kiyomizu apaan gitu, lalu turun dari bus & mengikuti orang-orang yang sudah jalan duluan. Dari bus stop ke Kiyomizu-dera cuma 10 menit, tapi jalannya nanjak! Baru setengah jalan, kami nemu restoran yang jual Kyoto beef cutlet. Gambarnya menarik banget, daging sapi dibungkus tepung & digoreng kering, tapi bagian tengahnya tetap mentah kayak steak medium. Karena udah lapar, yaudah kami langsung masuk. Random abis XD

20170110_125409_hdr
Nanjak teruuuss

20170110_131234

20170110_133920

Beef katsu-nya ternyata enaaaakkk!! Ada 6 jenis saus untuk celupan dagingnya. Ada wasabi, pepper & salt, Worchester sauce (kagak tau ini apaan), curry, soft boiled egg, dan grated yam. Empat saus yang pertama gratis, yang kelima & keenam itu extra option berbayar. Kami milih grated yam yang ternyata rasanya…hmm…aneh. Kayak talas putih lengket-lengket. Tapi gue suka sih. Harganya kalo ga salah 1200 yen.

Beres makan, ternyata di luar restoran udah antre. Wedew..untung makan duluan tadi. Kami lanjut jalan ke atas…dan akhirnya sampe juga. Berhubung gue udah sering ke kuil & istana *belagu*, jadi ya kesannya biasa aja. Mungkin karena winter juga, jadinya pepohonan gersang semua. Mungkin kalo ke sananya pas sakura mekar atau pas autumn bakal lebih bagus. Kiyomizu-dera juga lagi direnovasi, kabarnya sampai 2020. Tapi pas kami ke sana, The Great Hall-nya masih belum direnovasi sih. Puas jalan-jalan & foto-foto, kami ¬†mampir juga ke air mancur alami di mana orang-orang pada antre. Iseng aja sih…Ternyata airnya segar ūüėÄ Baca-baca, katanya banyak orang yang mengajukan permohonan pas minum air itu supaya urusannya lancar.

20170110_135342
Banyak banget orang Korea

20170110_142925_hdr20170110_151035
The Great Hall dari bawah

20170110_150042
Air mancur pelancar urusan (konon katanya)

Turun dari daerah kuil, gue nemu kios yang jual es krim CREMIA!!! Es krim paling enak yang pernah gue makan!! Tanpa ragu, gue & Wieny langsung beli. Hmmm enaaakk… Kami juga beli bakpau isi daging sapi & labu(?) yang terkenal gara-gara pernah muncul di acaranya TOKIO.

20170110_153020
My laff

Balik ke bus stop, gue melihat sign stasiun Kiyomizu Gojo. Akhirnya daripada naik bus balik ke stasiun Kyoto, kami memutuskan naik kereta ke Arashiyama aja (padahal ga tau rutenya wkwk). Di stasiun, gue nanya ke bagian informasi, gimana caranya kalo mau ke Arashiyama? Mbak dan Ibu bagian informasi kaget, karena udah kesorean. Setelah berkali-kali meyakinkan kalo kami cuma mau beli suvenir, akhirnya dikasih tau rute yang tercepat. Ternyata kami harus naik kereta 1 gerbong (jalur Randen Arashiyama), lucuuu macem trem gitu hehe. Turun di stasiun Arashiyama, udah jam 6 kurang. Stasiunnya terletak persis di tengah daerah pertokoan, syukurlah..Soalnya pas tahun 2015 gue ke Arashiyama, turunnya di stasiun Arashiyama jalur merah yang letaknya di tengah hutan. Gue masih ingat lokasi toko furikake & langsung beli 4 bungkus. Furikakenya ini campuran wijen, daun bawang & cabe. Rasanya enak & ga pedes. Cocok buat makan nasi. Kelar beli furikake, lanjut cari titipan temen-temen kantor gue yaitu payung Waterfront yang mungil & ringan. Gue tadinya mau beli snack bentuk segitiga yang isinya macem-macem & snack bentuk genteng (rasa kopinya enak!), eh toko snack udah pada tutup.. Yaudah deh, kelar belanja langsung balik lagi naik kereta Randen, transit di Omiya & naik kereta balik ke Osaka. Sebelum balik ke hotel, kami makan malam di Sukiya (lagi). Nasi tunanya enak!

20170110_172423
Kereta Randen

20170110_161452
Mengagumi pasangan jangkung yang cantik & ganteng ini dari belakang. Hari ini banyak yang pake kimono karena masih suasana tahun baru.

Rabu 11 Januari 2017

Bangun pagi karena mau ke USJ, yeay! Rencana jalan jam 8 karena USJ buka jam 9, tetep aja berangkatnya jam 9 kurang XD Sampai USJ alhamdulillah crowd-nya terlihat normal. Masuk gate, langsung ke bagian informasi untuk minta peta berbahasa Inggris, lalu langsung cusss  ke area The Wizarding World of Harry Potter. Ya, rencana ke USJ emang prioritasnya mau ke HP, sisanya liat sikon.

