A short farewell to you

Dulu ketika masih kuliah, ada dosen yang sampai sekarang masih gue ingat ucapannya. “Kita nggak akan selalu mendapatkan apa yang kita harapkan.”, begitu kata beliau. Si bapak dosen ini backgroundnya Farmasi, tetapi kariernya malah jadi dosen Administrasi Kesehatan. Kata beliau, waktu itu kesempatan yang ada untuk kuliah S2 dan S3 untuknya hanya bidang tsb. Jadi ya, beliau “banting setir” dari farmasi. Enam tahun sejak saat itu, beliau malah sudah berhasil jadi dekan. So yes, I believe that even if the path we end up taking is not the path we wanted to take, if we work hard, persevere and believe, we can get good results in the end.

Mental inilah yang berusaha gue terapkan ketika gue gagal mendapatkan hal yang paling gue inginkan. Doa udah, usaha udah, yang tersisa (dan terberat) adalah tawakal… And yes I had to accept the worst result. Doa dan usaha selama hampir sepuluh tahun, ternyata dijawab Allah dengan “Ini bukan untuk kamu.” Sempat marah dan ngambek sama Allah, lalu malu sendiri. Kalo gue yang cuma satu dari tujuh milyar manusia ngambek sama Allah, emangnya ngaruh? Masih jauh lebih banyak manusia yang berlomba biar disayang Allah. Siapalah saya ini? Setelah “ditampar” dengan kenyataan ini, lalu jatuh sampai ke dasar “jurang”, memang nggak ada jalan lain… selain ke atas.

So, yes, I’ll climb up back, embracing the pain that is still lingering, with head up and smile on my face. Though we walk on different paths, now that I see you’re happy, I have to find my happiness too. I just have to work harder, persevere and believe.

Goodbye, my love… Only God knows how much I loved you.

Black_rose

Advertisements