Osaka Trip (23-26 Agustus 2013) – Feels Like Home

Gile, nulis ini ketunda sebulan lebih gara-gara sakit (dan dua kali mati listrik padahal baru nulis 1 kalimat)… Oke lah, lanjut~~

Minggu (25 Agustus 2013)

Perjalanan kali ini emang gak kayak perjalanan wisata pada umumnya… I mean, gue & Aya nggak ngoyo bangun pagi dan mendatangi tempat-tempat wisata yang biasanya dikunjungi para turis. Mungkin karena udah familiar ama Jepang (melalui drama, band dan boybandnya), kami santai banget, udah kayak di rumah sendiri. Bangun jam 9 pagi, nyetel TV liat kali-kali ada wajah idol cowok yang familiar, terus gantian mandi. Jam 11an baru keluar dari hotel, nyantai bener kan :))

Tujuan pertama kami hari itu…Beli kartu Kansai Pass, lalu ke Kansai International Airport (KIX) untuk ambil simcard HP yang udah dipesen. Sedih ya, cuma bisa pake dua hari lantaran nyangkut dulu di KL dan Tokyo (baca postingan sebelumnya). Di KIX lagi rame ada pameran pariwisata daerah, lumayan dapet beberapa merchandise.

DSC02918

Kartu Kansai Pass ini berguna banget lho, cuma 2000 yen bisa dipake keliling area Kansai untuk 2 hari. Dibanding beli tiket kereta + bus secara ngeteng, jelas pake Kansai Pass lebih hemat 😀 Kami beli Kansai Pass di stasiun Namba, di bagian Tourist Office.

Beres urusan simcard dan Kansai Pass, kami meluncur ke daerah Tennouji untuk nyari warung takoyaki Yama-chan yang sering dikunjungi personel flumpool, band kesayangan Aya. Oke, ini jadi napak tilas idola deh… Takoyaki Yama-chan terletak sekitar 1 km dari north exit stasiun Tennouji. Jauh yaaa :)) Tapi di Jepang sih jalan segitu jangan ngeluh, soalnya ga ada ojek atau angkot yang bisa sembarangan distop untuk nganter ke tempat tujuan :p

Takoyaki Yama-chan, enaaakk

Takoyaki Yama-chan yang letaknya di shoutengai (shopping street) Tennouji station

Berhubung di Yama-chan cuma ada 1 meja & 2 kursi, kami bungkus lah itu takoyaki dan makan di taman di seberang shoutengai itu. Seru juga, makan di kursi beton, banyak burung merpati (walau rada nakutin), liat orang-orang Jepang berseliweran pake sepeda, orang-orang tua ngobrol di taman… Ah, life is good here.

The real takoyaki. Gendut tapi kempes, ga kebanyakan tepung

The real takoyaki. Gendut tapi kempes, gak kebanyakan tepung

Selesai makan siang, kami ke Tennouji Mio (mall) dan Q Mall. Gila yak, jauh-jauh ke Jepang ujung-ujungnya ke mall, hahaha… Gapapa lah, pengen tau juga mall di sana kayak apa. Dan ternyata lucu-lucu aja gituh baju-baju yang dijual di sana. Kami ke toko earth music & ecology, karena si Aya pengen beli dress yang direkomendasiin member-member NEWS. Ternyata dressnya sold out di hari pertama penjualan! Gilaaaa the power of Johnny’s boys (and consumptive fangirls). Nggak dapet yang dimau, kami pun cabut ke tujuan selanjutnya.. Osaka Jou (Osaka Castle).

Konser NEWS yang kami hadiri kemarin lokasinya juga di kompleks Osaka Jou, tapi kemarin udah terlalu capek untuk main ke sana. Jalan ke Osaka Jou dari stasiun cukup jauh, jauh BANGET malah..kayaknya ga nyampe-nyampe, tamannya gede banget, dan cuaca panas! Tapi semua kelelahan (siapa suruh pake wedges!) itu terbayar ketika melihat Osaka Jou yang gagah di depan mata :’)

Osaka Jou (Osaka Castle). Magnificent!!!

Osaka Jou (Osaka Castle). Magnificent!!!

Osaka Jou from afar

Osaka Jou from below, while thinking that I am a ninja trying to climb it

SAMSUNG

Atap kastelnya kepotong T_T

Karena kebanyakan jalan (dan masih akan jalan lagi sampe malam), kami memutuskan untuk tidak masuk ke Osaka Jou… Beneran jadi cuma foto-foto & duduk-duduk di depan kastelnya lho… Turis yang aneh. The next destination, giliran gue yang wisata napak tilas idola… Let’s go to L’Arc-en-Ciel Cafe.