Memasuki area HP, uwaaaaa langsung doki-doki. Pohon-pohon cemara rimbun, replika mobil Ford Anglia biru yang ringsek, lalu gerbang Hogsmeade! Beneran kayak masuk ke dunia HP. Berhubung misi utama adalah naik wahana The Forbidden Journey, kami cuma sebentar foto-foto di depan, dan langsung ke kastil Hogwarts untuk antre. Lagi-lagi gue melongo liat replika kastilnya. Detail abis! Untungnya antrean ga begitu panjang, cuma 40 menit..jadinya ga sempat banyak memperhatikan detail interior kastilnya deh.

Di ujung antrean menuju ke wahana, banyak petugas berkostum Prefek menunjukkan jalan ke loker, di mana kita harus taruh tas, topi, kamera & hape karena barang-barang tsb ga boleh dibawa ke wahana. Setelah mengunci loker, pengunjung diarahkan untuk antre ke wahana. Gue rada deg-degan karena ada warning: this ride¬†includes sudden rise, drop, backward, stop, & ga dianjurkan buat yang punya penyakit jantung, claustrophobia, atau takut gelap. Wedew…

20170111_103154

20170111_113020

Wahananya mirip Transformer yang pernah gue naikin di USS. Satu kompartemen isi 4 seat, pake pengaman dari bahu ke pinggang, lalu pake kaca mata 4D. Hahaha mampus deh…Ga lama kemudian, wahana mulai bergerak, hiyaaaahhh ternyata kita ceritanya naik sapu terbang bareng Harry dkk. Kita diajak ikut pertandingan quidditch, lalu tiba-tiba ketemu Dementor & dikejar-kejar sampai masuk ke kastil, ketemu uler siapa itu lah, terus ke hutan ketemu tarantula raksasa, kemudian ke air terjun. Semua scene yang ada di film HP. Oh ya, dialognya pake bahasa Jepang.

Keluar dari wahana The Forbidden Journey, kami langsung antre Flight of the Hippogriff, roller coaster kecil. Areanya merupakan replika area pondok Hagrid lengkap dengan motornya & hutan tempat dia melihara hewan-hewan gaib. Rollercoasternya lumayan seru ^^

Selesai main di 2 tempat, sasaran selanjutnya adalah nyobain Butterbeer! Minuman ini dijual dingin & panas, tempatnya bisa milih cup plastik biasa, gelas plastik, dan gelas kaleng. Harga butterbeer pake cup plastik 600 yen, pake gelas plastik 1100 yen, dan pake gelas kaleng 3000an yen (lupa pastinya). Gue pilih yang pake gelas plastik supaya bisa dikoleksi. Rasanya enak, mirip rootbeer AW tapi lebih light & butternya rich banget.

20170111_121815

Selesai ngaso sambil minum Butterbeer & makan potato chips, kami berkeliling masuk ke toko-toko. Tokonya juga disamain ama di novel, tapi berhubung gue ga ngefans-ngefans amat jadi yaa keluar masuk aja. Keluar masuk toko ini juga berbahaya karena berakhir dengan kami beli hoodie Ravenclaw & gantungan kunci yang cukup mahal XD Tadinya pengen beli syal Hufflepuff biar samaan ama abang Eddie, eh Newt *eaaaa*, tapi ga jadi karena toh di Jakarta ga kepake. Kami juga sempat masuk ke wahana Ollivander’s Wand Shop, di mana ada bule pemeran Prof Ollivander akting milihin tongkat. Dia milih satu anak kecil untuk nyoba efek tongkat. Cukup menghibur ^^

20170111_133204

20170111_132315
Cowo-cowo ini lagi videoin Mandrake nangis

Keluar dari area HP udah jam 2-an. Tadinya mau nunggu parade Triwizard Tournament tapi ternyata hari itu ga ada, adanya kemarin, hiks..Jadinya kami ngincer parade USJ REBOOOORN aja setelah makan siang. Niat makan di restoran di area HP kami urungkan karena 2 menu yang disajikan ada babinya =_=. Baca-baca peta, ada restoran lagi di area Hollywood. Menunya juga cuma 2: nasi & roasted chicken, satu lagi hamburger. Harganya mahal dan rasanya so-so.

Baru aja beres makan, paradenya mulaaaiii!! Wiiii seru banget, berbagai maskot lewat pake kereta-kereta parade, dari mulai Peanuts, Minion, Hello Kitty, Sesame Street & penari-penari banyak banget. Lagunya juga ear-catching & penonton diajak joget bersama ^^

untitled-1

Setelah ngikutin parade sekitar setengah jam, kami masuk wahana Terminator yang biasa aja, habis itu ke wahana Spiderman yang mirip Harry Potter. Sedihnya ga sempat ke wahana lain yang juga seru kayak Jurassic Park & JAWS. Maybe next time. Puas jalan-jalan & belanja, kami pun cabut dari USJ. Sebenarnya ada wahana Cool Japan, tapi belum buka.. Dibukanya tanggal 13 pas kami udah pulang T_T Wahana-wahana tsb antara lain¬†Attack on Titan, Detective Conan, EVANGELION, dan Godzilla. Gilaaakk gue penasaran banget terutama EVANGELION. Bayangan gue sih kita naik wahana serasa ada di dalam EVA, lawan Angel. Huhu seru…

20170111_185742

Balik dari USJ, kami ada janji ketemu Risa yang emang kerja di Osaka. Tempat nongkrong yang dipilih adalah cafe L’Arc-en-Ciel. Yak dengan demikian sudah ketiga kalinya gue ke cafe ini. Makan malam omurice ditutup dengan fruits parfait. Tak lupa ngobrolin kebodohan salah lihat jam konser yang bikin Risa repot. Terima kasih Risa ^^

