Japan Trip 4: Osaka lagi, konser lagi (part 1: Pre and Arrival)

Wow..Ternyata terakhir kali gue ngeblog di sini bulan April, which is..setengah tahun yang lalu *sigh*..Terakhir ngeblog ngomongin HYDE, sekarang…mari ngomongin hyde (dan 3 om-om kesayangan lainnya).

Tahun ini sebenarnya rencana gue ke luar negeri hanya sekali, yaitu ke Korea bulan April. Tiket sudah dibeli dari November 2014. Apa daya, bulan Januari NEWS ngumumin Japan Tour di bulan Maret sampai Juni. Jebol deh tabungan untuk nonton mereka di bulan Mei (lagi-lagi Mei dan lagi-lagi Osaka XD). Kemudian, ga ada angin ga ada hujan, bulan Juni giliran L’Arc-en-Ciel yang ngumumin mau ada live spesial di bulan September..(di Osaka LAGI, hahaha). Awalnya gue pesimis bisa pergi, tapi setelah berdiskusi (dan “disetanin” sana-sini), akhirnya gue memutuskan pergi bareng 4 teman dari fandom Laruku yang sama nekatnya. Ya intinya, gue bakal miskin sampai akhir tahun gara-gara bela-belain datang ke konser ini XD.

Langkah pertama, jelas cari tiket konser. Metode undian yang menyebalkan pun harus kami ikuti. Padahal tadinya gue kira fans overseas bakal beda cara pembelian tiketnya. Harap-harap cemas, akhirnya kami berlima dapat tiket! “Rezeki fangirl sholeha” nih, haha.. Next, tiket pesawat. Lagi-lagi rezeki, bisa dapet tiket Garuda Indonesia PP seharga 6,5 juta. Lumayan menghemat waktu dan tenaga karena ga usah transit. Next, penginapan. Tanggal trip kami (19-25 September) ternyata bentrok dengan Silver Week, libur 3 hari berturut-turut di Jepang. Jadinya, semua penginapan low-cost penuh. Pilihan jatuh pada Sakura Guesthouse di daerah Sennichimae, Namba. Tapi setelah baca-baca reviewnya, perasaan gue ga enak…Akhirnya gue menyarankan untuk stay semalam saja di Sakura Guesthouse, sisa 4 malamnya nginep di J-hoppers yang memang gue udah pengalaman stay di sana. Masalah penginapan ini agak ribet karena di tanggal kedatangan (20 Sept), J-hoppers dan afiliasinya (Hana Hostel) fully booked. Ya sudah, jadinya di-split gitu deh, daripada ntar nyesel, And later I knew I made a correct decision :))

Soal urus visa, skip aja ya. Nothing special, ikutin prosedurnya aja. Eh tapi ada yang perlu diperhatikan nih… Mungkin udah pada baca soal turis Indonesia yang dicekal masuk di bandara Jepang? Penyebabnya dia kena random check, lalu pas dicek itinerarynya aneh dan uang yang dibawa terlalu sedikit.. Tips dari gue: buatlah itinerary serealistis mungkin. Misalnya pergi pas summer, jangan bikin itinerary “melihat bunga sakura”. Kalau duit pas-pasan, mending ga usah nulis kalau akan pergi ke beberapa kota. Bawa uang juga jangan ngepas banget lah..masa pergi 7 hari cuma bawa 40.000 yen? Saran gue sih minimal siapin uang 10-15.000 yen dikali jumlah hari kunjungan.

Sebelum berangkat, sempat ada kekhawatiran soal cuaca. Bayangin aja, H-7, tiba-tiba daerah Ibaraki (dekat Tokyo) kena angin topan & banjir besar, lalu di daerah Kyushu ada gunung meletus.. Kata teman yang tinggal di Osaka, beberapa hari itu hujan petir terus menerus.. Alhamdulillah mulai mereda sampai akhirnya tiba waktu berangkat.

Tanggal 19 September. Gue, Heya, Nina, Achan & mba Tini ketemuan di bandara, tentu sambil bengong-bengong masih ga percaya akan pergi ke Jepang CUMA UNTUK NONTON LARUKU. Whew! Kemudian Panji datang mengantar, sempet foto-fotoin & videoin juga. Berasa jadi artis… :)) Situasi terasa too good to be true sampai akhirnya ada masalah kecil. Paspor Heya ditulisin “tidak identik” oleh petugas imigrasi, ga tau kenapa.. Dugaannya sih karena di foto terlihat beda. Kata Heya, pas difoto itu matanya bengkak karena lagi sakit mata. Lanjut mau masuk boarding lounge, giliran tas Nina disuruh dibuka karena ada sampo yang melebihi 100 ml. Mba Tini mulai waswas takut nanti kenapa-napa di Jepang. Di pesawat, gue ga nyaman karena spacenya sempit dan ga bisa tidur gara-gara sakit punggung dan perut. Turbulensi melulu pula.

Fotonya blur hahaha

Fotonya blur hahaha

Tiba di Kansai International Airport Minggu pagi, badan terasa kurang enak.. Perasaan gue juga ga enak, takut kena random check lagi. Believe it or not, tiga kali gue ke Jepang, dua kali gue kena random check! Alhamdulillah di imigrasi lancar-lancar aja. Tapi setelah kami mengambil koper dan berjalan menuju area Bea Cukai…jreeengggg!! GUE KENA RANDOM CHECK LAGI *nangis kejer dalam hati*. “Untung”nya, kali ini gue bareng banyak teman, jadi ga parno kena random check dibanding pas solo traveling. Gue & Heya ditanyain bawa barang yang di list atau nggak (narkoba, senjata api, materi p0rnografi dsb (ya kaleeee)). Kami menggeleng mantap, lalu si bapak cukai nanya mau ngapain ke Jepang. Dengan jujur kami jawab mau nonton konser. Kami juga udah nyiapin print itinerary kalau-kalau ditanya. Si bapak lalu meminta izin untuk buka koper gue & Heya, diaduk-aduk deh tuh koper kayak pas gue ke sana bulan Mei lalu… Sebenernya gue parno juga, takut kalau ada yang masukin sesuatu ke kantong belakang koper yang memang ga ketutup. Alhamdulillah pengecekan koper ga nemu yang aneh-aneh. Fiuh… Pagi-pagi udah bikin stres.

Keluar dari gate arrival, baru deh rasanya legaaaa banget. Kami ke toilet untuk ganti baju, cuci muka & gosok gigi, lalu ngambil router wi-fi sewaan dari CD Japan. Recommended lho ini, murah dan sinyalnya bagus! Kemudian kami beli kartu ICOCA (kartu perjalanan untuk naik kereta & bus) di stasiun Kansai international Airport, lalu menaiki kereta menuju guesthouse. The trip has just begun! (bersambung ke part 2).

Osaka cerah dan panaasss

Osaka cerah dan panaasss

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s