Berbekal petunjuk dari blognya Ando-kun, kami turun di stasiun subway Umeda, lalu ke pusat perbelanjaan bawah tanah Umeda YANG SUPER LUAS, mencari papan petunjuk ke shopping area Sanban Gai. Setelah ketemu, celingak-celinguk kiri kanan, alhamdulillah nemu directory, jadi langsung tau how to go to L’Arc Cafe tanpa muterin shopping area tersebut. Cafenya mungil lucu, jualannya juga cuma makanan ringan macem omelet, waffle…dan tentu saja kopi, teh, dan parfait. Nggak tau kenapa, wanita-wanita Jepang suka banget makan parfait (es krim campur buah dan biasanya porsinya gede banget). Kami memesan kopi, masih kenyang sih jadi nggak makan.. Aduh, merinding deh bayangin dulunya personel-personel L’Arc sering nongkrong di tempat ini waktu masih berbentuk kissaten (kedai).

Motretnya buru-buru soalnya diliatin orang lewat T___T

Motretnya buru-buru soalnya diliatin orang lewat T___T

Too bad they don't sell this mug or anything to be collected.

Too bad they don’t sell this mug or anything to be collected.

We didn’t stay long because it’s getting late and we still had some places to visit. The next was…HOP FIVE! Mall yang satu ini gila banget karena….di atapnya ada ferris wheel (bianglala). Tapi kami ga keburu untuk naik bianglala karena mau ke Sky Building, akhirnya foto doang deh… Lagian ngeri juga ah :p Di sini sempet belanja di earth music & ecology yang lagi diskon menjelang ganti season… Lumayan banget dress lucu-lucu didiskon sampe 90%!

Look at that intimidating red Ferris wheel on top of Hop Five

Look at that intimidating red Ferris wheel on top of Hop Five

Our next destination was…. Umeda Sky Building! Kami naik ke observatory yang tingginya 173meter, lebih tinggi dibanding first observatory Tokyo Tower yang pernah gue naikin (150m). Excited banget pas ke luar dan liat pemandangan lampu kota dari ketinggian 173m… Banyak orang pacaran (oke, ini ga nyambung).

I wish I had better camera......

I wish I had a better camera……

Kaki pegel dan waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Kami pun bergegas ke stasiun Umeda untuk balik ke hotel. Tapi di tengah perjalanan (yang cuma 3 stasiun kalo ga salah), kami malah melipir ke stasiun Namba dengan tujuan nongkrong di Dotonbori, red district di Osaka. Dari Dotonbori ke Shinsaibashi (lokasi hotel) sih tinggal jalan…jauh.

Jalan-jalan di Dotonbori nyaris tengah malam, oh mai gaaaatt di pinggir jalan banyak host & hostess menawarkan diri! Hostnya cakep-cakep pulak, rambutnya lancip-lancip kayak tokoh anime hahaha… Gue malah lebih fokus ama restoran yang majang replika kepiting SUPER GEDE, lalu teringat episode di komik Harlem Beat dimana si Naruse nyasar di daerah ini dan selalu ketemunya si resto kepiting ini (forgive my manga-otaku side).

Tiba di jembatan Ebisubashi, lagi-lagi gue tercengang liat billboard segede gaban…bergambar ayangkuh cintakuh bebeb Ninomiya Kazunari. Langsung kalap foto-foto deh.. Di seberangnya ternyata si billboard aneh yang super terkenal, salah satu landmark di Osaka… Glico Man. Gue diketawain orang gara-gara foto ngikutin pose Glico Man, eh abis itu malah pada ikutan pose. Cih…

Resto kepiting tempat Naruse nyasar dan merasa dikutuk dewa kepiting

Resto kepiting tempat Naruse nyasar dan merasa dikutuk dewa kepiting (tuh, di depannya ada kakak host lagi “jualan”)

Mampus gak lo liat billboard idola segede gituh (walau iklannya Salonpas)

Mampus gak lo liat billboard idola segede gituh (walau iklannya Salonpas)

Mumpung di negara orang, ga usah malu-malu

Mumpung di negara orang, ga usah malu-malu

Selesai sudah petualangan hari ini… Tau nggak, tadinya kami berencana ke Universal Studios Japan, lalu lanjut ke Kyoto. Tapi karena hujan dari pagi, bikin males, akhirnya rencana berubah total… But it was still fun 😀

Lewat tengah malam, kami menyeret langkah kembali ke hotel…ya, sekitar 1 km lah dari Dotonbori. Jepang memang negara yang cocok untuk latihan gedein betis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s