20170111_200007-1

(bersambung ke part 5)

Advertisements

Japan Trip 5: Tour 5 Kota tanpa Itinerary (part 3)

Cerita sebelumnya:
Part 1
Part 2

Minggu 8 Januari 2017

Hari ini ga ada itinerary selain nonton konser ARASHI. Berhubung stok baju mulai menipis, pagi itu gue & Wieny sibuk nyuci baju & nyicil packing karena besok pagi sudah harus cabut dari apartemen. Karena kami pikir konsernya jam 6 sore seperti konser di hari Jumat & Sabtu (which turned out to be VERY wrong), jam 13.30 kami baru cabut dari apartemen untuk ke mall lagi & makan siang di Tenjin. Karena mau ketemu para abang, kami full makeup & pake baju GUTS! yang emang sengaja dibuat waktu ikutan fan project ARASHI.

20170108_135011

Sampai di mall, gue membeli beberapa barang yang kemarin masih ragu untuk dibeli (dasar cewek!). Jam 3-an, Risa, temen Jepang yang bantu beli tiket, nelepon gue, ngasih tau kalo dia udah di venue. Dia nanya, “Kalian lagi di mana?”. Gue bilang lagi di mall & mau makan dulu. Risa langsung panik, “Konsernya jam 4 lho! Kalo ga jalan sekarang nanti ga keburu!”. Gue langsung mules.

“Wien…Konsernya jam 4 katanya.”

“Hah? Waduh kita kan belum makan siang.”

Gue buka LINE, lalu ngecek foto tiket dari Risa. Ternyata bener konsernya jam 4!! Saat itu udah mau jam setengah 4. Untungnya mall itu deket dari Fukuoka Dome, tapi kan tetep butuh jalan ke stasiun, keluar dari stasiun, ditambah jalan 1 km dari stasiun ke Dome. Gue kesel karena KOK BISA-BISANYA SEMALEM/TADI PAGI GA NGECEK JAM KONSER LAGI??? Mungkin karena Jumat-Sabtu konsernya jam 6, kami pikir Minggu juga sama…Akhirnya tanpa makan siang & tanpa beli bekal, kami ngibrit dari mall ke stasiun Tenjin. Naik kereta jam 15:38, sampe stasiun Tojinmachi sekitar 5 menit kemudian, abis itu jalan cepet ke luar stasiun. Kami berpapasan dengan beberapa fans yang juga telat. Keluar dari stasiun, gue ngasal aja nyetop taksi. Eh taksinya berhenti! Saking buru-burunya, kaki kiri Wieny sampe kejepit. Untung ga papa. Di dalam taksi, Risa nelpon gue lagi, nanya nanti masuknya lewat mana. Berhubung gue ga tau nama-nama gatenya, gue kasih aja hapenya ke bapak supir biar beliau yang jelasin. Turun dari taksi, Risa udah nunggu & langsung ngasih tiketnya. Kami kemudian sprint karena udah jam 15.55. Gue & Wieny harusnya masuk dari gate 7, Risa gate 1, dan kedua gate tsb agak di tengah. Risa ngajak belok kanan & lewat dalem biar cepet, tapi ternyata ga bisa XD Jadilah kami malah muterin 3/4 stadion…

Nyampe di gate 7 suasana udah sepi, tinggal beberapa fans yang lari-lari macem gue & Wieny. Nunjukin tiket, sempet kuatir ketauan (soalnya kami beli tiket resale karena ga menang ballot), untung petugasnya ga rese & bolehin masuk. Mau beli minum takut ga keburu karena belum cari kursi, yaudah kami pun masuk aja. Cari-cari nomor kursi, ternyata agak depan! Yeay! Tadinya sempet down karena dapet seatnya di tribun lantai 1, ternyata masih barisan depan. Baru aja duduk & buka jaket, lampu stadion langsung digelapkan & video opening diputar. Huwaaaa!!!

Biarpun udah sering nonton konser ARASHI di DVD, tetap aja yang namanya nonton langsung itu pengalamannya jauh lebih dahsyat. Bisa liat mereka dari dekat saat disorot & ga disorot kamera, interaksi dengan fans, bisa denger suara mereka bergema di stadion.. Gue rasa itulah nikmatnya nonton konser. Matsumoto Jun yang flawless, Aiba Masaki yang full senyum & ga berhenti menyapa fans dari ujung ke ujung, Sakurai Sho yang mukanya jutek kalo ga disorot (ku merasa jadi Do-M), Ohno Satoshi being Ohno Satoshi, dan bias favorit gue Ninomiya Kazunari yang ternyata mungil dan imut-imut, semuanya nyata gue saksikan dengan mata sendiri alias bukan lewat layar. Feel so happy that I’m alive. Konsernya sendiri bertajuk “Are You Happy?”, di mana gue belum denger albumnya kecuali lagu-lagu yang pernah ditampilkan di acara TV atau jadi OST drama, hahaha.. Tapi karena gue ngikutin ARASHI udah lumayan lama (sejak 2008), jadi yaaa tetap enjoy aja walau gue ga banyak tahu lagu baru. Stage performance mereka emang se-extraordinary yang gue saksikan di DVD. Di panggung utama ada stage hidraulik setinggi kira-kira 5 meter, kiri kanan depan ada catwalk, di ujung-ujung catwalk ada stage hidraulik lagi & di ujungn catwalk tengah ada mini stage. Belum lagi moving carts yang bergerak ke semua arah supaya semua penonton kebagian liat wajah mereka. Ada satu atraksi yang belum pernah gue liat, moving cart yang di atasnya ada mobil kap terbuka! Puas banget gue liat wajah-wajah mereka pas lewat di depan section kami.

Selain panggung, lighting konser ini juga canggih. Sebelum konser, penonton harus mensikronkan light stick dengan kursi. Di punggung kursi ditempel semacam chip, lalu kita hadapkan light stick ke chip itu & pencet tombol on. Beres deh, sepanjang konser nyalain aja light sticknya, nanti warna lampunya akan menyala sesuai yang diprogramkan. Takjub banget liat satu stadion warna light sticknya berubah-ubah sesuai lagu. Bahkan pas MC, warna-warna light stick membentuk tulisan Happy New Year, ARASHI, Are You Happy?, dsb. Gue pas nonton L’Arc-en-Ciel 2015 ga ngalamin pake synchronized light stick, karena mereka pake LS sekali pakai. Padahal 2014 mereka pake =_=

20170108_185623
(sebenernya ga boleh foto di dalam venue sama sekali) XD

20170108_193225
Fukuoka Yahoo Auction Dome, CHECK!!

20170108_193617_hdr

20170108_195918
Jalan kaki pun macet

Beres konser,  masih ada perjuangan antre masuk stasiun yang penuh fans Arashi yang sama-sama mau pulang. Di parkiran Dome udah disediakan bus-bus jemputan sih, tapi antrenya bikin malas. Jalan ke arah stasiun, massa dibagi 2 arah, tapi tetep aja penuh sesak. Nyampe Nakasu Kawabata, gue & Wieny lagi-lagi beli makan malam di konbini karena udah males cari restoran. Tadinya mau makan bareng Risa, ternyata dia udah pulang duluan ke hotel.

Senin 9 Januari 2017

Beres-beres, check out, lalu naik kereta menuju bandara. Next destination: Osaka! Kali ini kami naik Peach Air, yang harganya lebih murah daripada Shinkansen. Jatah koper cuma 20kg. Koper Wieny 22 kg, untungnya koper gue cuma 16 kg padahal udah full banget. Di jalan menuju boarding lounge, ada billboard JAL gede featuring ARASHI, ya kami foto-foto lah! Eh abis itu banyak cewek yang foto-foto juga. Nampaknya mereka juga sesama fans ARASHI yang mau balik ke kotanya.

Saking teparnya, gue tidur di sepanjang perjalanan dan bangun-bangun pas landing XD Sampe bandara KIX jam 2-an, kami langsung cari makan. Pengennya sih makan ramen halal, eh nemunya resto udon..yasudah lah. Udonnya enak! Dua manusia super nyantai ini baru jalan dari bandara jam 4-an dan nyampe hotel hampir jam 6 sore. Karena masih winter, jam segitu sudah gelap.

20170109_144823
Udon di restoran The Udon (Sanuki Udon), halal & enak~

Sampe di hotel, si Wieny ketiduran coba XD Jam 8-an kami baru jalan dari hotel ke…mana lagi selain Dotonbori, pusatnya kota Osaka. Gue mau cari titipan teman-teman, sekaligus belanja kosmetik. Sampe Dotonbori baru nyadar hape gue ketinggalan di hotel =_= Akhirnya gue berusaha mengingat-ingat titipan apa saja yang perlu dibeli. Kelar belanja kira-kira jam 10, restoran udah pada tutup & akhirnya kami makan di McD. Tentu saja gue nyobain menu yang ga ada di Indonesia, yaitu fillet-o-ebi. Enak!! Btw, pelayan di counter McD ada 1 orang yang di-assign untuk ngelayanin foreigner. Si pelayan ini mbak-mbak India, tapi bahasa Inggrisnya Jepang banget & ga fasih..Lah? Ini mah sama aja yang ngomong orang Jepang!

(bersambung ke part 4)

Japan Trip 5: Tour 5 Kota tanpa Itinerary (part 2)

Cerita sebelumnya (part 1) baca di sini

Jumat 6 Januari 2017

Bangun pagi ku terus mandi, abis itu laper..Berhubung semalem ga bisa nyalain kompor, gue & Wieny turun ke lantai 1, ke tempat obaasan (nenek) caretaker apartemen. Gue sekalian ambil router wifi sewaan dari CD Japan yang dikirim ke si pemilik apartemen. Udah 2x nih pake router dari CD Japan, oke banget harganya & kualitas barangnya. Router sewaan ini bisa dikirim ke kantor pos bandara, hotel, atau apartemen. Kalo minta dikirim ke apartemen airbnb, jangan lupa tulis nama si pemilik apartemen ya! Soalnya kalo tulis nama kita (pemesan), bisa jadi routernya ga akan terkirim alias dibalikin lagi ama tukang pos karena nama kita ga ada di daftar nama penduduk. Jangan lupa infoin juga ke pemilik apartemennya kalo kita mau kirim barang. Oh ya, harga sewa router di CD Japan sekitar 3000an yen (Rp 390.000an) per minggu, cukup murah kan?

Obaasan yang ramah tsb kemudian menjelaskan cara pake kompor (oalah ternyata semalem belum buka keran gasnya!), mesin cuci, dan water heater. Juga menjelaskan kalo air keran bisa diminum. Tentu semuanya¬†dijelaskan dalam bahasa Jepang, yang untungnya lumayan gue ngerti. Kelar kunjungan dari Obaasan, kami langsung…bikin PopMie XD

Berhubung gue & Wieny orangnya nyantai, jam 11-an kami baru cabut dari apartemen. Karena ga ada itinerary, akhirnya kami ke Tenjin, pusat kota Fukuoka untuk…ke mall. Hahaha, udah jauh-jauh ke Fukuoka malah ke mall. Ya abisnya gimana, gue baca-baca, Fukuoka itu bagusnya pas spring & summer, tempat-tempat recommendednya banyakan pantai & taman. Yakali winter dingin menggigil ke taman?

Tiba di Tenjin, kami masuk ke Fukuoka Parco Mall. Tujuannya tentu saja beli tas yang lagi ngehits, Anello. Harga tas Anello yang original ternyata ga mahal-mahal amat kok. Gue beli ransel ukuran sedang, bahan kulit, harganya cuma 4900 yen atau sekitar Rp 650.000. Tas Anello ternyata banyak ragamnya. Tadinya pengen beli ransel 1 & sling bag 1, tapi karena ga nemu warna yang dimau, akhirnya cuma beli ransel aja.

20170106_210518

Di mall ini juga ada toko Cath Kidston. Gue langsung norak, karena yang di Jakarta koleksinya dikit banget. Gue nyari passport case & travel pouch, sayangnya toko itu ga jual travel pouch, dan motif passport case-nya cuma ada 1 dan gue kurang suka. Di sebelah toko Cath Kidston, ada toko Disney yang koleksinya ga kalah lucu. Untungnya gue ga tergoda beli. Perjalanan masih panjang, ga lucu kalo kehabisan uang di hari pertama.

Kelar beli tas, kami masuk toko stationery. Gue beli laundry net buat nyuci nanti. Keluar toko agak bingung, terus naik turun eskalator & lift malah nemu tempat ini.

20170106_140929

Kirain hari itu ada event HKT48. Tapi kok sepi…Lalu kami turun lagi & foto di depan toko yang jual merchandise HKT48. Pas lagi foto ama banner Sashi, ada 2 cewek imut lewat dan cekikikan tapi gue cuek. Jangan-jangan itu member??? Karena penasaran, gue googling dan ternyata itu emang teater sementara HKT48. Hahaha…

Abis shopping, kami makan siang di restoran apa gitu, random aja milihnya. Kami makan set ikan makarel. Enaaakkk!!

20170106_143251

Kelar makan, kami balik ke mall lagi untuk cari beberapa titipan, abis itu ke Fukuoka Dome (tempat konser ARASHI) untuk ketemu Ucik, teman sesama fangirl yang kami titipin beli tiket Kanjani8. Fukuoka Dome udah rame banget karena udah dekat jam konser. Konsernya jam 6 sore, tapi gate baru dibuka jam 4 sore. Asyik ya, santai ga kayak di Indonesia XD Setelah ketemu Ucik, kami antre beli goods konser titipan para fangirls di Indonesia. Lumayan banyak juga yang dibeli, dan Fukuoka Dome itu lumayan jauh dari stasiun (sekitar 1 km). Tapi kami ga mau naik taksi karena harus hemat. Sampe stasiun Nakasu Kawabata, kami mampir di Lawson untuk beli bento (makanan kotak) untuk makan malam, dan juga onigiri (nasi kepal) untuk sarapan besok. Sampe apartemen, mandi, makan, terus sibuk pasang koyo & oles Counterpain..Renta!

20170106_204751

Sabtu 7 Januari 2017

Gue & Wieny emang tipe yang banyak maunya tapi stamina kurang XD Padahal bangunnya cukup siang, tapi tetep kepengen ke Kumamoto & Nagasaki. Sebelum berangkat gue udah ngecek di hape, kalo kami nekat mau ke 2 kota itu, waktunya bakal kejar-kejaran banget. Tapi dasar nekat, dijabanin deh. Jam 10 kami berangkat dari Nakasu Kawabata, transit di stasiun Hakata, terus beli tiket kereta JR ke Kumamoto. Apesnya, gue kira ke Kumamoto bisa pake kartu SUICA yang udah gue isi 10.000 yen, ternyata ga bisa. Tiket kereta JR Kumamoto lumayan mahal pulak, 2130 yen. Ada kejadian lucu pas gue nanya ke mas petugas stasiun Hakata. Pas gue tanya, “Ke Kumamoto gimana caranya ya?”, si mas jawab, “Oh mau liat Kumamon ya?”. TIDAAAKKK… Kok ketauan? XD Mas petugas nyaranin pake Shinkansen, tapi berhubung kami kere, that’s not an option. Tiket Shinkansen sekali jalan sekitar 15.000 yen alias 1,8 juta rupiah. Gile aje.

20170107_102041
Kostum jalan-jalan ke Kumamoto..Hoodie kuma (beruang)

20170107_110833
Tiket Hakata-Kumamoto yang mahal bingits

Perjalanan dari Hakata ke Kumamoto cukup jauh, 2 jam aja lho..hahaha. Turun di stasiun apa gitu, kami harus lanjut naik kereta lokal yang cuma 2 gerbong. Gue rada ngikik saat melewati tempat bernama Konoha alias desanya Naruto.

20170107_125105
Ku ingin turun dan mampir ke rumahnya Naruto

Sampai di Kumamoto, kami langsung lanjut naik trem untuk ke Kumamoto Castle. Wihiii seru yaa naik trem XD Sayangnya, Kumamoto Castle ternyata sedang ditutup untuk renovasi karena gempa beberapa waktu lalu. Yaah… Kami pun berbalik ke shoutengai (distrik perbelanjaan) yang diinfokan Tyas, beli beberapa stuff Kumamon, makan siang di Sukiya, lalu balik ke stasiun Kumamoto. Tujuan selanjutnya ga kalah jauh: Nagasaki! Bahkan ongkos kereta dari Kumamoto ke Nagasaki lebih mahal dibanding ongkos dari Hakata ke Kumamoto. Baca-baca Hyperdia, agak pesimis karena diperkirakan kami akan sampai di Nagasaki jam 19:30, sementara kereta terakhir dari Huis Ten Bosch (taman bermain yang akan kami datangi untuk lihat Winter Illumination)¬†adanya jam 21:33. Berarti kami cuma punya waktu 2 jam untuk main di Huis Ten Bosch, sudah termasuk jalan kaki dari dan ke stasiun. Tapi namanya juga nekat dan tanggung, kami jabanin ke Nagasaki dengan jadwal semepet itu XD Gilak emang!

20170107_132306
Stasiun Kumamoto

20170107_140307_hdr
Kumamoto Castle yang lagi direnovasi besar-besaran

20170107_142833
Belanja pernak-pernik Kumamon

20170107_145311
Makan siang gyudon & cheese di Sukiya

20170107_160949
Tiket kereta Kumamoto-Huis Ten Bosch (Nagasaki). Mahal gilak!

Singkat cerita, kami sampai juga di stasiun HTB yang desainnya kayak di Belanda sana. HTB memang merupakan taman bermain dengan konsep Belanda. Bahkan ada rumah-rumah penduduk (yang beneran berpenghuni) bertema Belanda. Jalan kaki cepat-cepat selama 5 menitan, akhirnya sampai juga di HTB! Huwaaa bagus banget! Selesai beli tiket (tiket biasa, tanpa tiket masuk wahana -yaiyalah ga ada waktu-), kami langsung menelusuri taman bermain yang kelihatan cantik banget dalam iluminasi warna-warni LED. Ga usah banyak cerita ye, liat foto-fotonya aja nih..

20170107_200105
20170107_20075220170107_20230620170107_20251520170107_20382720170107_205236_pano20170107_213013

(bersambung ke part 3)

Japan Trip 5: Tour 5 Kota tanpa Itinerary (part 1)

Hola!

Gue membuka tahun 2017 dengan kejadian menyebalkan: hape LG G4 gue yang baru saja berulang tahun yang pertama tiba-tiba error, bootloop alias booting doang ga masuk-masuk ke menu. Panik  karena foto-foto yang ribuan jumlahnya belum di-back up (very stupid of me), akhirnya 1 Januari gue habiskan di service center. Untungnya sekitar 80% foto bisa di-retrieve & di-back up. Untung juga walaupun kudu ganti motherboard, gue ga disuruh bayar alias gratis, padahal garansi udah lewat 2 hari. Pulang dari service center, gue langsung aktifin Google Photos supaya ga ada kejadian bodoh foto-tidak-dibackup lagi.

Untung juga hape gue ga harus nginep seperti hape beberapa orang, karena tanggal 5 kan gue mau jalan-jalan lagi! Ke mana? Ya, ke Jepang lagi! Ga bosen? Ya ngga lah, kan tiap trip tujuannya nonton konser! (ga nyambung ya?). Kali ini tujuan gue ke Fukuoka dan (lagi-lagi) Osaka. Well, tadinya sih cuma mau ke Fukuoka untuk nonton konser ARASHI dan ke Osaka untuk main ke Universal Studios Japan (USJ). Tapi ternyata kemudian Kanjani8 ngumumin konser juga, dan tanggalnya pas banget gue di Osaka! Lucky~~~ Kali ini gue pergi bersama rekan fangirl renta, Wieny. Kerentaan kami akan terlihat di tour 9 hari ini, so keep on reading ūüėÄ

Kamis, 5 Januari 2017

Jam 3 pagi Wieny jemput ke rumah, tapi gue baru kelar mandi, wkwk.. Jam 3.15 berangkat naksi bareng ke bandara. Kami naik ANA untuk pertama kalinya. Lumayan dapet harga promo 5,4 juta rupiah. Kudunya bisa lebih murah kalo perginya ke kota lain. Fukuoka emang rada mahal sih. Flight kami jam 6.25 pagi, transit di Narita 2 jam, lalu lanjut ke Fukuoka. ANA seatnya rada sempit, tapi pelayanan & makanannya luar biasa! Pramugarinya cantik & ramah, makanan & snacknya enak-enak. Di perjalanan gue nonton Your Lie in April, yang maen si dedek Yamazaki Kento & Hirose Suzu. Filmnya bagus! Abis itu lanjut Sanada 10 Braves, tapi ga selesai karena gue ngantuk. Oh iya, ANA pilihan lagunya kurang oke menurut gue. Sebelumnya, gue naik Thai Air ke Swedia, itu pilihan lagunya banyak banget, bahkan sampe NEWS pun ada. Eh ANA yang notabene maskapai Jepang malah ga lengkap. Jadilah gue bobo tanpa dengerin musik. Oh ya, karena flightnya nanggung, kami cuma dapat snack berupa chicken burger untuk makan siang. Tapi menu makan paginya pun udah bikin kenyang banget, kok.

20170105_074212

Tiba di Narita, huweeee cuacanya dingin banget! Dari Jakarta yang bersuhu 30-an, waktu itu Narita suhunya 6 derajat. Gue rada nostalgic inget Seoul di musim dingin T^T. Di Narita, kami cuma ngemil chiki yang Wieny bawa dari Jakarta. Dari Narita, kami lanjut naik ANA lagi ke Fukuoka. Nyampe di Fukuoka sekitar jam 7 malam, kami langsung cari restoran di dalam bandara untuk makan malam. Gue yang coba ngomong bahasa Inggris ke mas-mas restoran, ternyata dia ga ngerti. Hhhh sesungguhnya ku malas ngomong Jepang.. Btw makanannya enak! Kami pesan chicken don setelah sebelumnya nanya menu non-babi adanya apa aja? Eh langsung ditunjukin chicken don.

20170105_190756

20170105_190904
Porsinya gede banget sampe-sampe gue ga habis ūüė¶

Beres makan (dan nunggu Wieny beresin barang-barang hand-carry karena tas ranselnya mendadak putus), kami langsung menuju ke stasiun subway menuju ke stasiun Nakasu Kawabata yang dekat dengan apartemen yang kami sewa lewat airBnB. Jarak dari stasiun bandara ke Nakasu Kawabata cuma 10 menit, tapi keluar dari stasiun rada bingung baca peta yang sudah di-print. Pas lagi kebingungan, ada mbak-mbak Jepang yang nanya, “Kalian mau ke mana? Ada yang bisa dibantu?” pake Bahasa Jepang. Gileee baik banget tuh mbak! Setelah ditunjukin jalan yang benar, kami menyeret koper sekitar 10 menit sampe tiba di apartemennya. Nama apartemennya Sunshine, ditulis pake katakana! Kata Wieny, “Busyet kalo gue sendirian ke sini mah ga nyadar deh kalo ini lokasinya.” XD Kami dapat kamar di lantai 6, dan huwaaa kamarnya lumayan luas & fasilitasnya lengkap! Ada mesin cuci, jadi ga usah bawa baju banyak. Lagian traveling pas winter tuh lumayan ngerepotin karena bajunya berat-berat, padahal koper harus disisakan spacenya buat belanjaan :p Setelah ngutak-atik wifi router (karena ga ada kertas bertuliskan password), kami berhasil connect ke internet & menghubungi keluarga & teman, mengabari kalau sudah tiba dengan selamat. Tadinya mau bikin minuman hangat, eh ga bisa ngoperasiin kompornya. Ya sudah, langsung tidur aja. (bersambung ke part 2)

2016 to 2017

Saking lamanya ga ngeblog, tadi gue menghabiskan cukup banyak waktu untuk mengingat dan mencoba masukin password blog ini, yang berujung ngeklik “lost your password?”. Pas ngitung jumlah blog post tahun 2016 juga ternyata cuma empat biji. Days and moments just passing by, without me even trying to write and make them immortal. Hmm, at least, ada 1 postingan wajib tiap tahun, yaitu highlights & hope! Let’s go!

1. My first overseas business trip
Januari 2016, setelah 2 tahunan bekerja di kantor yang ini, akhirnya gue merasakan ke luar negeri dalam rangka kerjaan. Well, bukan conference dan semacamnya sih, tapi training tentang standar pelaporan. Trainingnya cuma 2 hari, di Singapura, terus gue nambah sehari buat jalan-jalan, hehehe.. Trainingnya menyenangkan walau peserta non-Singapore-based cuma gue dan satu cewek dari Malaysia. Sialnya, baru jalan setengah hari, gue dapat kabar kalo ada pengeboman di Sarinah, yang lokasinya sangat dekat dari kantor. Message di WA dan medsos lainnya ga berhenti-berhenti, menanyakan kabar gue. Alhamdulillah masih banyak teman yang peduli. Alhamdulillah juga teman-teman dan keluarga gue ga ada yang di lokasi ketika terjadi insiden itu. Tapi gue jadi ga konsen training…Btw, foto-foto di SG hilang semua gara-gara HP gue error dan fotonya belum di-back up. *cry*

2. Ikutan Jakarta Walking Tour lagi
Januari akhir, dekat-dekat waktu Imlek, gue ikutan lagi tur jalan kaki bersama Jakarta Good Guide. Kali ini gue ikut rute Chinatown, menelusuri tempat-tempat di sekitar Glodok. Dari mulai ke rumah bersejarah yang  masih dipreservasi walau di sekelilingnya dibangun hotel, ke wihara di Petak Sembilan yang lagi ramai orang beribadah, ke gereja katolik bernuansa China, sampai ke gang pasar tradisional yang sebenarnya hampir tiap hari gue lewati kalo pulang kantor nebeng teman sampe Glodok. Sayangnya puluhan foto hasil jalan-jalan ini juga hilang tak berbekas. Hiks..

3. Datang ke nikahan mantan oshi
Okay that sounds freaky, hahaha..tapi gue masuknya legal kok, bareng teman yang memang diundang. Acaranya di Bogor, jadi kami berangkat pagi. Eh ternyata sampe sana kecepetan, hahaha. Tamunya ga gitu banyak, sepertinya semi-private. Rica looked so stunning in white wedding dress. Beautiful and in love, she was glowing. Suaminya orang Jepang, denger-denger sih kenalan pas handshake event saat Rica masih jadi member JKT48. Yang namanya jodoh emang ga disangka ya.. Happy wedding, Rica! Semoga langgeng dan bahagia selalu..

20160820_141533_hdr

4. Dibikinin photo session
Dulu pas zamannya gue sering cosplay, banyak event yang didatangi tapi dokumentasinya minim. Pernah photo session cuma sekali-kalinya. Makanya seneng banget pas boleh nebeng photo shoot saat cowok-cowok di grup LINE (Ijul, Febry & Ryand) ada photo session¬†ama model. Sayangnya gue cuma bawa baju 2 biji. Next time mau lagi dong…

fullrest-lr5-p73006692016

5. Pertama kalinya ke Eropa!
Well, ini lebih kayak ujian dibanding rezeki, haha..Ceritanya, tadinya manajer gue yang akan menghadiri conference di Swedia tentang water issues. Terus tiba-tiba doi ga bisa, ada urusan urgent tentang keluarganya. Yaudah, gue deh yang disuruh gantiin. Semuanya serba mepet, dari mulai bikin visa, pesan tiket pesawat, sampai tiket hotel & pembayaran biaya partisipasi di acara tsb. Alhamdulillah semuanya lancar, tapi gue lumayan garing sendirian di Stockholm selama seminggu. Mau extend juga ga ada duit, haha.. Postingan panjangnya ntar ye..

20160901_182659_hdr

6. Ikut Hello Kitty Run
Semangat lari gue tahun 2016 payah banget. Dari yang niatnya “naik kelas” dari 5km ke 10km, eh malah makin jarang latihan. Ikutan race juga cuma sekali. Hello Kitty Run ini menyenangkan! Acaranya di AEON Mall Serpong alias jauh banget, jadinya gue dan Chie (temen yang barengan lari) memilih untuk stay di hotel H-1 acara, supaya ga buru-buru berangkat besok paginya.

20161106_085934_hdr-1-1

7. Ketemu Shuhei Nomura
Seperti tahun lalu, tahun 2016 Japan Film Festival (JFF) diadakan lagi. Bedanya, tahun ini ada event ambassadornya! Dari Indonesia dipilih Chelsea Islan, dan dari Jepang..jeng jeeeng… Shuhei Nomura, si berondong lucu yang mukanya lagi seliweran di film & drama yang sedang gue tonton. Allah Maha Baik, gue dapet kesempatan ikutan press conference nebeng teman jurnalis yang rekannya berhalangan karena sakit. Ternyata selain lucu di medsos, Shuhei juga lucu dan iseng di dunia nyata. Malamnya, gue ketemu Shuhei lagi di pemutaran film Chihayafuru. Shuhei seneng banget dikasih surprise dari fans yang datang. Fanbasenya berinisiatif bikin banner & ditulisi ucapan selamat ulang tahun buat Shuhei. Eh bannernya dibawa pulang ama tuh anak XD Jangan kapok main ke sini ya..

20161124_154703_hdr

8. Haruka’s graduation & JKT48 anniversary concert in Bandung
Setelah Rica grad, disusul Dhike, akhirnya Haruka lulus juga… Abis deh member-member yang gue dukung di JKT48. Acara kelulusan Haruka diadain di Bandung, bareng konser anniversary kelima. Gila ye, udah 4x aja gue datang ke konser anniversary (cuma absen di anniversary pertama, berhubung gue masih di Korea). Good luck Haruka.. Gue ga tau masih dukung atau nggak kalo dia beneran mau aktif jadi artis Indonesia, secara gue males ngikutin acara TV lokal. I just can wish her good luck.

20161217_230659_hdr

9. Spending lots of good time with friends
Nah ini banyak nih, terutama event konser JKT48, acara Jejepangan dan fanbase.

20160228_184920
Nongkrong tanpa tujuan XD

20160312_184805_hdr
Bareng teman-teman alumni kampus Korea

20160318_184744_hdr
GUTS! INA goes to theater

20160320_211920_hdr
With Yuri & Risa, JKT48 fans dari Jepang

20160424_151134_hdr
With Arashi fans, abis nonton Assassination Classrooom

20160501_180628_hdr
With NEWS fanbase, abis nobar konser WHITE

20160730_125018_hdr-1
With NEWS & HSJ fans, abis nobar film Pink & Gray

Harapan di 2017

Yaaa berhubung harapan tahun lalu belum tercapai (punya kerjaan sampingan, sudah memutuskan lanjut kuliah atau kerja, dan cari calon pendamping hidup), jadinya harapan gue sama aja deh ama tahun lalu. I still believe that Allah will show the way if I make lots of effort.

2017, mohon bantuannya ya…